MYTSKM – 10

Sepulang kerja, Rani bergegas pulang ke apartemennya. Seseorang sudah menunggunya di sana. Dari depan lobi, dilihatnya seorang perempuan berambut pendek seleher dengan kacamata tebalnya. “Bell!” sapa Rani kemudian menghampirinya.

Seperti yang sudah dia bahas dengan Surya tempo hari, bahwa Bella, teman sekolahnya dulu, akan menjadi teman apartemennya yang baru.

“Lama, ya, nunggunya?” tanya Rani.

“Nggak, santai kok,” ucap Bella. “Lo dari kantor banget ini? Sama siapa?”

“Sendirilah!”

“Yah, kok sendiri? Ke mana si Surya-Surya itu?” tanya Bella menggoda Rani.

Rani tersenyum tipis. “Lagi nganterin nyokapnya ke dokter gigi,” 

“Cie… Saling ngabarin, nih, ceritanya?”

“Udah, ah! Ke atas yuk,” ajak Rani sambil membantu Bella dengan barang bawaannya. 

Di dalam lift, Bella belum juga menghentikan percakapannya dengan Rani tentang Surya. “Kata Gina, lo sama dia, tuh, HTS?”

Rani melongo. “HTS gimana? Orang cuma temen kantor, Bell,”

“Cuma temen kantor?” sahut Bella mengulang ucapan Rani. “Cuma temen kantor, tapi nonton konser berdua? Cuma temen kantor, tapi selalu makan berdua? Cuma temen kantor, tapi sekarang, dia jadi tetangga lo karena dia khawatir lo tinggal sendirian nggak ada yang nemenin? Itu bukan cuma temen kantor, Rani, itu namanya HTS!”

“Nggak HTS, Bell, dia emang kayak gitu orangnya,”

Bella geleng-geleng kepala, dia tidak menyangka temannya sangat tidak peka. “Oke. Anggaplah emang bukan HTS, tapi seenggaknya, lo sadar kan kalau dia suka sama lo?” tanya Bella.

Rani mengangkat bahu. Membuat Bella spontan merespon, “Kok gitu?”

“Kalau lo kenal dia secara personal, lo pasti paham maksud gue,” jawab Rani. “Kadang, dia emang kelihatan kayak tertarik, dan gue bisa ngerasa kalau dia peduli sama gue. Gue pun nyaman sama dia. Gue nyaman untuk makan bareng dia, untuk ngobrol lama sama dia. Tapi, di sisi yang lain, kadang dia kelihatan kayak cuma bercanda. Jadi… Gue nggak yakin kalau dia suka sama gue. Hmm… Menurut gue, dia bukan suka sama gue kayak jatuh cinta gitu, kayaknya nggak. Dia cuma tertarik aja gitu. Kayak—”

“Astaga, Rani?” sela Bella memotong kalimat Rani yang belum selesai. “Lo, nih, masih mikirin Dipta?”

Rani masih memikirkan Dipta. Rani masih terlalu memikirkan laki-laki membingungkan itu. Sadar atau tidak sadar, Rani masih berputar pada perasaan dan orang yang sama. Dia pun sering bertanya pada dirinya sendiri. Apa iya gue masih stuck sama Dipta? Apa iya gue kayak gini ke Surya, karena gue belum bener-bener selesai Dipta? Iya, tapi mau selesai dari apa? Apa yang pernah gue mulai sama Dipta? Apa yang masih menahan gue? Apa yang membuat gue berat untuk mencoba buka hati sama orang lain?

***

Dua bulan berlalu. Rani masih memiliki tiga bulan untuk menyelesaikan naskah buku pertamanya. Selama dua bulan terakhir, dia mampu menuliskan enam bab dengan cukup baik. Dia belum menemukan kesulitan hingga di bagian Dipta menjadi orang asing yang jauh dari jangkauannya, pada saat itulah, tulisannya berhenti.

“Ran? Ada Surya, nih!” panggil Bella dari ambang pintu. 

Rani tidak menyahut, dan seperti biasa Surya langsung segera masuk ke dalam. Sesaat kemudian, Surya melihat Rani yang duduk di sofa sambil memandangi layar laptopnya. “Nama Rani Mentari, tapi masih pagi mukanya udah mendung gitu?” sapa Surya sambil duduk di sampingnya. 

“Kenapa? Bingung sama naskahnya?” Surya bertanya lagi karena Rani diam saja.

Rani menoleh kepadanya, kemudian mengangguk. “Buntu, deh, gue. Belum nambah lagi halamannya,” ucapnya pelan.

