MYSTKM – 9

“Kalau dilihat dari dia yang udah bolos terus, harusnya kita nggak perlu bingung lagi, sih, Ran,” lanjut Reza sambil beranjak dari tempat duduknya. “Gue yakin Dipta udah cukup dewasa untuk buat keputusan di hidupnya, dan gue yakin lo pun begitu.”

Sambil melihatnya beranjak, Rani terus memikirkan perkataan Reza. Ngapain dia cerita-cerita segala? Kan cuma temen? Apa emang itu hal yang biasa, ya? Cowok… Cerita tentang temen cewek ke temen cowoknya? pikir Rani.

Tiba-tiba, Reza menunda langkahnya kemudian membalikan tubuhnya ke arah Rani dan berkata, “Dia udah lama hidup sendiri, Ran, sejak ada lo dia ngerasa punya rumah. Lo udah kayak adek buat dia,”

Rani melongo. Dia tidak menjawab apa-apa sampai Reza meninggalkan kelas.

Tunggu-tunggu. Apa gue nggak salah denger? Adek? Kakak-adek zone banget, nih, gue??? Jadi selama ini semua bentuk perhatian dia ke gue itu karena dia lihat gue kayak adeknya sendiri? Nggak mungkin. Ini mungkin Dipta lagi salah paham sama dirinya sendiri. Mungkin dia sebenarnya suka sama gue dengan konteks romantis-tapi dia bingung? Iya, kan? Gue nggak mungkin lagi denial, kan?? ucap Rani dalam kepalanya.

Beberapa saat kemudian, Rani berjalan meninggalkan kelas untuk menghampiri Gina di kantin yang tidak ikut kelas pagi karena kesiangan. Sesekali dia memeriksa notifikasi di handphone-nya yang berada dalam mode don’t disturb, untuk memastikan bahwa tidak ada pesan masuk dari Dipta. Keadaan ini ternyata membuatnya gelisah lebih dari yang bisa dia bayangkan.

“Ran!” panggil Gina. 

Dengan lemas, Rani menghampirinya. 

“Kata anak-anak lo abis ditegur sama Pak Fajar? Tumben?” lanjut Gina.

Rani hanya menjawabnya dengan gumaman.

“Ah, tau banget nih gue gerak-gerik muka sedih kayak gini,” kata Gina lagi.

“Kok dia nggak nge-chat gue, ya, Gin? Apa emang harusnya nggak perlu chat lagi?” tanya Rani yang tidak mampu lagi menahan kegelisahannya. 

“Terakhir chat ngomongin apa?”

“Cuma waktu dia bilang udah mau sampe pas ketemuan waktu itu,”

“Ketemuan yang ending-nya berantem?” tanya Gina.

Rani mengangguk perlahan. 

“Karena lo sama dia nggak pernah jadian, berarti nggak bisa dibilang putus. Hmm… mungkin itu closure nggak sih, Ran?”

Sesuatu menghantam hatinya. Pertanyaan Gina barusan membuatnya menyadari bahwa keputusan Dipta untuk tidak lagi mengabarinya setelah pertengkaran tempo hari adalah sebuah closure, sebuah penutup, sebuah batas antara yang dia kira pernah dimulai dan yang kini benar-benar selesai. 

“Tapi baru lima hari, sih?” sahut Rani. “Mungkin dia masih butuh waktu?”

“Butuh waktu untuk?”

Rani sekarang benar-benar terdiam. Dia tidak bisa menjawab pertanyaan Gina, tapi di dalam kepalanya mulai muncul deretan pertanyaan baru. Untuk apa, ya? Untuk merasa bersalah? Tapi, kan, sebenarnya dia nggak salah apa-apa? Itu, kan, hidup dia? Pilihan dia? Atau untuk menyadari bahwa gue nggak bermaksud menyinggung? Bahwa gue cuma ingin yang terbaik buat dia? Tapi gimana kalau yang keluar dari mulut gue kemarin emang menyakiti perasaannya? Tunggu-tunggu. Jadi, ini gue yang salah? Harus gue yang chat dia duluan? pikir Rani.

