Di Sebelah Sana

Aku duduk di bangku paling depan. Bukan karena aku rajin atau karena ingin, tapi karena yang di papan tulis akan lebih jelas bila aku duduk di sana. Kalau dia… dia duduk di paling belakang. Kadang di depan sih, kalau lagi dihukum sama guru yang sedang mengajar. Malah, waktu itu dia pernah disuruh duduk di meja guru, karena ketika ujian berlangsung, dia ketahuan bawa contekan. Tetapi, dia kayaknya gak pernah kapok. Tiap ada anak di kelas yang meneriakinya, “Yeu! Dihukum mulu lo! Gak bosen?”

Dari bangku tempat aku duduk, aku bisa mendengarnya menjawab, “Yah elah gitu doang. Gak takut!”

Dia mungkin gak bosen dihukum, tapi yang menghukum udah bosen sama dia. Makanya, udah gak pernah ada yang khawatir kalau dia berbuat aneh-aneh, karena biang keroknya pun biasa saja menanggapinya.

Ini tahun keduaku sekelas sama dia. Kami belum pernah mengobrol selayaknya seorang teman. Tapi, ia pernah pinjam pensil 2B-ku untuk ujian akhir semester tahun lalu. Tidak. Ia tidak memanggil namaku, ia cuma… “Eh, pinjem pensil dong!”

Entah kenapa aku senang, meski buatnya namaku Eh, bukan Nasha.

Sejak saat itu hingga hari ini, ia belum lagi memanggilku. Ia juga sudah punya pensil sendiri, jadi tidak ada alasan untuk punya urusan denganku. Bahkan, aku telanjur beli pensil baru, siapa tahu dia pinjam lagi. Ah, aku memang terlalu memanjakan imajinasiku sendiri. Dia tahu namaku saja tidak. Dia cuma melewati mejaku karena mau tidak mau ya harus lewat situ. Anehnya, begitu saja aku sudah senang. Dengan melihat bayangan seragamnya yang berjalan melalui sudut meja, dengan mendengar suaranya yang berat tetapi suka melucu itu. Aku tidak pernah melihat wajahnya dari dekat. Paling-paling kalau lagi di kantin, ketika aku melihatnya sedang duduk dengan teman-temannya yang banyak itu.

Iya. Temannya banyak. Banyak sekali. Suatu hari, ia pernah tidak masuk sekolah. Tidak hanya dia, anak-anak di kelas yang kutahu memang berteman dengannya, juga ikut tidak masuk sekolah. Mencurigakan. Meski bukan kewajibanku memikirkannya, tapi tetap saja, ke mana dia? Main? Sakit? Lupa? Entah kenapa manusia suka terlalu peduli terhadap hal-hal yang bahkan tidak mengenalnya sama sekali.

Bel tanda berakhirnya kegiatan belajar-mengajar pun berbunyi. Pukul tiga sore. Aku membereskan semua buku dan barang bawaanku. Aku kemudian segera turun, dan menunggu di depan lemari piala dekat lapangan. Aku menunggu Tita, temanku yang berbeda kelas tapi sekomplek dengan rumahku, makanya kami sering pulang bareng.

Bukannya bertemu Tita, aku malah melihat manusia itu dengan seragam sekolah seperti tidak ada apa-apa. Aneh. Dia tidak sekolah, tapi pakai seragam. Dia ke mana dan habis dari mana? Tapi seragamnya kotor… Astaga! Pelipisnya robek!!!

“Oi! Ngapain lo, Sha, bengong sampe melotot gitu? Lihat hantu?”

“Mm… mungkin.”

“AH! Gak ada hantu masih sore begini.”

“Ta, kalo ada anak yang gak sekolah tapi ada di sekolah pake seragam, itu dia ngapain?”

“Ohhh, lo lagi ngomongin geng lemak sapi?”

“Haaah???? Geng lemak sapi apaan?”

“Itu yang abis pada berantem sama anak sekolah lain.”

“Emang namanya geng lemak sapi, Ta?”

“Ngga, sih. Namanya Geng Masa. Gue jabarin aja jadi lemak sapi.”

“Parah, lo! Ntar kedengeran bisa dikerjain, lo.”

“Ya makanya kan mereka mah gak tahu. Udah ayok nyari angkot.”

Pelipisnya robek, berdarah, dia habis berantem. Kenapa dia berantem? Kenapa harus sampai berdarah? Memangnya dia gak jago berantem? Kalau gak jago kenapa harus berantem? Apa dia besok akan masuk sekolah? 

Iya. Dia masuk sekolah keesokan harinya. Pelipisnya diberi plester. Hari itu dia tidak banyak bicara. Aku sebenarnya ingin sekali nanya anak yang lain soal dia, tapi itu terlalu aneh. Apa hubungannya sama aku sampai aku ingin tahu dia kenapa? Kenapa aku ingin sekali dekat dengan sesuatu yang sangat jauh?

Wali kelasku tiba-tiba masuk, memanggilnya. 

Aku tahu. Dia pasti ketahuan.

“Orang tuanya dipanggil karena kemarin dia ketahuan berantem. Kasihan. Padahal, katanya, orang tuanya lagi proses mau cerai.” bisik temanku yang duduk di belakangku.

Hhhh!!!

Kok bisa pada tahu dia kenapa? Kenapa aku gak tahu? Ah! Gimana sih caranya menyembuhkan rasa khawatir, kalau spasi yang memisahkan luka dan sebuah nama aja jauh sekali jaraknya? Gimana bisa aku tanya keadaannya kalau dia aja gak tahu aku? Gimana bisa aku menaruh peduli pada seseorang yang bahkan tidak tahu namaku?

“Selamat pagi,” ucap guru sejarah yang mengisi jam pertama, kemudian beliau melanjutkan, “Buat kelompok beranggota tiga sampai empat orang.”

Aku benci kerja kelompok. Pertama, aku selalu jadi kelompok sisaan, karena gak pernah ada yang nawarin untuk gabung kelompok yang lain. Jadi, selalu nunggu dipilihin sama guru.

“Nasha, gabung di kelompok tujuh, ya,”

Tuh, kan. Bener.