“Buntu gimana? Apa yang buat jadi susah?” tanya Surya lembut.

Rani terdiam sebentar. Dia berusaha memastikan bahwa meminta penadapat Surya tentang naskahnya bukanlah sebuah kesalahan. “Ceritanya cuma seru di awal, Sur,” ucap Rani mulai bercerita. “Setelah tokohnya asing dan di-ghosting, sebenarnya ceritanya jadi nggak seru lagi, jadi nggak happy. Gue jadi nggak yakin apa yang harus ditulis. Stuck.”

“Mmm…” gumam Surya sambil menatapnya serius. “Emang ada buku yang ceritanya seru doang? Yang isinya cuma seneengggg….terus?”

“Iya—yang namanya buku emang nggak mungkin isinya cuma happy,” sahut Rani.

“Terus? Di mana masalahnya?”

Rani berbalik menatap Surya sebentar, sebelum akhirnya menjawab, “Masalahnya… Gue jadi nggak happy lagi nulisnya,” 

Mendengar itu Surya pun melongo. “Hah? Mana bisa kayak gitu?”

Rani mengangkat bahu, memberi isyarat bahwa dia juga tidak bisa memahami keadaannya sekarang ini. “Hebat, ya, penulis di luar sana. Mereka bisa dengan kuat dan berani menyelesaikan naskahnya. Padahal di dalamnya, mereka harus menghadapi bagian-bagian yang udah pasti nggak mudah,” sahut Rani, suaranya kian memelan.

Kali ini, gantian Surya yang diam, seperti membiarkan Rani meneruskan ceritanya. 

“Buat beberapa orang, menulis kan berarti mengingat ulang, dan nggak semua ingatan itu menyenangkan,” sambung Rani. “Biasanya, kalau lagi baca novel, dan tokoh utamanya berpisah dengan tokoh yang nggak tepat buat dia—gue pasti nggak sabar untuk lanjut ke bab berikutnya. Gue nggak sabar untuk baca bagian di mana tokoh utamanya ketemu tokoh baru dan melanjutkan hidupnya. Eh, giliran nulis buku sendiri, baru tahu kalau perpindahan semacam itu nggak gampang, ya. Mungkin tokoh utamanya bisa beranjak, bisa terus jalan dan ketemu tokoh baru, tapi, guenya yang udah cocok banget sama tokoh lama itu. Entah karena beneran cocok atau karena gue masih bertanya-tanya aja,”

“Bertanya tentang?” sahut Surya cepat.

“Tentang kenapa dia milih berhenti dan pergi,” jawab Rani. “Kalau menurut lo, Sur? Dari sudut pandang lo—kenapa seseorang bisa milih untuk ninggalin seseorang begitu aja, setelah sempat melalui hari-hari bersama? Ninggalin—tanpa ada perpisahan apa-apa?”

“Karena pengin aja nggak, sih?” jawab Surya membuat Rani seketika membisu. “Buat gue hidup itu antara iya atau nggak aja. Gue nggak suka mempertanyakan sesuatu yang akan bikin gue capek sendiri. Jadi, daripada gue pikirin alasan dan jawaban yang nggak bisa gue dapatin, gue lebih baik menyimpulkan, bahwa dia pergi ya karena maunya pergi. Kita emang nggak bisa selalu dapat perpisahan dari tiap pertemuan, tapi kita bisa buat penutupan sendiri, kan? Supaya bener-bener selesai dan bisa pulang?”

Rani kelihatan ragu. “Gitu, ya?”

“Iya, dong,” jawab Surya mengangguk yakin. “Mungkin, setelah bagian serunya udah selesai, lo bisa coba mulai nulis tentang gimana tokoh utamanya mencoba untuk menghadapi banyak pertanyaan dan kebingungannya sendiri. Bahwa dari asingnya dia dengan si tokoh lama, dia jadi punya transformasi karakter—in a good way? Dari tokoh yang terjebak di cerita yang nggak jelas, menjadi tokoh yang lebih berani untuk membela dirinya sendiri.”

“Membela dirinya sendiri?” tanya Rani mengulang ucapan Surya. 

Surya kembali mengangguk. “Si tokoh utama akhirnya sadar, kalau dia sebenarnya berhak mendapatkan seseorang yang nggak buat dia nebak-nebak. Jadi, dia nggak akan biarin dirinya jatuh di tempat yang sama lagi. Iya, kan?” 

Rani tersenyum tipis. “Lo kalau lagi kayak gini ternyata lebih nyenengin,”

Surya terdiam, menikmati senyuman yang bukan miliknya itu. 