“Apa gue aja yang chat duluan?”

“Lagi, Ran?” sahut Gina cepat. “Lo lagi yang chat duluan? Lo lagi yang ngejar dia untuk minta penjelasan? Lo lagi yang nyamperin dia? Menurut gue, sih, cukup, ya.”

Rani mengembuskan napas panjang. Jauh dalam lubuk hatinya, dia pun mengerti kalau tidak sepatutnya dia berharap lebih kepada Dipta. Dia menyadari kalau sampai kapan pun hubungannya dengan Dipta tidak bisa lebih dari sekadar teman laki-laki yang terlalu dekat. Sudah ada banyak sinyal peringatan untuknya segera mengakhiri perasaannya kepada Dipta, tapi bahkan hanya dalam sebuah tatapan, dia akan kembali luluh pada sesuatu yang cepat atau lambat akan menghancurkannya. 

“Jadi… Ini bener-bener lampu merah buat gue berhenti, ya, Gin?”

Gina mengangguk. “Kalau dia mau elo, dia pasti akan usaha. Semarah-marahnya, kalau sayang, pasti balik juga. Ini, kan, nggak?”

Rani terdiam. 

“Ternyata bener, ya,” kata Gina lagi sambil memerhatikan wajah sahabatnya.

“Bener apa?”

“Selesai dari sesuatu yang belum pernah dimulai itu nggak kalah hebat sakitnya,”

“Gila ini gue beneran korban HTS banget, nih?”

***

Tepat satu minggu setelah pertemuan terakhir mereka, di cafe dekat kampus, Rani melihat Dipta mengunggah sebuah story di Instagram. Tumben, pikirnya.

Tanpa berlama-lama, Rani membukanya. Dalam unggahan itu, terlihat Dipta sedang membawa papan bertuliskan Gunung Papandayan 2.665 MDPL dengan senyum lebar di wajahnyaโ€”berbeda sekali dengan Dipta yang seminggu lalu dia temui. 

Rani masih terus menekan layar handphone-nya dan membiarkan dirinya memandangi foto Dipta. Dia mulai berpikir, Ternyata dia baik-baik aja, ya.

“Lihatin apaan, Ran? Sampe bengong gitu?” tanya Gina yang duduk persis di hadapannya. 

“Ini,” ucap Rani sambil menunjukkan apa yang sedang dilihatnya.

“Lah, dah sampe Papandayan aja itu anak,”

Rani terdiam. Sambil masih melihat foto itu, Rani berkata kepada Gina. “Gue jahat nggak sih kalau gue nggak suka lihat dia happy kayak gini?”

Gina tidak menjawab. Dia merasa sahabatnya itu belum selesai bicara.

“Aneh banget rasanya lihat dia fine-fine aja, sementara gue di sini kayak kerepotan sendiri. Lo tau kan, tadinya gue sama dia selalu chat setiap hari, masa tiba-tiba berhenti? Masa dia nggak nyariin gue? Atau… Apa guenya yang berlebihan ya? Gue, ya, yang drama? Gue merasa ini masalah, padahal ini hal yang biasa terjadi, toh, gue sama dia nggak pernah ada status apa-apa. Iya, oke gue HTS sama dia, tapi… Tapi gue tetap nggak bisa terima kalau semua ini ternyata cuma terjadi di dalam kepala gue. Gue mau dia sama repotnya kayak gue,” ucap Rani melanjutkan dengan suara yang mulai bergetar.

“Tenang dulu, Ran,” 

Tanpa disadar, Rani menangis. “Ih kok gue jadi nangis ya, Gin? Kenapa jadi gini, sih,” ucap Rani kebingungan.

Gina tersenyum seperti menyadari sesuatu. “Astaga, Ran, lo udah sayang beneran sama dia?”

Mendengar pertanyaan itu, tangisannya tidak bisa lagi dibendung. Bagai hujan yang lama tertahan awan mendung, Rani menangis hebat.