Ya udah. Aku membawa alat tulisku untuk pindah ke belakang. Anehnya cuma ada dua orang di sana, berarti kami cuma akan bertiga.

“Kita bertiga aja, ya?” tanyaku berusaha mencairkan suasana.

“Nggak, Sha, sama Hasyim juga.” jawab Rere.

Nama itu. Sial. Aku pikir aku tidak akan menulisnya, karena sejujurnya aku tidak ingin ada namanya di dalam tulisan ini. Argh!!! Kenapa Rere harus menyebutnya! Kenapa kalian jadi harus mengetahui nama laki-laki yang cuma bisa kukenal dari suaranya di bangku paling belakang? Kenapa aku harus satu kelompok sama dia? 

Tidak, tidak. Aku harus tenang. Aku sudah lama satu kelas dengannya, bergabung dalam pekerjaan kelompok dengannya harusnya bukan masalah besar. 

Setelah beberapa menit, ia kembali. Aku tidak memerhatikan wajahnya dengan jelas, yang aku tahu adalah dia… mendekat. Dia… duduk… di sebelahku.

Aldi menyahut pelan, “Gimana, Syim?”

Dan aku mendengar suaranya begitu dekat, sangat dekat, terlalu dekat, “Selowww…”

Tiba-tiba aku tidak tahu harus apa, entah mengapa aku merasa harus melakukan sesuatu tapi mulutku kaku. 

“Tugasnya ngapain nih?” ucapnya meneruskan. Aku masih tidak bersuara, memainkan tanganku sendiri.

Rere menjawab, “Buat essay tentang salah satu pahlawan nasional.”

“Kita pilih pahlawan nasional siapa?” tanyanya lagi. Ternyata ia suka bertanya.

“Gak tau, pokoknya gak boleh pilih yang ada di buku paket.”

“Hmm… siapa, ya?”

Aku masih diam. Kemudian….

Kalian tahu gak kalau ada seseorang yang melihat ke arahmu? Atau melirikmu? Atau memandangmu? Ya. Itu. Dia sedang memiringkan tubuhnya ke arahku dengan kemudian bertanya, “Lo ada ide gak?”

Aku harus menjawabnya.

“Mmm… Tan Malaka aja…?” 

Aku masih tidak melihatnya. Jantungku berguncang. Aku agak kesulitan bernafas. Apakah ini berlebihan? Apakah manusia memang bisa memiliki perasaan menggelikan seperti ini?

Ia menjawabku berseru, “Wah! Keren, tuh! Pasti seru kalo kita bahas. Hebat juga, lo.”

Aku hanya mengangguk tersenyum sambil mencatat kesimpulan baru di kepalaku bahwa kini, di matanya, namaku adalah Lo. 

Semua pun setuju dan kami mulai mengerjakan essay dengan mengerjakan bagian masing-masing. Aku mencari bahan materi, sedangkan dia… dia maunya gambar Tan Malaka.

“Makasih ya idenya! Kita jadi punya materi yang menarik, nih.”

Ucapnya tiba-tiba dan kujawab dengan, “Iya.”

Aku cuma jawab iya, karena aku merasa tidak ada lagi opsi jawaban selain itu.

“Gue jarang lihat lo, deh, duduk di depan, ya?” 

“Iya, di depan.”

“Oh!! Gue pernah pinjem pensil kan waktu itu?”

Astaga. Dia tidak tahu namaku, tapi dia mengingatku. Aku pun mengiakan, “Iya.”

“Makasih ya, kalo gak ada pensil lo gak ikut ujian gue!”

“Iya sama-sama.”

Aku sebenarnya ingin sekali tersenyum lebar seperti dapat kabar kalau jadi ranking satu, tapi aku takut merasa terlalu senang akan sesuatu yang biasa saja.

“Makanya jangan duduk di depan, gak akan punya temen,” katanya meneruskan.

“Kalau di depan bisa lihat papan tulis,”

“Kalau di belakang bisa lihat gue,”

“Hah…?”

Dia tertawa, “Hahahaha, bercanda. Lo ini serius banget, ya?”

“Mungkin…”

“Sorry ya gue cuma bisa bantu gambar, gue gak suka baca, soalnya.”

Aku melihat Rere dan Aldi sibuk searching di internet, aku ingin sekali menyelamatkan diri dari keadaan ini, tapi kenapa ia terus mengajakku bicara?

“Gak apa-apa, yang bisa gambar di antara kita juga cuma kamu.”

“Emang lo bisanya apa?”

“Mmm… baca?”

“Selain itu, dong! Masa gak ada yang lain?”

“Aku bisa pinjem buku di perpustakaan lebih dari waktu pinjemnya.”

“Hah kok bisa???”

“Soalnya penjaga perpustakaannya lagi istirahat makan siang. Kosong.”

Dia tertawa lagi. “Kamu nyuri dong??”

“Kamu?”

Dia menyelesaikan tertawanya kemudian bertanya, “Hah?”

“Itu tadi kamu bilang kamu… Harusnya kan lo…?”

“Oh iya. Maaf jadi kebawa.”

Aku menahan senyum dan melanjutkan pekerjaanku. Aku cuma berusaha menebak seperti apa bentuk perasaanku saat ini, seperti apa istilah yang tepat untuk menamakannya? Apakah ini cinta? Meski percakapan itu tidak juga membuatnya mengucapkan namaku?

***

“Absen dua puluh empat. Nasha Alina?”

Guru Bahasa Indonesia barusan memanggil namaku. Hari ini tiap murid membacakan tugas puisi tempo hari. Sebentar ya.

“Selamat siang. Aku Nasha Alina dan aku akan membaca puisi yang sudah kubuat. Puisi ini kuberi judul Di Sebelah Sana.

Aku jatuh cinta.

Aku jatuh cinta pada seseorang yang kukenali suaranya, tapi tidak bisa kuajak bicara.

Aku jatuh cinta pada seseorang yang berjalan melewatiku, tapi tidak pernah melihatku.

Aku jatuh cinta pada seseorang yang pernah memanggilku, tapi tidak tahu namaku. 

Aku jatuh cinta pada seseorang yang hanya bisa kuraih dalam bentuk doa yang rahasia, tulisan tidak terbaca juga karangan tak beraksara. 