Guys, gue ada di sini, lho, daritadi???” sahut Bella yang berdiri di dekat TV sambil mengenggam handphone-nya. “Nih, lihat. Sampe gue videoin,” 

Bella menunjukkan videonya, “Tuh. Serius banget kayak di film-film,” kata Bella lagi.

“Ih! Ngapain divideoin, sih. Hapus, ah!” protes Rani.

Bella menarik handphone-nya. “No, no, no. Lumayan, nih, kalau gue taruh di TikTok. Pasti banyak yang relate. Hari gini siapa coba yang nggak pernah stuck sama cowok HTS yang nggak jelas dan hobi ghosting? Iya, nggak, Sur?”

Surya tertawa. “Harusnya lo bilang kalau mau videoin, Bell, biar gue bisa siapin microphone terus sekalian podcast, deh.”

Rani memukul tangan Surya. “Rese banget!” ucapnya sewot. “Udah sana, Bell, katanya lo mau malem mingguan?” sahut Rani. 

“Oh, iya! Duh! Udah telat, nih, gue. Gara-gara Podcast Raya, nih,”

Rani memandanginya bingung. “Podcast Raya apaan?”

“Podcast Rani-Surya,” jawabnya meledek sambil nyengir.

Rani segera mengambil remot TV bersiap untuk melemparkannya ke arah Bella, “Sana, nggak?”

Bella tersenyum geli dan bergegas kabur dari hadapan Rani, sementara Surya meraih remot TV dari tangan Rani. “Nggak usah bawa-bawa remot segala dong, Ran,”

“Iya, habisnya, sih! Bella, tuh, usil banget,” protes Rani. “Dia bener-bener mirip lo, deh, pokoknya. Lo pasti cocok kalau sama dia.”

Surya menatapnya sinis. “Mulai,”

Rani pun menanggapinya dengan menyengir dan kembali mengerjakan naskahnya di laptop. 

“Eh, iya. Ngomong-ngomong, lo cepet juga akrab sama Bella?” kata Surya lagi. “Bukannya lo sempet bilang, kalau lo sama dia nggak sedeket lo sama Gina?”

“Asli, Sur, gue juga shock. Seinget gue, dulu dia kalem,” sahut Rani cepat. “Kaget gue dia berubah jadi seru dan ceria kayak gitu,”

“Itu dia, Ran, karena sekarang deket, lo baru bisa tahu kalau dia ternyata anaknya seru, dan nggak kalem. Sama aja kayak waktu dulu gue kenal lo. Gue kira lo ramah dan friendly, ternyata galak, judes, dingin, tapi sebenarnya lembut sekali hatinya,” Surya menjelaskan. 

Lagi-lagi, jawaban Surya membuat Rani kesulitan untuk menyembunyikan kagum pada wajahnya. 

“Kok lihatin gue kayak gitu? Kenapa? Gue keren, ya, Ran?”

Rani segera membuang pandangannya, dan kembali menatap layar laptopnya. “Nggak, itu lo ada upil,” ucap Rani berusaha menenangkan hatinya sendiri—yang entah kenapa merasa gugup. 

“Ah, masa iya gue ada upil, Ran?” seru Surya sedikit terkejut.

“Oke, gue coba lanjutin lagi naskahnya sesuai saran dari lo, ya?” Rani bertanya kepada Surya dengan sedikit ragu sambil menghela napas panjang. 

“Gue boleh di sini, Ran? Gue janji nggak berisik, gue janji jadi patung,”

Rani mengangguk setuju, dan mereka pun menghabiskan sore hingga malam itu berdua—seperti biasanya. Surya menemani Rani menulis di satu malam minggu yang romantis. Entah romantis atau tragis—karena Surya tidak lain sedang mendampingi Rani menyusuri masa lalu tentang tokoh lama yang masih jadi favoritnya. 

67 responses to “MYTSKM – 10”

  1. dzulkifli807

    Surya kaya enggak kelihatan gitu ya, padahal udah jelas banget selalu disamping Rani

    Like

  2. Anonymous

    Dibaca berkali2 juga tetep nyengir2 sendiri😭

    Like

  3. Anonymous

    marah sih kalau ga jadi raya

    Like

  4. Anonymous

    DUH GUE TIM DIPTA LAGI T___T

    Like

  5. Fay

    sabar sabar BAHAJHAJHJAJ, #teamRAYA

    Like

  6. Anonymous

    sukses deh sur

    Like

  7. Anonymous

    ini kapan ya adegan mesra RAYA 😭😭😭

    Like

  8. Anonymous

    WKWKWKWKKW SURYA

    Like

  9. Anonymous

    mauu surya.