***

Menulis bagian tentang berakhirnya kisah sebentar di antara Dipta dan dirinya, ternyata belum menjadi hal yang mudah untuknya. Bahkan sampai sekarang ketika dia menuliskannya kembali, Rani sebenarnya masih menyimpan banyak pertanyaan. Tentang kenapa sesuatu yang pernah begitu dekat, bisa menjauh dalam sekejap. Tentang bagaimana seseorang yang pernah membuatnya merasakan banyak hal, bisa membuatnya mendadak merasa kosong. Pada akhirnya, Rani pun menyadari bahwa cerita yang berakhir itu, masih menggantungnya sampai hari ini. 

“Kalau yang tadinya chat setiap hari, terus sekarang cuma jadi penonton story, itu namanya apa, ya, Sur?”

Surya menoleh ke arah Rani yang sedang duduk di depan laptop. “Namanya asing,”

“Asing?” Rani menyahut cepat. “Emang bisa asing tanpa ada perpisahan?”

“Justru disebut asing karena selesainya tiba-tiba tanpa ada perpisahan,”

Jawaban Surya mengejutkan Rani. 

“Kenapa? Tokohnya abis asing?” kata Surya lagi. 

Rani beralih ke anak kantor yang lain. โ€œEmang iya, Mbak? Asing itu karena selesai tanpa kalimat selamat tinggal?โ€

Mbak Leni, salah satu team marketing di kantor, yang duduk di kursi sebelah Rani, dari tadi cuma bisa tersenyum mendengar obrolan mereka. “Di beberapa keadaan, bener bisa gitu kok, Ran,”

Dari tempatnya, Surya menyahut, “Tuh! Mbak Leni aja setuju sama gue,”

“Kelihatannya kayak ragu gitu, Ran? Ada yang bisa Mbak bantu?” tanya Mbak Leni kepada Rani yang terlihat kesulitan dengan naskahnya.

“Aman, kok, Mbak. Cuma… Mendadak kayak nggak terima aja kalau tokoh utamanya di-ghosting tanpa aba-abaโ€””

Masih dari tempatnya, Surya lagi-lagi menyahut, “Kalau ada aba-aba, bukan ghosting namanya!”

“Ih! Bawel!” protes Rani. “Lo, tuh, nggak diajak,”

Mendengar itu, Surya segera beranjak dan mendatanginya. “Yah, ajak gue dong, Ran,”

“Apa, sih?”

“Ikut…” bujuk Surya memelas.

Rani memandanginya bingung. “Ikut ke mana?”

“Ikut kalau beli udang keju, enak banget ternyata!” 

Mbak Leni ikut tersenyum dari tempat duduknya. Sementara itu, Rani menatap Surya dengan sedikit kesal sekaligus geli karena jawaban Surya yang tidak bisa diprediksi arah datangnya. “Kenapa jadi tiba-tiba udang keju, sih?”

Surya menarik kursi di dekatnya kemudian duduk di depan meja Rani. “Sebenernya, kemarin waktu lo uring-uringan karena udang keju lo hilang dua padahal isinya cuma tiga, itu gue yang makan, Ran,”

Rani melongo. “Astagfirullah. Surya.”

“Jangan marah, Ran,” 

Rani cuma bisa menghela napas dan menahan kemarahannya yang sudah hampir meledak. “Balik sana ke tempat lo,” ucap Rani dengan datar.

“Ih, dengerin dulu dongโ€””

“Nggak sopan tahu kayak gitu, itu kan udang keju punya gue!” Rani menyela Surya, kali ini dia tidak bisa menahannya lagi. “Lo, tuh, selalu kayak gitu. Selalu! Lo selalu sembarangan dan seenaknya!”

 Surya terdiam, dan menunggu ucapan Rani yang terdengar belum selesai. 

“Gue selama ini diem aja kalau lo berulah, tapi kan lama-lama kesel juga, Sur. Padahal kemarin lo lihat gue uring-uringan, lo tahu gue nunggu itu udang keju udah lama banget karena antre, terus tiba-tiba pas gue balik habis ngambil minum dari pantry, udang kejunya udah tinggal satu!” sambung Rani kesal.