Aku jatuh cinta pada seseorang yang akan selesai dalam puisi ini, karena ia memang tidak pernah berlama-lama. Ia hanya melintas, sedangkan aku tetap ada di sebelah sana tanpanya.”

Aku menutup kertas puisi itu, mendengar suara tepuk tangan, termasuk dari dia. Aku kembali duduk di kursiku, kembali ke alam nyataku, dan menghentikan semua khayalan itu. Sebab ia tetaplah seseorang itu. Ia tetap tidak tahu namaku. Dan percakapan kala tugas sejarah itu tidak pernah terjadi. Lagi-lagi, aku hanya memanjakan imajinasiku. Karena hanya itu bisaku.

297 responses to “Di Sebelah Sana”

  1. Anonymous

    aku pernah diposisi ini waktu itu aku dibangku kuiah semester 4 kalo diinget lucu sih, soalnya aku sama dia jarang ada komunikasi tiba tiba jadi suka. sungguh diluar nalar haha.

    Like

  2. cake nana

    Berbicara tapi tidak menyebut nama

    Like

  3. Astaga, aku baru baca ini. :(
    Genius banget, sih, Us. Selama ini aku bingung, gimana mau nulis cerita tentang one sided love padahal ‘alur’nya sendiri nggak pernah bener-bener dimulai. Semuanya ada di kepalaku doang. Nggak ada obrolan spesial di antara kami, yang buat spesial cuma karena aku terlalu bawa perasaan. Konyol gitu. Tapi cerpen ini ngewakilin banget. A perfect way to end an unrequited love: a poem. <\3

    Like

  4. Lilymatchablus

    Eh, Pausss kenapa aku ada dsini uss😧🤓

    Like

  5. Anonymous

    Jadi inget 4thn lalu seseorang yang juga memanggil ku dengan sebutan “eh” dan sampai detik ini dia tidak tau namaku, tapi aku selalu hafal nama lengkapnya 🌚

    Like

  6. Jello

    kukira cerpen ternyata kisahku 😌

    Like

  7. Anonymous

    Kerennn

    Like

  8. Nova

    Paaaauuuuuuss akuuu baperr akuuu bapeerrr

    Like

  9. Arum

    Padahal aku udh berharap itu beneran loh, ternyata imajinasi aja. Selalu ya paus bikin greget yg baca. Thank you, haluanku jadi makin jadi nih haha..

    Liked by 1 person

  10. hyungmu

    Kukira cerpen, ternyata kisahku☺️

    Like

  11. Elsa mega

    Kenapa jatuh cinta sendirian kadang sesulit itu ya ? Bahkan sekedar menahan diri untuk tidak perduli rasanya sesesak itu:)

    Like

  12. Baru aja tarik nafas mau tersenyum karena si Hasyim akhirnya ngajak ngobrol, eh di akhirnya malah kena jebakan imajinasinya. Emang ya paus makin kesini makin kesana:))

    Like

  13. Sab

    Us ini terlalu indah untuk hanya sampai disini saja.

    Like

  14. Ayu Andira

    Aaaaaa sedih

    Like

  15. Si tinggi

    Real banget :(

    Like

  16. Si tinggi

    Harus next

    Like

  17. Anonymous

    Us kamu tau aku bacanya sambil nendang2 kasur saking gemesnya, di usia 20++ ini ternyata aku masih bisa dibikin gemes sama cerita yang berlatar anak sekolah ini. Aaa gemes us semua bagian kamu tulis secara detail bikin aku ada ngerasain posisi nasha love you us

    Like

  18. Pupum

    Sedikit tapi berkesan

    Like

  19. cecan

    bu tisna emng the best

    Like

  20. Anonymous

    Ending yg tak terdugaa:)

    Like

  21. cecan

    BEST BANGET BUATAN IBI PAUS MAH 😍🤩

    Like

  22. Virdiya

    Ada part 2 nya nggak sih?

    Like

  23. Theresia lia

    “Lagi-lagi, aku hanya memanjakan imajinasiku. Karena hanya itu bisaku.”
    Karena dengan berimajinasi itu sudah membuatku bahagia walaupun tidak bisa di genggam 😅

    Like

  24. Anonymous

    Kerenn bgt lanjut dong pauss….

    Like

  25. Anonymous

    Ku kira hanya cerpen, ternyata kisah ku

    Like

  26. mmine

    akhhhh kena bgttt

    Like

  27. Ndy

    Ga pernah gagal emang tulisannya si Paus

    Like

  28. Syhll

    Kerenn bgtt bisa buat aku masuk ke dalam ceritanya HEBATT PAUSS!!

    Like

  29. Shyll

    Kerenn bgtt bisa buat aku masuk dalam ceritanyaa HEABATT PAUSS!!

    Like

  30. omg T_T, singkat tapi ngena banget…. :(

    Like

  31. Anonymous

    Endingnya full gantung, lanjut dong paus cantikkk :))

    Like

  32. lulu ma’luph

    ini isi hati aku buat dia, terimakasih us sudah mewakili

    Like

  33. Nida

    I LOVE IT KAKKK 😭😭🫶🏻🫶🏻🫶🏻

    Like

  34. nd

    SUKAAAAAAA BANGETT KAKK 😭😭😍🥰🫶🏻🫶🏻

    Like

  35. teri betina

    lanjut dong uss:((

    Like

  36. sapp

    mantep abisss, sering² kaya gini ya usss

    Like

  37. teri rebus

    teri jantan yg namanya arik subandiyah komennnya menyayangi paus, wah wah

    Like

  38. Anis

    Jadi, disebelah sana tu beneran cerpen atau memang kenyataan yg sedang berjalan?

    Like

  39. Anonymous

    Yaa ampunnn,, ngerasa banget ada di posisi Nasha..
    Astgaaaaaa
    😅😅😅😅😅

    Like

  40. Alno

    mleyottt saia 🥞

    Like

  41. Nitahyung

    Kukira cerpen, ternyata kisahku😭😭

    Like

  42. Anonymous

    mewek deh gueh

    Like

  43. Anonymous

    gangerti lagi tsan udahh

    Like

  44. Rahasia

    Aku hanya bisa mencintainya dari jauh, jauh yg sungguh menyenangkan.

