MYTSKM – 8

“Tapi emang beneran ada, ya? Orang yang nyimpen seseorang di dalam parfum?” tanya Surya yang mendatangi meja Rani pagi itu.

“Salah pertanyaannya—yang bener itu, emang ada orang yang nggak nyimpen orang lain di dalam parfum?”

Surya kelihatan ragu. “Apa, iya? Gue nggak, tuh!”

“Iya—lo mah bukan orang,”

Surya terbahak. “Makin lucu aja, deh. Genre bukunya Rom-Com, ya?”

“Udah sana, ah! Gangguin aja,” ucap Rani ketus kepada Surya.

“Ih jelasin dulu!” sahut Surya mendesaknya. “Gimana ceritanya nyimpen orang di dalam parfum? Emang muat? Emang bisa?”

Kedua mata Rani langsung tertuju pada sebotol body mist di dekat sudut mejanya. Body mist berukuran 250 ml yang sudah lama dia pakai, dan di sanalah Dipta berada. “Nggak pernah ada satu orang pun yang dengan sengaja menyimpan seseorang di dalam sebotol parfum, Surya. Semuanya itu nggak sengaja. Siapa yang mau ngerepotin diri sendiri dengan flashback setiap kali menghirup aroma-aroma itu? Nggak ada. Beberapa ketidaksengajaan emang nggak bisa dihindari, pun dengan parfum beserta kenangannya. Mereka tiba-tiba aja ada di dalamnya—dengan sendirinya.”

Surya melongo. “Kalau repot gitu terus gimana? Ganti parfum?”

“Ya… Iya.”

“Sekalipun itu udah parfum yang lo suka banget?”

“Sejak kapan sesuatu yang kita suka harus dipaksain segitunya? Kalau cuma nyusahin dan buat sedih, kenapa nggak ganti yang baru aja?” ucap seseorang yang masih menyimpan parfum yang sama dengan tokoh dan kenangan yang sama. 

Selagi Surya menatapnya dengan penuh kagum, Rani merasa telah mengkhianati hatinya sendiri. Karena setelah sekian lama, siapa sangka topik parfum justru yang membuatnya terguncang. 

“Ya, udah. Selamat lanjut bekerja, deh, Bu Penulis….” ucap Surya.

Setelah Surya meninggalkan mejanya, Rani meraih sebotol body mist yang sejak tadi mengganggu pemandangannya. Tadinya dia hendak menaruh ke dalam laci, sampai ada sesuatu yang mendorongnya untuk mencoba menghirup aroma itu sekali lagi, dan… Waktu berhenti. Rasanya dia baru saja menekan tombol pause dan semuanya berhenti, kecuali ingatan yang berlari mundur membawanya pergi ke hari itu. 

Hari di mana Dipta mengantarkan kabar yang terlalu mengejutkannya. “Gue mau berhenti kuliah, Ran,” ucap Dipta. 

Tidak pernah Rani bayangkan bahwa akan ada sesuatu yang lebih menyakitkan dari perasaan yang tidak terima, yaitu mendengar keputusan Dipta yang barusan. Meski tidak terlalu membuatnya terkejut, karena sejak awal Dipta memang tidak terlihat serius menjalani perkuliahan, tapi tetap saja Rani tidak menyangka bahwa dia benar-benar mengambil langkah ini. 

“Jangan bercanda,”

“Gue nggak bercanda—”

“Berarti itu lebih buruk,” ucap Rani menyela Dipta, “Mau ngapain, sih? Kalau berhenti kuliah, lo mau ngapain, Ta? Lo udah jauh-jauh dari Semarang ke Jakarta cuma mau kayak gini?”

“Maksudnya gimana, ya?” Dipta bertanya, suaranya terdengar dingin.

“Kalau kuliah lo nggak selesai, semuanya sia-sia, Ta. Harusnya lo bisa buktiin ke nyokap dan bokap lo kalau lo jadi orang yang berhasil. Bahwa tanpa mereka lo juga bisa kuliah, lulus, dan kerja. Dari semester-semester kemarin gue masih mencoba untuk ngerti. Tiap kali lo bolos kelas gue pikir, mungkin lo baru dapet kebebasan dan lagi menikmati itu. Tapi kita bukan anak sekolah lagi, Ta. Semua ada batasnya, dan menurut gue keputusan lo yang ini itu nggak banget.”

Perkataan Rani barusan merusak perasaan nyaman yang selama ini Dipta miliki kepadanya. Dipta pikir Rani akan antusias untuk mendengar kabar beserta alasan darinya, tapi bahkan baru sampai di judul berita, ucapan Rani menyakiti hatinya. 