“Tapi, Ran, ini kan cuma udang kejuโ€””

“Tuh, kan! Baru juga diomongin berapa detik lalu, masih aja diulangin!” sahut Rani, kali ini suaranya terdengar cukup gemetar. “Bukan soal udang kejunya. Ini soal hal kecil yang suka lo ambil alih sesuka lo. Tiba-tiba berubah, tiba-tiba jadi apa. Tiba-tiba ngeiyain proyek naskah kolaborasi sama brand parfum. Tiba-tiba nunjuk gue untuk yang nulis bukunya. Lo, tuh, selalu kayak gitu!”

Kata-kata Rani barusan membisukan Surya beberapa saat. Sampai kemudian, tangisan Rani pecah. Setetes demi setetes, air matanya kemudian membasahi pipi. Menyadari dirinya yang menangis, Rani segera beranjak dan berjalan cepat menuju toilet. 

“Anak orang jadi nangis, tuh, Sur,” ucap Mbak Leni.ย 

Selang beberapa menit, Surya menyusul Rani. Dia kemudian bersandar pada dinding, menanti Rani keluar dari toilet. Sambil menunggu, Surya berpikir. Apa kali ini gue emang udah kelewatan, ya? Duh! Iya, lagi. Gue emang nyebelin, sih. Ah! Gimana sih lo, Sur? Kalau kayak gini, bukannya suka, dia malah makin kesel! ucap Surya kepada dirinya sendiri dalam hati. Kenapa gue nggak bisa tahan diri ya untuk nggak isengin dia?

Dari dalam, terdengar suara pintu terbuka, dan suara air dari keran wastafel. Surya pun berdiri sigap untuk meminta maaf kepada teman yang sangat dia sayangi itu. Beragam kalimat sudah dia siapkan di dalam kepalanya. 

Begitu Rani keluar dari toilet, Surya langsung menarik tangannya. “Maafin gue, ya, Ran. Gue tahu gue udah kelewatan, tapi gue bener-bener nggak bermaksud untuk nggak sopan. Gue cuma terlalu suka gangguin lo, cuma harusnya gue bisa tahu batasan. Maaf banget, Ran,”

Tidak diduga, Rani justru memberinya senyum. “Gapapa, Sur, ternyata gue haid,” ucap Rani sambil nyengir.

Surya cuma bisa terdiam memandanginya. 

“Ternyata lo bisa takut juga, ya? Lucu banget, loh, muka lo pas panik gitu. Sering-sering dong,” kata Rani lagi sambil tertawa kecil.

“Kalau takut dan panik, masih bisa gue ulangin lagi, tapi untuk lihat lo nangis kayak tadiโ€”gue nggak bisa.”

Dengan tangannya yang masih berada dalam genggaman Surya, Rani mendadak merasa canggung dan suasana berubah hening. Menyadari keadaan itu, Rani segera menarik dan melepas tangannya dari genggaman Surya. “Iya-iya. Biasanya juga gue nggak sampe nangis kalau lo iseng, itu pure karena haid aja. Makanya jadi lebih sensitif,” Rani berusaha mencairkan suasana. 

Surya mengeluarkan handphone-nya. “Tanggal berapa sekarang?” tanya Surya kepada Rani.

“21. Kenapa?”

“Mau gue catet, biar gue tahu jadwal haid lo, supaya hal kayak tadi nggak perlu keulang lagi,”

“Hal kayak tadi? Iseng, maksud lo?”

“Buat lo nangis.”

90 responses to “MYSTKM – 9”

  1. Anonymous

    surya lope sekebon

    Like

  2. Fay

    Surya so sweet deh! 10 BINTANG

    Like

  3. Anonymous

    orang yang kita suka ga nyukain kita, giliran kita di sukain orang, kita nya ga suka #miripceritaranisuryadipta

    Like

  4. Anonymous

    cepetaannnn maju sur

    Like

  5. Anonymous

    surya kata gua biar apa kayak gitu YA surYAAAA

    Like

  6. teripaus

    ran, mau lu yang gas atau gua ni?

    Like

  7. piratebriskly20dbc82e86

    Ran, kamu nunggun apaan sih?