    Like

  45. annee

    Suka deh ♡

    Like

  46. Popcron

    Memang sulit kalo terus terusan berada dalam imajinasi, tapi ga salah juga si yaa gmna ya .adduhhh dah lah

    Like

  47. Anonymous

    Aaaa jadi dejavu

    Like

  48. Arik subandiyah

    Gak tahu kenapa, kalau si tisna udah berimajina kelar hidup teri …
    Karena imajinasi yang dibuat sama tisna, pasti bisa ngajak semua teri ikut masuk kesana.
    Makasih banyak yaa tisna …
    Makasih sudah ada di bumi …
    Aku menyayangimu

    Like

  49. dtazml_

    pliss udh baperr bgt ehh malah ngayal

    Like

  50. Out of the box banget sihhh TehSanaku tapi kerenn

    Like

  51. Rookiee

    Lanjut,butuh kepastian nih

    Like

  52. Anonymous

    Apapun kisahnya tetep nyetuh hati yah kek ka US tuh bisa ngerasain apa yang kita rasain pdhl kita ga cerita cerita makasih ka us

    Like

  53. lanjutt dongg USS ceritanya 🥺, bagus bgt related

    Like

  54. Nadia Lulu Marini

    Hwaaaa pauss bikinnn lagi dongg, perasaan nya sama banget kaya aku waktu sekolaaa😭

    Like

  55. syifaa

    terjun bgt diri ini ke cerpennya ussss

    Like

  56. Anonymous

    seru ni ada lanjutannya ga?

    Like

  57. Anonymous

    Pausss😭

    Like

  58. Anonymous

    aduhhh ak mleyot bgt ‘klau di belakang bisa lihat gue’ KYK😭😭😭😭😭😭🤍 luv u us

    Like

  59. Anonymous

    Dalem bngt ya sha ya puisinya😭

    Like

  60. Anonymous

    Aaa.. Real bgt sama keadaan waktu itu

    Like

  61. Tiara cantik

    Lanjooottt ga sih

    Like

  62. Anne

    AAAA jadi keinget yang dulu

    Like

  63. Aliya

    Relate banget uss da best c paus

    Like

  64. Anonymous

    wkwkwkwkkwkwk malesin, kisahnya kek aku bgt gitu :)))

    Like

  65. sasa

    lanjottt

    Like

  66. Naya

    Berharap lebih sma ending tulisan paus tuhh sma halnya klo terlalu banyak berharap sma manusia (nyelekit)

    Like

  67. DCM

    Ceritanya ringan, kayak bacaanku dulu saat SMP, jadi kangen sekolah us hehehe

    Like

  68. bberyl

    uhhh releat bangettt, kaya seperti yg lagi ku alamiiii

    Like

  69. bberyl

    uhhh releat bangettt, kaya seperti yg lagi ku alamiiii

    Like

  70. Anonymous

    endingnya sangatlah menariq :)

    Like

  71. Rara

    Lanjutt dong us😙

    Like

  72. Anonymous

    Lanjut napa us🥺

    Like

  73. Anonymous

    Endingnyaaaaa 😭😭😭

    Like

  74. Iman

    Luluhhhhhhhh ahhhhh!!!!!

    Like

  75. Iman

    Relate gsihhh😭😭

    Like

  76. Anonymous

    gua mo nangis dah kasian nasha

    Like

  77. arunakala

    Disenangkan oleh imajinasi sendiri, dan dikecewakan oleh realita 🙂

    Like

  78. arunakala

    Disenangkan oleh imajinasi sendiri, dan dikecewakan oleh realaita :)

    Like

  79. Popyqooi

    Sumpah cerita2 kaya gini juga yg selalu ada dlm imajinasiku, dan kamu merealisasikannya. Ahh jdi termotivasi buat nuliss

    Like

  80. menyimpan dia di dalam khayal sajaa sudah menyenangkan huhu

    Like

  81. Anonymous

    Sangat relate sekali 😭

    Like

  82. Syafrida

    USSSSS KNP SO RILEEEETTTT AAKKKKK T.T
    Aku juga mengakhiri imajinasiku sendiri di ending sebuah puisi, tp sebenernya dia blm jg bener2 pergi us:” Dia tau namaku, tapi kita hanya bertemu di beberapa tugas kelompok, dan itu entah berapa tahun lalu. Ngomongin move on-nya si udh, realisasinya yang blm bisa2, helpppp us T.T
    Wkwkwk napa jd curcol ya, gpp deh, intinya aku sangattt sukakk, lop pausssss!

    Like

  83. Amel

    Nextttt

    Like

  84. amiftahuljannah85

    Sending virtual hug buat paus!! Lope u sekebon 🫶🏻
    Ayo di lanjut plis 🥲😍

    Like

  85. Ayu lemon

    Huhu relate yaak, selalu suka sama tulisan²nya. Luv paus

    Like

  86. Anonymous

    Kangen sekolah lagi us

    Like

  87. Senandika

    Kok kaya kisahku hehe (‘:

    Like

  88. Anonymous

    Sending virtual hug buat paus!! 🫶🏻 Lanjut pliss 😍😘

    Like

  89. Bener bener plot twist banget ya us:) dan bener bener khayalan aku banget:(

    Like

  90. Eridut

    Keren banget! Menurut aku nasha ini berani bgt untuk ngungkapin perasaan suka nya ke laki2 secara gak langsung. Ayok aku tunggu part 2 nya😭😭

    Like

  91. Bener bener plot twist banget ya us:)

    Like

  92. Anonymous

    Huhuuuuu😭😭

    Like

  93. Ristiana Noor Halissya

    Ending yang selalu mengejutkan, but I really like thisss!!! Semangat terus nulisnya ya pausss , love u sekebon sengg💜🤍