“Lo tuh bukan siapa-siapa gue, Ran,” sahut Dipta. “Lo nggak berhak ngomong kayak gitu ke gue,”

Kali ini, gantian Rani yang merasa bahwa perkataan Dipta barusan menghantamnya dengan kekuatan yang besar. Dia tidak menyangka Dipta punya pendapat yang jauh berbeda darinya. 

“Ya udah jelasin. Kenapa harus sampe berhenti? Besok, tuh, udah semester lima, Ta. Kita udah mau setengah jalan, kenapa nggak diterusin?” tanya Rani.

“Gue merasa kuliah, tuh, nggak cocok buat gue,” jawab Dipta dengan bernada datar.

Rani keheranan. “Terus di mana tempat yang cocok? Apa pun itu kan bisa sambil kuliah, Ta? Orang lain banyak, kok, yang kerja sambil kuliah,”

Dipta tidak langsung menjawab. “Bukan cuma soal kerjanya,” 

“Terus soal apa? Keputusan lo itu nggak realistis banget,”

“Kayaknya, untuk kali ini lo nggak ngerti, Ran,” ucapnya sambil beranjak, kemudian berjalan meninggalkan Rani.

Dari tempatnya duduk, Rani hanya diam dan membiarkan Dipta pergi.

***

Dipta tidak masuk kampus hari ini. Sampai kelas dimulai, Rani masih terus berharap Dipta muncul dari pintu depan kelas. Tapi sampai dosen mulai membuka kelas pagi itu, Dipta tidak kunjung datang. Sementara itu, perdebatan mereka tempo hari sangat mengganggu pikiran Rani. Rasanya seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar, bedanya, mereka bukan sepasang kekasih. Entah sudah berapa kali Rani memeriksa notifikasi di handphone-nya setiap jam, tapi belum juga ada pesan masuk dari Dipta. Terakhir kali, percakapan mereka berhenti di Rani, dan mengingat pertengkaran mereka membuat Rani enggan menyapa lagi.  

“Rani,” panggil dosen dari depan kelas yang sejak tadi mengamati Rani yang terlihat melamun memandangi layar handphone-nya. Dari tempatnya duduk, Gina sudah gelisah melihat temannya diam mematung dan tidak menyahut.

“Jelaskan perbedaan antara cultural studies dengan etnografi,” sambung dosen yang mulai berjalan menuju tempat Rani duduk sementara Rani masih terjebak pada lamunannya. 

“Rani!”

“Gue nggak lagi nungguin dia chat duluan!” sahut Rani dan diikuti seisi kelas yang terbahak mendengarnya. 

Rani terperanjat melihat seorang laki-laki tua bertubuh tinggi gemuk tiba-tiba sudah ada tepat di depan mejanya. “Eh, Pak,” lanjut Rani kali ini dengan senyum tipis. “Maaf, saya melamun.”

Sampai kelas selesai, Rani hanya bisa terdiam dengan rasa malunya. Dia merasa kekonyolan yang tadi terjadi seperti bukan dirinya. Iya. Dia tidak biasa begitu. Dia tidak biasa memikirkan seseorang, tapi tidak bisa melakukan apa-apa. 

“Lo oke, Ran?” tanya Reza, teman kelasnya yang duduk tepat di depannya. “Jarang-jarang lo sampe bengong kayak gitu,”

“Gapapa. Kayaknya efek begadang aja,” jawab Rani sambil nyengir. 

“Oh… Gue kira gara-gara si Dipta,” 

Rani seketika membuka matanya lebar-lebar. “Kok… Lo…” ucap Rani sedikit terbata.

“Gue satu tempat kos sama dia, beda lantai aja,” jawab Reza. “Kala di kampus, gue emang nggak kelihatan deket sama dia, tapi di kos Dipta sering minta ditemenin ngerokok. Nah, di waktu-waktu itu dia sering ceritain lo gitu,”

“Ceritain… Gue?” tanya Rani kian gugup.

Reza mengangguk. “Iya,” jawab Reza. “Apa aja diceritain. Dari waktu dia pertama kali ngajak lo kenalan, ngajak lo ke toko buku, makan bareng lo, nemenin lo nonton film drama padahal dia nggak suka. Semua tentang lo dia ceritain, Ran. Bahkan waktu lo ngambek sama dia karena ngumpetin earphone lo, dia ceritain ke gue sambil senyum-senyum.”