    Like

  8. Anonymous

    Ran, kamu nunggu apa sih?

    Like

  9. ironmusic7473296570

    guys ini kalau jadi web series lucu tauu

    Like

  10. Anonymous

    ini maksudnya apa yaaa , gue juga pernah berantem sama doi , kalo di inget2 2 bulan lalu dan pas gue juga lagi pms , tapi diem diemannya sampe seka , cerita ini persis cerita gue ke doi ๐Ÿ˜ญ

    Like

  11. Anonymous

    RANI BUKA MATA LO LEBAR LEBAR CANTIK

    Like

  12. Anonymous

    SURYA LUCU BANGETTT ๐Ÿฅน

    gak kayak dipta, ewww

    Liked by 1 person

  13. Anonymous

    AWAS AJA KALO SURYA DAN DIPTA TIBA-TIBA ADA HUBUNGAN KELUARGA SAUDARA KANDUNG, SEPUPU ATAU APAPUN ITU YA USS ๐Ÿ‘Š๐Ÿป๐Ÿ‘Š๐Ÿป

    Liked by 1 person

  14. Anonymous

    si rani emang ada bodoh-bodohnya ternyata wkwkw

    Like

  15. ekaranifn

    mentang mentang namanya sama, jadi plek ketipkek gini si Rani sama kisahku

    Like

  16. Anonymous

    Minggir dulu, sur.. Mau aku aspal dulu jalanmu menuju rani, biar lancar

    Liked by 1 person

  17. Anonymous

    us jangan bilang kalo dipta adiknya surya yaa๐Ÿซต๐Ÿป๐Ÿ˜ญ

    Liked by 1 person

  18. Anonymous

    SURYAAAA, GILA GEMES BGT SAMA KAPAL INI. USSSS TOLONG BIKIN KAPAL INI BERLAYAR๐Ÿฅฐ

    Like

  19. Anonymous

    GAS BANG SURYAAAAA JANGAN SAMPE LEPAS!!!

    Like

  20. Anonymous

    AKU MAU YANG KAYA SURYA AJA 1, tapi us, biasanya cowo kaya surya kalo emang beneran jadi sm rani. Mereka ga akan bisa jadi 1, maksudnya. Yaa memang hanya bisa saling sayang as a friend aja. Karnaa biasanya jadi lebih sakit kalo memang harus serius๐Ÿ˜Œ

    Like

  21. Anonymous

    SURRR, PLIS JANGAN KAYA DIPTA YAAA

    Like

  22. Anonymous

    APAKAH GUA HARUS GANTI HALUAN TIM SURYA SEKARANG??! AAAAAAAAAA

    Like

  23. Anonymous

    bisaa dipta sm rani aja gak sampe akhir? aku lg optimis ni salah paham doang:)

    Like

  24. fascinatingb729de4a33

    surya kurang baik apa buat lo ran, kenapa masih suka nyakitin dia sih

    Like

  25. Anonymous

    tuhkan kata gue juga apa Surya selalu didepan #skipDipta #hushus #jangankembali #RaniSurya4ever

    Liked by 1 person

  26. AAAA SURYAAAA LOVE

    Like

  27. Anonymous

    ketamparr bgt us, kyknya bukan cerita Rani sama Dipta deh, ini kisah gw 2 Minggu an yg lalu udh gw selesaiin :(:

    Like

  28. Anonymous

    RANI SURYA FOREVER

    Liked by 1 person

  29. Anonymous

    TERLALU RELATE DUH GABISAAA, NYENGIR SENDIRI SAKIT HATI SENDIRI JG, TERNYATA DL AK GT YH ๐Ÿ’”๐Ÿ’”๐Ÿ’”๐Ÿ’”

    Like

  30. Anonymous

    ini tuh cerita rani sama dipta, apa ceritaku sama dia ya us?