    Like

  94. Puput Zeto

    halu halu haluuu

    Like

  95. Anchovy

    Aaaaaaa tidak bisa ber word word😭

    Like

  96. Adilla Khairani

    Ya allah us,sering”yaa bikin cerlen gini

    Like

  97. Anonymous

    Endingnya tidak terduga 😭

    Like

  98. prahere

    awesome, lanjutkan •́ ‿ ,•̀

    Like

  99. Anonymous

    Waw imagination

    Like

  100. Dia nyata namun terasa fatamorgana

    Like

  101. Reality bngttt huhu mleyot:)

    Like

  102. Aensss

    Skajskaksksmam
    Lagi difase ini uss

    Like

  103. arifaaaaa

    ahhh baperr 😭

    Like

  104. Icaaa

    Ending yang realita :)

    Like

  105. Rohmah

    selalu kagum dengan apa yg di tuliskan paus, aku termasuk teri pasif karna mungkin jarang banget ikut komentar, share atau apapun. tapi dalam diam aku selalu kagum sm paus, kak tsana terimakasih karna telah menghadirkan karya karya yg indah🤗

    Like

  106. Aina Niawati

    kenapa aku sangat ingin sekali dekat dengan sesuatu yang sangat jauh?

    Like

  107. Rindu

    jadi ikutan mengkhayal kan gua us 🍂

    Like

  108. migimigi

    Aku bertemu Hasyim di kehidupanku, bedanya dia suka menetap dan bisa membaca keadaan, ya hanya itu. Sisanya, ya kita sama Nasha Alina.

    Like

  109. dsfo

    hmm agak nyesek si yaa 🥲

    Like

  110. Anonymous

    Ditunggu cerpen2 sekanjutnya usss..

    Like

  111. Dhimuth

    Aakkkk!! Always so fun reading your story uss, such a niche🥰❤

    Like

  112. Marsella Prihatini

    Berharap jadi buku wkkwkwk jatuh cinta karena ketidak sengajaan dan hanya rencana takdir wkwkk

    Like

  113. Fia

    udah baper taunya cuman khayalan. nyeseknya kena bgtt y

    Like

  114. Anonymous

    lanjut!!

    Like

  115. Fiya

    Baperrr, walaupun gaa seromantis yang layaknya pasangan cumaa diajak ngobrol, sukanya apaa itu aja udah cukupp huhu

    Like

  116. Indah Putri

    Bukan Paus namanya kalo endingnya ga membagongkan :)

    Like

  117. Selvina Fadhilla

    Kak paus boleh dong sering2 upload hehe

    Like

  118. Anonymous

    Buat cerpen lagi usss

    Like

  119. syifa

    gak expect bgt sumpah us endingnya giniii

    Like

  120. Ikaaa

    Endingnya itu lhooo WKWK

    Like

  121. anindyazkf

    relate bgt us! sering-sering bikin cerpen gasie?

    Like

  122. Anonymous

    selalu suka baca tulisan tulisan paus😭

    Like

  123. Nida

    Mantap jiwa

    Like

  124. Elsa

    Happy end nya mana us? :(

    Like

  125. Syerlina Titis

    Keren usss, lanjutt

    Like

  126. elica

    ending ny :)

    Like

  127. unna

    Kamu bikin aku flashback pernah mencintai org dlm pikiranku us😖

    Like

  128. Putri Dewa

    aaaaa kenapa sih??? semuanya hanya imajinasinya si Lo…eh… Nasha maksudnya :(((

    Like

  129. Ningsihy

    Ga bisa berword-word

    Like

  130. V

    HARUS SERING !

    Like

  131. Ainun Nasywa Sakhi

    Pausss sering-sering upload yaaa, sukaaa

    Like

  132. Anonymous

    seru bgt sii inii uss

    Like

  133. Anonymous

    endingnya di luar nalar US hadekhhhh

    Like

  134. Anonymous

    Kerenn banget uss!!

    Like

  135. Anonymous

    Aaaaaa sweet

    Like

  136. teri sedang

    sumpaahhhh paussssssss aaaa kamu selaluuuu saja pinter banget bikin anu😍😭😭😭lopyu pulll us

    Like

  137. Masa depan D.O

    Pargraf akhir puisi, sedang relate relate ny wkwkkw

    Like

  138. Alina

    Us tahu ga sih nama tokoh utama nya sama kek namaku, dan cerita nya pun hampir sama😭 i can feel it’s me, dan setiap aku jatuh cinta i always describe him through a poem, at the end pun sama jalan ceritanya denganku ketika aku SMA dulu, aku baca sambil flashback at that time, puisinya pun masih ada dan jadi gamon gara” kamu us..

    Like

  139. Nona

    Aku juga masih disebelah sana tanpanya

    Like

  140. Pernah di posisi itu us 🙂

    Like

  141. Wahibah nabila purba

    Entah sajaj apa lagi yang bisa menjelaskan bahwa aku jatuh cinta sama kamu, lalu kamu membiarkan aku jatuh bangkit sendiri dan cinta yang gak tau mau lewat mana lagi aku kirim. Ahhh paussss

    Like

  142. nasa

    Lanjut gak sieee 💐💐💐😔

    Like

  143. Seruu banget US, lanjut lagi ceritanya

    Like

  144. Anonymous

    emng kadang jatuh cinta itu aneh penyebabnya

    Like

  145. Ns

    Nasha adlah aku yg selalu buat imajanisanya sendiri, meski ga nyata tp aku suka karena dengan itu udah bikin aku senang. Apalagi nyata?

    Like

  146. Silva sasi Nabila

    Dikira bakal terbalaskan ternyata angan” doang

    Like

  147. Undomarett

    Masihh mau baca lagi😭 ayo dong us laniutin

    Like

  148. Peanut

    Endingnya bikin sesak nafas

    Like

  149. Uswa

    huaaaaaaaa, ingin ku bernyanyi lagu feby yg judulnya halu😭

    Like

  150. Byyy

    Ku kira nyata, ternyata tidak.