Mendengar itu, gantian Rani yang tersenyum. “Gue nggak tahu dia suka cerita-cerita kayak gitu,”

“Cowok kalau udah suka pasti satu dunia harus tahu, Ran,”

Senyum di wajahnya sirna. Suka apaan? Suka sebagai teman? Suka sebagai seseorang yang buat dia nyaman? Suka, tuh, luas maknanya! batin Rani sedikit kesal.

Reza meneruskan ceritanya. “Iya, dia emang bukan tipe orang yang suka curhat, tapi kenyataannya dia ngomongin lo mulu. Terakhir soal…”

Reza tidak melanjutkan kalimatnya. Dia merasa tidak enak untuk membawa masalah Dipta ke dalam percakapannya dengan Rani, dan Rani pun memahami itu. “Iya. Gue juga bingung. Gue nggak pernah ribut sama orang kayak gini, apalagi orangnya dia,”

“Hah? Apalagi orangnya dia? Nggak salah denger, nih, gue? Jadi Dipta istimewa, Ran?” ucap Reza meledek.

Rani terdiam. Sial. Entah dari mana kalimat itu muncul, pikirnya.

“Kalau dilihat dari dia yang udah bolos terus, harusnya kita nggak perlu bingung lagi, sih, Ran,” lanjut Reza sambil beranjak dari tempat duduknya. “Gue yakin Dipta udah cukup dewasa untuk buat keputusan di hidupnya, dan gue yakin lo pun begitu.”

Sambil melihatnya beranjak, Rani terus memikirkan perkataan Reza. Ngapain dia cerita-cerita segala? Kan cuma temen? Apa emang itu hal yang biasa, ya? Cowok… Cerita tentang temen cewek ke temen cowoknya? pikir Rani.

Tiba-tiba, Reza menunda langkahnya kemudian membalikan tubuhnya ke arah Rani dan berkata, “Dia udah lama hidup sendiri, Ran, sejak ada lo—dia ngerasa punya rumah. Lo udah kayak adek buat dia,”

Rani melongo. Dia tidak menjawab apa-apa sampai Reza meninggalkan kelas.

Tunggu-tunggu. Apa gue nggak salah denger? Adek? Kakak-adek zone banget, nih, gue??? Jadi selama ini semua bentuk perhatian dia ke gue itu karena dia lihat gue kayak adeknya sendiri? Nggak mungkin. Ini mungkin Dipta lagi salah paham sama dirinya sendiri. Mungkin dia sebenarnya suka sama gue dengan konteks romantis-tapi dia bingung? Iya, kan? Gue nggak mungkin lagi denial, kan??

109 responses to “MYTSKM – 8”

  1. Fay

    danggg chapter ni sedihhh

    Like

  2. Anonymous

    relatee banget sama kisah cinta gue

    Like

  3. Anonymous

    ini kenapa kayak baca cerita pengalaman gue yaa!!!!!!!

    Like

  4. Anonymous

    ALLAHUAKBAR DIPTAAAAA

    Like

  5. Anonymous

    adek… :’

    Like

  6. Anonymous

    ko tibatiba adek ya dipppp yg bener aje lo

    Like

  7. Anonymous

    zona aman sekolah gak sekalian Dip?

    Like

  8. Anonymous

    ntar zona macam apa lagi yang diciptakan dipta

    Like

  9. Anonymous

    rasanya kaya kisah penulisnya sendiri 🤭 #sotoy

    Liked by 1 person

  10. Anonymous

    adek….

    Like

  11. ranii

    semangatt rannn

    Like

  12. ranii

    inii nnamaku juga rani, berasa sampe sinii

    Like

  13. ranii

    inii namaku juga rani, berasa sampe sini

    Like

  14. Anonymous

    iniii namaku juga ranii, berasa di semangatin kalian🥲

    Like

  15. Anonymous

    shibal annyeong bgt ini si dipta dipta itu

    #timranisurya

    #ranisuryajaya

    Like

  16. #ranisuryaselamanya

    Like

  17. Anonymous

    KOCAK. PAUS NYONTEK BUKU JURNALKU YAAA

    Like

  18. Anonymous

    bangkeee adek kakak zone memang paling MANTAP BJIR. RAN, AKU TEMANI KAMU RAN!!! TAPI TOLONG BODY MISTNYA GANTI DULU

    Like

  19. Anonymous

    kembalikan suryaaa

    Like

  20. Anonymous

    SUMPA GONG BANGETT, INI MA AKU BANGET YANG ADE ABANG SMPE 7 TAHUN, WOII

    Like

  21. Anonymous

    Pikkssss guee tim SURYAAAA

    Like

  22. Anonymous

    weyy udah la sama surya ajaa rann

    Liked by 1 person

  23. Anonymous

    aku juga dulu dianggap kakaknya, ran. padahal seumuran, tapi sekarang kita jadian. semangat dulu aja, siapa tau nanti kayak aku:)

    Like

  24. Anonymous

    move on rani🥹

    Like

  25. Anonymous

    move on rani

    Like

  26. Anonymous

    RUNN RANN RUNNNN…. SURYA MENANTI ITUUU!!!!