    Liked by 2 people

  31. Anonymous

    kisah diptarani di bab ini bikin de javi deh ๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡

    Like

  32. Anonymous

    trobos sur

    Like

  33. Anonymous

    mangat sur

    Like

  34. Anonymous

    TIM DIPTA ๐Ÿ˜…๐Ÿคฃ

    Like

  35. Anonymous

    aku tim diptaaaaaaa ๐Ÿ˜ญ๐Ÿค™๐Ÿป

    Like

  36. Anonymous

    jujur suka sama surya, tp kenapa aku lebih suka sama dipta yaaaa ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ™๐Ÿป

    Like

  37. Anonymous

    pake segala berhenti kuliah itu si dipta, kebangetan banget paus nyontek kisah gue ๐Ÿ˜ญ

    Like

  38. Anonymous

    Pake segala berhenti kuliah itu si dipta, kebangetan banget km us nyontek kisah ku ๐Ÿ˜ญ

    Like

  39. Anonymous

    mas surya kalo suka langsung bilang aja dari pada di pendam terus dan berujung menyakiti diri sendiri dan orang yang di suka, biar rani tau kalau kamu sukaโ€ฆ biar lega juga perasaan di hati mu mas!

    Like

  40. Anonymous

    KENAPA RELATE BANGET DUH๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

    Like

  41. Anonymous

    TIM SURYA GARIS KERAS

    Like

  42. Anonymous

    tunjukan pesonamu surrrr

    Like

  43. Anonymous

    buat dipta tolong pergi jauhโ€ aja gpp๐Ÿ˜Œ

    Like

  44. Anonymous

    SURRR KATA GUE KLO LO EMG SUKA PEPET TERUS DEHH๐Ÿซต๐Ÿป๐Ÿ˜ญ

    Like

  45. Anonymous

    di chapter ini, hubungan (yang ga jelas) Rani-Dipta bener-bener kayak kisahku sekarang, asing ๐Ÿ˜ž๐Ÿ˜ž๐Ÿ˜ž

    Like

  46. Anonymous

    woiilaaa ๐Ÿ˜ญ

    Like

  47. Anonymous

    se dar der dor ini kah? ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

    Like

  48. Anonymous

    se dar der dor ini kah? ๐Ÿ˜ญ๐Ÿซต๐Ÿป

    Like

  49. Anonymous

    .
    ๐Ÿ˜…

    Like

  50. Anonymous

    surya >>> dipta

    Like

  51. Anonymous

    tuh apa kata aki jugaa, yang bener mahh tim suryaa!!๐Ÿ˜‹๐Ÿ˜‹

    Like

  52. Anonymous

    US, si diptaaa udh di air kerasin kan us? dia ga bakal muncul tiba2 kaan dpn rani?

    Like

  53. HARUS KUAT RAN! Jangan gampang runtuh kalo ketemu dipta lagi ):

    kaya aku ketemu dia๐Ÿฅน๐Ÿ™๐Ÿป

    Like

  54. Anonymous

    tim suryaaaa garisss keradddddd

    Like

  55. Anonymous

    AHAHAHA LUCU BGT LAGII, JADI DEJAVUUUU AKKSSJKSKS

    Like

  56. Anonymous

    ternyata emang bener yaa, ada hal-hal yang ngga bisa kita paksain:) #ripdiptarani (yang gua harap bisa happy ending) huaaaa nangizzzz๐Ÿ˜ญ๐Ÿ’”

    Like

  57. Anonymous

    surya = matahari. yakin gue surya pemenangnya

    Like

  58. Anonymous

    AAAAA ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

    Like

  59. Anonymous

    GASINN SURR UDAH MENJANJIKAN BGT INI #BersamaSuryaLebihBahagia

    Like

  60. Anonymous

    suryaa, yang kaya kamu cari dimana yaa??

    Like

  61. Anonymous

    Dibalik orang-orang yg punya pemikiran kayak gina, kadang kita juga perlu lihat dan dengerin sudut pandang dari dipta, siapa tau dipta juga nungguin rani, dan katanya kalo udah naik gunung sakitnya bukan main (iya ga sih?) kek coba aja rani dengerin kata hatinya buat chat dipta duluan, minta maaf karna emang rani juga salah menghakimi kemauan dipta tanpa dengerin alasannya dulu :)))))

    Like

  62. Anonymous

    menurutku si rani kecintaan sendiri deh sama si dipta ,baper sendirii….. kayak aku.