    Like

  151. Anonymous

    Jadi inget jaman SMA ku uss 🥺🤍

    Like

  152. Yogieyoo

    Sedih ahh “jatuh cinta diam-diam”

    Like

  153. rifalmuu

    bukan cerita horor tapi kok serem ya uss:)

    Like

  154. D.O Kyungsoo

    aaaaaaaaaaa nangis serius :( kek kisahku hanya beda tempat klau ini sekolah klau aku gereja. sma2 melayani tpi kita ga prnh tegur sapah. prnh sekali dia jabat tgn aku buat ucapin slamat hari minggu semenjak itu tidak ada lgi percakapan lain. dia pindah kota buat kuliah n aku pun jga kuliah di lain kota dri 2018 smpe skrng 2022 blum prnh brtemu :(. memnag betul mengagumi lbh baik dri pda tau perasaan nya yg sesungguh nya kek kita, btw smpe skrng masi suka berimajinasi klau suatu saat ktmu dia bkal kek mana mulai percakapan walau itu ga akan prnh terwujud jga si :(

    Like

  155. Anonymous

    pls us lanjutt!!!!

    Like

  156. Udh baper eh ending nya gitu bukan paus namanya kalo ngk beda ama ekspektasi kita wkwkwk

    Like

  157. WAWAK BLOG

    us sesekali bikin ending yg bikin teri senyum gitu looohhhh

    Like

  158. Anonymous

    Definisi dibuat terbang lalu dijatuhkan hempas kebawah oleh paus:)

    Like

  159. Rizka Kusuma Dewi

    Bener bener nih orang, udh bgus alurnyaa bahagia tiba tiba itu hanya rangkaian imajinasi. Love u US gpp kok

    Like

  160. Astrophilepily

    Anjai slebewww us kamu ini kok bisaa siiiiiii❤️🙏🏻😗, bagus banget woiii

    Like

  161. HAAAAAAAAAAAAHHHHHHH… KALO GINI SAMA KAYAK KISAHKU DONG US, BELUM DIMULAI UDAH SELESAI😭😭😭

    Like

  162. Anonymous

    gue pen nampol lo paus!

    Like

  163. IstrinyaKimtaehyungselirJaehyunselingkuhanTaeil

    Usss. Sering sering yaaaa up
    Thank u us💜💚
    Sudah mewakili cara menyukai seseorang yang belum tentu sadar kehadiran kita
    😔😌

    Like

  164. ameng

    hasyim ayo ma aku aja

    Like

  165. niyan

    sangat mewakili.. terima kasih paus❤

    Like

  166. MasyaAllah sukaaa <3

    Like

  167. Nurhana

    Manis

    Like

  168. Pramesti

    Sering2 upload aja gak sih Us???

    Like

  169. yolseu

    akhirnya gmna? tetap tidak bersama?

    Like

  170. Viva

    Ending yg sangad membangongkan

    Like

  171. v

    suka gitu ya endingnya wkwkwk

    Like

  172. Aditya Pramesti

    Sering-sering upload aja gak sih Usss???

    Like

  173. someone

    kaya akuu, suka memanjakan imajinasiku sendiri, karena aku tau realitanya pasti ngga bakal pernah terjadi sama yang aku harapkan.

    Like

  174. Isteri thv

    Ka tsanaaa🥺🥺🥺

    Like

  175. sun

    gemazZZzz skalii km maniez skali nasha jatuh cintanya tapi knp tidak mengajak kenalan

    Like

  176. Anonymous

    Sederhana tapi nyampe US🥺 gemas gemas manja😂

    Like

  177. anijaaak

    Ini cerpen atau atau dejavu:”)

    Like

  178. Anonymous

    Ih seruuuuu, lagii doong

    Like

  179. Kiki alia

    Yok terusin us, kentang ini bacanya wkwkk

    Like

  180. ana

    cuuu buangett us

    Like

  181. It’s Me

    Terima kasih Paus ❤️🙂

    Like

  182. Anonymous

    endingnya…:)

    Like

  183. esterspy

    tidak ada yang sedih… tapi aku baca cerpen ini pas lagi hancur, dan aku terhibur. sayang sekali sama kamu, tsan.

    Like

  184. Anonymous

    Paus, keren bgt !

    Like

  185. esterspy

    apakah tidak ada lanjutannya?

    Like

  186. Anonymous

    Ini udah senang dia bisa ngobrol. Taunya plot twist lagi

    Like

  187. Anonymous

    Seseorang yang indah hanya akan berakhir pada tulisan yang indah.

    Like

  188. Aku

    Gatau mau komen apa. Speechless baca ceritanya kek kek kek manaaaa gt huhu ayo paus bikin lagi yaaa

    Like

  189. Snflwr

    Kok endingnyaa sangat sangat membuatku gemas yaaa:) cinta dalam diam + do’a

    Like

  190. Nay

    Wkwk ngeselin endingnya

    Like

  191. Anonymous

    Yang related angkat tangan 🖐️
    Makasih sudah disuarakan, paus 🙏

    Like

  192. It’s Me

    Sesederhana apapun, kalau yang bikin paus, endingnya selalu bikin bilang “lanjut dong us, bikin lagi”. “buat lagi yang banyak us”. semangat paus sayang, sehat selalu pausnya teri.

    Like

  193. Anonymous

    padahal udh tau ini cerpen ttp aja msih ngarepin lanjutannya

    Like

  194. Nur Annisa Putri

    wah gatau mo ngomong apa deh us😔 ga bisa berword word liat ending yg km buat😭😭

    Like

  195. Ddillssss

    KAMU SELALU KEREN US

    Like

  196. Pud

    HAH??? Jadi ini yang dinamakan halu :((

    Like

  197. paus

    ending nya diluar ekspektasi, yu bisa yu jadiin buku us hahahaha

    Like

  198. Dilla

    Baper ya ges meleyot sekali saya

    Like

  199. bil

    PAUS IH 😭 ini bagus bagus bagus banget aku padahal udah yakin pas setelah tugas sejarah itu mereka bakal jadi lanjut ngobrol, apalagi dia harusnya udh notice si nasha, tapi ternyata kamu buat mereka tetep sama. sama sama buat ga saling kenal 😭 no, buat hisyam tetep ga kenal nasya lebih tepatnya 😭 paus ini well writen banget, dapet dan kerasa banget perasaan nasha disini huhu thankyou cerpen nya us <333

    Like

  200. Kendassl

    US BISA STOP GANTUNG PERASAAN KITA GAK?!?