    Like

  10. Anonymous

    ini emang lagi musim HTS an ya ussss???

    Like

  11. Anonymous

    UPDATENYAA TIAP HARI DONGGGGG USS

    Like

  12. Anonymous

    ADUH GEMESNYOOOO surya semangat aku mendukungmu paus yg bnr2 aja ya paussss PLISSSS

    Like

  13. Anonymous

    Sur semangatt sur

    Like

  14. teripaus

    waduhh #savesurya

    Like

  15. Anonymous

    kaya nyindir aku, tapi bukan aku…

    Liked by 1 person

  16. piratebriskly20dbc82e86

    Good luck deh Sur

    Like

  17. Anonymous

    Rannn, kenapa hanya sesimpel transisi, pindah, menjauh bahkan menghapus cerita lama jadikan dan buatlah cerita lagi yg baru susah amattt, kadang mikirnya hidup kok drama banget kayak gini ya.:(

    Like

  18. Anonymous

    sur sur yg semangattt yaa☺️🙂‍↔️

    Like

  19. Anonymous

    sur sur yg semangat yaaa☺️🙂‍↔️

    Like

  20. Anonymous

    Gue curiga rani bakal ketemu dipta di coffe shop dan kopi yang rani suka pesen itu, ternyata yg buat itu dipta. Aaarrgghhh…..

    Like

  21. Anonymous

    #savesurya #justiceforsurya

    tapi aku tetep penasaran sekeren apa si Dipta sampe si Rani lama bener moveonnya?! 💔

    Like

  22. Anonymous

    kayak sengaja nyindir aku..

    Like

  23. Anonymous

    Ditunggu ending cerita Rani

    Like

  24. Anonymous

    Selesai juga ngikutin cerita Rani, ga sabar endingnya bakal gimana ni ceritanya

    Like

  25. Anonymous

    Pasti si Dipta muncul di saat ga terduga. Semesta tlg jgn pertemukan Dipta dgn Rani lagi dong. Nanti perasaannya Rani muncul lagi, soalnya udah cocok dari nama Suryaaaaa dan mentariiiiiiiiii 😌

    Like

  26. Anonymous

    awas aja ya lo sur ujungnya nge ghosting rani juga!!

    Like

  27. Anonymous

    KATA GUE SURYA LO CEPET CONFESS GAAAA

    Like

  28. Anonymous

    semangat jadi backburner, sur ((:

    Like

  29. Dian Rachma Denani

    SURYA RANI HARUS BERSATU

    Like

  30. Raihanah Labibah

    Jadi kapan pre-sale bukunya sama parfumnya us?☺️

    Liked by 1 person

  31. Anonymous

    awas aja tiba tiba si dipta say hai again
    rani sudah mulai degdegan ga seru banget kalo dipta tiba tiba come back

    Like

  32. Detaa

    OMG FIKS RAYA KU AKAN BERLAYAR
    KALO CUMA MASA LALU GAMPANG LAH BIAT SURYA(?)
    YAA NGGA SURR👀

    #RAYA_PASTI_ BAHAGIA

    Liked by 2 people

  33. Anonymous

    karakter surya adalah definisi karakter yang kuat, dia ga sebercanda itu, dia seserius dan sepemerhati itu, kenapa kuat? kalo main logika ya buat apa nemenin seseorang yang lagi mengenang masa lalunya dan kenangan itu akan ada di satu parfum yang semua orang akan pakai itu, secara ga langsung semua orang akan tau tau dipta, lalu surya? ya surya tetap pemenangnya, masa lalu tetaplah masa lalu, di masa sekarang udah cukup ada surya #TIM_RAYA_GARIS_KERAS

    Like

  34. Anonymous

    CIEEEEE RAYAAAAAAAA

    Like

  35. Anonymous

    ntar Rani jadian sama Surya, out of nowhere Dipta balik lagi, Rani balikan sama Dipta, Dipta ghosting lagi, Rani mau balik sama Surya, Surya udah sama org baru 💔🪫

    Liked by 2 people

  36. Anonymous

    ntar Rani jadian sama Surya, suddenly Dipta dateng, Rani balikan sama Dipta, Dipta nge-ghosting lagi, Rani mau balik lagi sama Surya, Surya udah ada yang baru

    Like

  37. Anonymous

    usss, kok cerita ini mirip sama buku KATA, tokoh utamanya masih gamon sama orang lamaaa 😭🤏🏻

    Like

  38. Anonymous

    kok sama kayak kisahku uss.. surya adalah aku.. tiati dah sur, mending go away😭😭

    Like

  39. Anonymous

    fix ini cerita gue 🥲

    Like

  40. Anonymous

    BENER-BENER RELATE BANGET SAMA KEHIDUPAN GUE!!!