    Like

  63. Anonymous

    awas aja tbโ€ dipta dateng, rani malah berpaling dipta lagi!!

    Like

  64. Anonymous

    SURYAAA??? yang kaya km harus aku dapetin dimana yaa???

    Like

  65. Anonymous

    pegangan semuanyaa ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

    Like

  66. Anonymous

    Gerak lo kelamaan surrrrrr, bisa cepet dikitttt gakkkkk sihhh ya elh

    Like

  67. Anonymous

    bisa bisanya gue sempet kebawa emosi jg apa yg dirasain rani, tpi pas baca tbtb “ternyata gue haid” KEK?! IH APASI LUCU TAU GA ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ tetep kawal #RANISURYAFOREVERR

    Like

  68. Anonymous

    petantang petengeng surya emang gantenkkk๐Ÿซถ๐Ÿป

    Like

  69. nopitanonop

    sakit hati sama dipta๐Ÿ’”

    Like

  70. Anonymous

    suryaa jagain si korban kakak-adek zone itu yaaa ๐Ÿ’”๐Ÿ’”

    Like

  71. Anonymous

    udah di kasi umpan manis gtu yakaliiiiii dibiarkan asing

    Like

  72. Anonymous

    JANGAN KASIH KENDORR SURRR, POKOKNYA TIM #SURYARANIJAYAAJAYAA

    Like

  73. Stecuu

    Padahl udah ikutan sedih dan memposisikan diri sebagai rani yg di ghosting dan ikutan kesel sama surya tapi semua itu petcah setelah “Gapapa, Sur, ternyata gue haid,โ€ ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ ternyata semua cewe mau haid drama banget yaa๐Ÿ˜ญ๐Ÿ™๐Ÿ™

    Like

  74. Aulia Rahma

    Bab ter relate, I know what it’s like to be you, Rani๐Ÿ˜Š

    #pilihsuryaaja

    Like

  75. theoristnoisilyf8432cce15

    EITTT CIAT CIATTT SURYAAA๐Ÿค๐Ÿป

    Like

  76. Anonymous

    ku kira cerita fiksi ternyata kisahku

    Like

  77. Anonymous

    bab ter relate, I know what it’s like to be you, Rani.

    Like

  78. Detaa

    Suryaaaa anak baik,,, surga tempat muu nak๐Ÿคง

    Like

  79. Anonymous

    surya tunjukan pesonamu

    Like

  80. Anonymous

    ayoo surya, kesempatan ga dateng 2 kali tapi buat lu gapapa dah berkali kali

    Like

  81. Anonymous

    PEGANGAN SEMUAA!! cepetann

    Like

  82. Anonymous

    PEGANGANN SEMUAAAA!!

    Like

  83. Anonymous

    Aaaaa ending yang sangat manis dari surya. sini cium dulu surr. Muacchh

    Like

  84. Anonymous

    HEH RANI, G BISA KAH KM MLIHAT SURYA SDIKIT SAJAA๐Ÿ˜ค๐Ÿ˜ค๐Ÿ˜ค #SuryaSamaAkuAja

    Like

  85. Anonymous

    RAN G BISA KAH KM LIAT KE SURYA AJA HADAHH๐Ÿ˜ค๐Ÿ˜ค๐Ÿ˜ค

    Like

  86. Anonymous

    klo rani gamau, plis si surya buat aku aja

    sono aja si rani ama dipta

    Like

  87. Anonymous

    SURYA MAJU TEROSSS

    Like

  88. Anonymous

    MASIH DI TIM #SURYARANIJAYAJAYAJAYA

    Like

  89. Anonymous

    suryaa pliss jangan kyk diptaaa๐Ÿ˜”๐Ÿ˜”๐Ÿ™๐Ÿป

    Like

  90. Anonymous

    BAB KALI INI BENER BENER BIKIN SAKIT HATI YAA US KATA KATA NYAAA๐Ÿ’”๐Ÿ’”๐Ÿ’”

    Like

Leave a comment