    Like

  201. Anonymous

    I love it us🤍

    Like

  202. eunoia

    Bukan paus kalau endingnya nggak jumpscare.

    Like

  203. Annisa Nurhalisa

    ga tau mau ngomong apa lagi selain indah banget.

    Like

  204. Stefany

    Hahaaaaaa aku sih pada waktu itu, dan emang ga berlanjut juga ga tau lagi dia gimana kemana dan dimana sekarang wkwk, persaannya pernah ada lucu aja ternyata

    Like

  205. Anonymous

    pausss

    Like

  206. Anonymous

    😭🥲🥲

    Like

  207. Anonymous

    Tsan, tengyuu sooo much karya kamu bener-bener relate dengan apa yg aku rasain sekarang, keren!!! 🥹🫶🏻

    Like

  208. Anonymous

    KEWRENNNNN

    Like

  209. owooo

    :)

    Like

  210. Anonymous

    ANJAY ANJAY ANJAY ANJAY LANJUT GA?????!!!! LANJUT DONKKKKK ><

    Like

  211. Daraaaa

    Masaa ginii doang siiiihhh uussss gue pgn liat dia sampe nikaahh laahhh

    Like

  212. Herher

    Lagi-lagi hanya imajinasi, but thank you paus sudah mewakili caraku mencintainya

    Like

  213. Daraaaa

    Aduuuhhh apa siihh iniii,mana boleehh sampee sini ajaaa oiiii😭😭

    Like

  214. dindaarumarirozzaqon9

    Bukan paus kalau endingnya nggak jumpscare.

    Like

  215. Herher

    Lagi-lagi itu hanya imajinasi, but thank you paus sudah mewakili caraku mencintainya

    Like

  216. Anonymous

    Lanjuuttttkannn Nashasyim

    Like

  217. Kiyaa

    Kamu selalu mampu menceritakan apa yang tak mampu aku jelaskan US 🥺

    Like

  218. Itsmebluebjru

    Seperti kisahku dulu

    Like

  219. Anonymous

    YAAMPUUUNNN KENAPA SIH ENDINGNYAAA, PLIISSS

    Like

  220. miwoo

    jadi flashback zaman SMA :)

    Like

  221. Owl

    “Kembali ke alam nyataku.”
    Paling suka pada kalimat ini 👍

    Like

  222. Anonymous

    Aduhhh

    Like

  223. Anonymous

    pauussss:’) cenahang ya? ininah kehidupan gue waktu kelas 2 smp duluuu😩 pesis bgt gaboong

    Like

  224. Anonymous

    Woylahh!! Mana pernah paus bisa ditebak, endingnya selaluuu…

    Like

  225. Anonymous

    Ceritanya terlalu singkat untuk diakhiri:)

    Like

  226. Anonymous

    puisinya❣❣❣

    Like

  227. rin

    pengen baca kelanjutan nyaa us

    Like

  228. Keren tsana

    Like

  229. Sabrina Mutia

    huaaaaa! feel-nya kebawa, serasa baca wattpad :((

    Like

  230. sapir

    udh jrg baca cerpen, sekalinya baca cerpen. sungguh dibuat campur aduk sama paus hiks

    Like

  231. Kubikubiku

    (๑•ᴗ•๑)♡

    Like

  232. Anonymous

    Suka sm teman sekelas rasanya tuh ASKAFSJSKSVBSJZB

    Like

  233. Cinta tanpa disadari gaa si us.
    Ceritanya hampir sama dengan saudari kembar ku us wkwk. Kembaran ku juga sampai buat puisi buat tmn skls yg jdi crush nya itu haha
    Btw puisinya bagus bgttt us pas smaa cerita pendek nyaaa. Harus ada next cerita pendek baru siii.

    Like

  234. Anonymous

    Seperti de javu😭

    Like

  235. ipr

    Aaaa sukaaaaa

    Like

  236. day

    nasha, apa imajinasi itu perlu untuk dimanjakan?

    Like

  237. Uss aku ngerasa kalo cerita ini buat aku:)

    Like

  238. Anonymous

    ihhhhh parah ihh

    Like

  239. Terinya paus

    Endingnya sangat terlalu paus

    Like

  240. Diana

    Aaaaaaa Ada lagi gak😭😭😭

    Like

  241. Anonymous

    HUAWAHHHHH😭😭😭😭

    Like

  242. your fav gemini

    Duh gue bingung mau ngomong apa. Soalnya “caraku jatuh cinta” sudah dijelaskan lewat puisi. Terimakasih sudah mewakili, Paus.

    Like

  243. Andromeda

    AAAA SUKAKK

    Like

  244. Alyssa Rinjani

    Inget dia:)

    Like

  245. Embundipagihari

    Aku juga berimajinasi berlebihan dengan endingnya usss
    Padahal aku udah senyum-senyum sendiri bacanya agak related gimana gitu sama masa masa SMA ku dulu hahaha

    Like

  246. Nisa Almadina

    Paus pasti dehh ending nya gitu 😭😭💔 sudah ikut masuk ke dunia Nasha lah kok cuma imajinasi nya

    Like

  247. Taa

    Lanzut

    Like

  248. Anonymous

    buatt laagiiiiii, lanjutttt

    Like

  249. ᮄᮜ᮪ᮙ

    Tepat sasaran

    Like

  250. ya gitu ya, ternyata gasemua hal harus kita kenal sampai dekat, sampai terlalu dekat.