    Like

  41. Anonymous

    akhirnya rani mulai melupakan dipta dan mulai move on ke surya, kebetulan banget surya datang di saat yang tepat diwaktu yang pas. Surya jadi makin ada rasa ke rani tapi raninya? Masih tetap dengan sikap yang awalnya tidak peka terhadap perasaan seseorang hisss, dasar women!

    Like

  42. Anonymous

    aku jadi upil, kalian jadi apa? dan uss manusia favorit tuh emang beneran ada ya, mau sejauh apapun kita melangkah dia tetap punya tempat tersendiri. Bukan buat nerima dia kembali, tapi cuma untuk mengenang.

    Liked by 2 people

  43. ekaranifn

    AYOO RANII STOP SAMA ORANG YANG BIKIN BINGUNG, AYO BUKA HATI SAMA SURYAAA

    -ngomong ke diri sendiri aka Rani juga

    Liked by 1 person

  44. Anonymous

    emang ya kalau tiba2 ditunggalin tan pa alasantuh membekas banget 🥹

    Like

  45. susah kalo diposisi surya nih, tapi malah gw yang diposisi rani sekarang :)

    Like

  46. Anonymous

    GEMESH BANGETT PODCAST RAYAA

    lanjutkan sur, kalahin si dipta dipta gak jelas itu eww

    Liked by 1 person

  47. Anonymous

    malas sih ke Rani, tapi beneran tokoh favorit tuh bakal abadi ajaa walaupun perasaan ke dia not in romantic way.

    Liked by 1 person

  48. Anonymous

    KIRAIN CUMA TULISAN TERNYATA MIRIP KISAH GUE PAUSSSSS AAKKKKK 😫😭💔

    Like

  49. Anonymous

    susah kalo diposisi surya nih, tapii malah gw yang diposisi rani sekarang :)

    Like

  50. Anonymous

    Jaya selalu rani-surya

    Like

  51. magnificentd775204088

    Surya, kata gua sini dah, maen ke bdg

    Like

  52. Anonymous

    sur, sini sur sama ak aja

    Like

  53. walaupun tau udah disakitin sama orang lama, tapi gapernah nyesel sama rasa yg udah pernah dikasih untuk mereka💔🪫🥹

    Like

  54. Anonymous

    “…menikmati senyuman yang bukan miliknya itu.” kmu sama surya ada masalah apasi us?😭

    Like

  55. Anonymous

    “…menikmati senyuman yang bukan miliknya itu.” kmu sama surya ada masalah apasi us?😭

    Like

  56. Anonymous

    ga bisa ga bisa, ini yakin endingnya? adegan surya rani jadian mana niii?

    #HIDUPSURYA

    #SURYARANISELAMANYA

    Like

  57. Anonymous

    terkadang kita menemukan sosok surya, tapi entah kenapa sosok dipta susah untuk tersingkirkan

    Like

  58. Anonymous

    Tiap bayangin wajah Rani, aku malah suka bayanginnya wajah ka tsana

    Like

  59. Anonymous

    surya backburner final boss

    Liked by 1 person

  60. Anonymous

    Duh nyari modelan surya dimana ya

    Like

  61. Anonymous

    rani ayo kita toss duluuu🤛🏻😭💔

    Like

  62. Anonymous

    knp masalalu itu berbekas bgt yaa, walaupun (cuma cinta sendirian) tp kek asfzbsghzlsla gamon tp gapernah ada ikatan tuuu gmn konsepnyaaa😭🤧💔

    Liked by 1 person

  63. Anonymous

    jd penasaran sm endingnyaaa💔🤧

    Like

  64. Anonymous

    inii apasih sebenernya, paus lo lg nulis kisah cinta guee apaa gimanaa😭🤧 SANGAT SANGAT RELATEEE💔

    Like

  65. Anonymous

    ihir icikiwir asik asik josss

    Jaya Raya Persija (❌️❌️❌️)

    Jaya Raya Rani dan Surya (✔️✔️✔️)

    Like

  66. Anonymous

    #suryabackburner #semangatsurya

    Like

  67. emang manusia favorit tuhh akan tetaap selalu ada di hati dan gak akan pernah bisa di gantikan oleh siapapun.

    Liked by 1 person

Leave a comment