    Like

  251. Anonymous

    I feel l that to

    Like

  252. ending sangat tak terduga:)

    Like

  253. Siti Maulida

    jujurly ka,ini cerpen nya bagus bgtt.persis nge gambarin diri aku yg dulu suka sama seseorang tpi dia gatau namaku…
    Buat cerita ini 9/10 the best kaaa suka bgt sama cerpen nya and cerpen nya juga menarik,lain kali buat cerpen lagi ya ka mwheheh 💟💟💟

    Like

  254. Jatuh sebelum mencintai, berakhir sebelum dimulai.

    Like

  255. lea

    LUCUUU, beneran relate bgt sama kisah aku pas SMP😭😭😭. Aku jd ikut senyum2 pas baca aaaargh gemech, jd kangen masa itu🥺

    Like

  256. tika

    PAUSSS tanggung jawab akuu baperrr 😭😭
    Kenapaa bisaaa cerpen inii bisaa buat akuu ngakak, sedihh, sekaligus haruuu 😭😭🥺❤️

    Like

  257. Galuh Sitatorik

    “Kenapa aku ingin sekali dekat dengan sesuatu yang sangat jauh?” . Lagi relate bgt sm bagian ini:)

    Like

  258. rose

    gile ussss, dapet banget😭

    Like

  259. liaaaa

    paussssss,hampir sma dgn kehidupan ku bedanya dia udh tau nama aku😭😭😭😭

    Like

  260. Bunga Ayu

    The best parah cerita nya seolah olah si pembaca yg ada di dalam cerita itu😭😭😭😭😭😭😭💙💙💙💙

    Like

  261. Secre’ admirer

    Gini, nih, yang kalo dikelas suka ketiduran atau emang sengaja tidur?

    Yeeeeee… malah menghayal! Ngimpi looo, woy! Bangun!

    #rintiksedumagis

    Like

  262. kok aku nyesek ya bacanya 🥺💔

    Like

  263. Rijjj

    AAAA PAUSSSSS SENYUM SENYUM SENDIRI KAN, PAS ENDING JDI MENGSADDD

    Like

  264. ismi

    selalu gini ya! ringan dan bikin hanyut, juga gemesh!!!! semangat yaa tsana! aku jg sedih beberapa kali ditinggal oleh kucing peliharaanku, tp aku selalu tidak berlarut padanya. Fighting!!🤍🤍

    Like

  265. tyara

    AWWWWWWWWW,LANJUTTTT PART 2!!

    Like

  266. Anonymous

    Pausss makasih lo udah buat aku mewek😭

    Like

  267. Cahya Wulan

    Bisa bisanya kamu ya aku yah seneng dia bisa ngobrol ehhh endingnya ga banget.
    Bisanya cuma matahin ekpektasi orang yaa kamu paus huh

    Like

  268. Anonymous

    Pauuussss, makasih loo udah buat aku mewek🥺

    Like

  269. Indi

    Dan ku tunggu lanjutan cerita nya , berbakat sekali kamu, saya jadi terhanyut

    Like

  270. Anggi

    Gatau ah related amat sm sma ku dulu kek gtu😭

    Like

  271. Rahmah Darwis

    Definisi abadi dalam tulisan🙂

    Like

  272. Anonymous

    Aku jatuh cinta pada seseorang yang mengetahui ku, namun tak mengetahui rasa ku

    Like

  273. marsya aurel

    KAK SANA INI BENERANNN BAGUSS BANGETTT LOPPPPPP

    Like

  274. Anna

    Aku jatuh cinta pada kita yang tidak pernah benar-benar berbicara

    Like

  275. adelia

    ya gitu ya, ternyata gasemua hal harus kita kenal sampai dekat, sampai terlalu dekat.
    bisa bahaya, lebih membahayakan.
    jadi cukup sekedar lewat aja, karna gabisa nuntut apa apa juga, sekedar bicara lebih jauh pun gabisa.

    Like

  276. Anonymous

    “Lagi-lagi, aku hanya memanjakan imajinasiku. Karena hanya itu bisa ku.”
    Aku yakin banyak sekali yang relate dengan kata-kata ini:’)

    Like

  277. Rikhaulfaaacantikkk

    lanjutin dong us pengen baca sampe happy ending wkwkwkw

    Like

  278. Anonymous

    USSS KERENN. aku suka kata kata yang ‘aku hanya memanjakan imajinasiku’ related sama aku 👍🏻😭

    Like

  279. Dinda Na.

    Us ini ga relate sama kisahku, tapi masa aku senyum-senyum sendiri 🙂

    Like

  280. Cerita yang sangat menarik, penulis rintik sedu tidak pernah gagal membawa pembacanya masuk ke dalam ruang cerita yang di buat

    Semoga kak tsana selaku penulis dari cerita ini sehat selalu dan karyanya semakin banyak peminatnya 😍

    Like

  281. inayah

    US SUMPAH HARUS BGT LANJUUUTTT UDH KEBAWA SUASANA BGT INII USSS

    Like

  282. Latifah

    Aaaa pauuss kerenn bangettt, aku bacanya sambil salto-salto sendirian😭🤣🤣wkwk kayak pernah ngerasain gini juga waktu masih di bangku sekolah😭😭

    Like

  283. Diah Ertiana Kurniasih

    Aaa gemes banget ini, sering sering ya us bikin cerpen kayak gini. Nanti di jadiin satu buku pasti bakal bagus deh huhu.

    Like

  284. Tolonglah us jangan suka ngatain terimu!! Ini relate bat woii!
    Kalo gw ngerasa dia suka balik takutnya gw lagi ke GR an doang us

    Like

  285. Pina Ulpiah

    Ahhh cerpennya terekam jelas di kepala aku..
    Lagi² kamu mempermainkan imajinasi kita..keren banget💙💙💙💙💙💙💙💙

    Like

  286. Anonymous

    Lagi-lagi, aku hanya memanjakan imajinasiku! 🙃

    Like

  287. Bagusss bangettt ka pauss

    Like

  288. Dew

    WHAT THE- THE ENDING THO! PAUSSSSSSS! WHY U ALWAYS THE ENDING WAS SO PLOT TWIST! 😭😭😭

    Like

  289. Okta

    AAAA KEREN BANGET US😭

    Like

  290. Lilaaa

    ((Karena hanya itu bisaku.))

    Like

  291. Aaaaa bagus bangettttt

    Like

  292. Anonymous

    Wah jadi keinget kisah ama first love😭

    Like

  293. Anonymous

    Bagus bangettttttyy. Aaaaa suka. Ini kayak jatuh cinta sendirian. Aku banget huhu

    Like

  294. Anonymous

    NANGIS SEKEBON

    Like

  295. ayange_jaehyun

    npa jadi idup gue y, kn kek merasa☺️🤌

    Like

  296. Anonymous

    ADUHHH!!! Sama banget lagi sama cerita nyata ku 😭

    Like

Leave a comment