    Liked by 1 person

  27. Anonymous

    RANN RUNN RANNNN!!! SURYA MENANTIIIII……

    Like

  28. Anonymous

    PAA MAKSUT DIPPP

    #timsurya

    Liked by 1 person

  29. Anonymous

    APAAN BANGET DIPTAA😭😭😭

    #timsurya

    Like

  30. Anonymous

    APAAN BANGET DIPTAAA😭😭😭😭

    #timsurya

    Like

  31. Anonymous

    Ngakak banget elah ending bab 8

    Liked by 1 person

  32. Anonymous

    ADEKK RANN ADEKKK

    Liked by 1 person

  33. Ni Putu Desi Savitri

    Emang ada adek yg seumuran Dipta🙂

    Like

  34. Anonymous

    INI SERIUS RANI JADI KAKTUS? (KAKAK ADIK TANPA STATUS)

    Liked by 1 person

  35. Anonymous

    INI SERIUS RANI JADI KAKTUS?? (KAKAK ADIK TANPA STATUS)

    Like

  36. Anonymous

    yakin ga mau sama surya aja nih ran?

    Like

  37. Anonymous

    WKWKWK PLOT TWIST BGT. Ternyata selama ini cuma dianggep adek :). dahlahhh yukkk kapal surya silahkan berkumpul di pelabuhan

    Liked by 1 person

  38. Anonymous

    jleb

    jadi,sejauh ini cuma adek kaka😭

    Like

  39. Anonymous

    jleb

    jadi,dah sejauh ini cuma adek kaka😭

    Like

  40. Anonymous

    si dipta dipta ini kenapa si woiii

    Like

  41. coralthoroughly8296b29e94

    kaktus bgt nih dip?? Kakak adik tanpa status

    Like

  42. Anonymous

    gpp aku jg adik Kaka zone… Shibal memangg, SURYA MAJU!

    Liked by 1 person

  43. Anonymous

    gpp, aku jg asik Kaka zone…. shiball memang

    Like

  44. Anonymous

    kakak adik tanpa…status:)

    Like

  45. deg. makin sakitt nihh🙂

    Like

  46. Anonymous

    HEH DIPTA NTAH MAKHLUK SPESIES APEE LU BENER BENER YAA

    Like

  47. Anonymous

    KOK NYESEKKKK

    Like

  48. Anonymous

    TERNYATA ADEK😭😭😭😭😭😭

    Like

  49. ekaranifn

    nah tuh Ran, diceriatin ke temen bukan karena suka, karena dianggep Adek wkwk

    Liked by 1 person

  50. Anonymous

    dia juga tersimpan di botol parfum yg tak pernah disengaja👌🏼

    Like

  51. Anonymous

    tetap dipta sii pilihanny hahaha

    Like

  52. Anonymous

    tetap dipta sii

    Like

  53. Anonymous

    ERA ADEK-KAKA ZONE YAA

    Like

  54. Anonymous

    gokssss ternyataa se adek kaka ini😭😭😭

    Like

  55. Anonymous

    damnnn diptaaa!!! gilaaa…. tak masuk logikaaa

    Liked by 1 person

  56. Anonymous

    bjirrr bjirrr goksss kalii chapter ini, ga nyangka ternyata se adek kaka ini😭😭😭

    Like

  57. Anonymous

    kaka adek banget nih? maksud arti dari “semua dunia harus tau” itu apa dipp??? bjirrr laa goksss kali chapter ini😭😭

    Like

  58. Anonymous

    EH GUA PUAS BANGET ANJAI, SI DIPTA SEMOGA ANYANG-ANYANGAN

    Like

  59. Anonymous

    dianggep adek enak kok

    Like

  60. Anonymous

    cie lagi main ade-adean dan abang-abangn nih si dipta

    Like

  61. Anonymous

    Emang boleh se-Adek-Kakak itu😭😭😭

    Like

  62. Anonymous

    Kakak adek zone adalah zona berbahaya

    Like

  63. nopitanonop

    dipta kamu kayak cinta pertama aku😭

    Like

  64. Anonymous

    dipta rasanya bikin gue nangis 🥹

    Like

  65. Anonymous

    ADEK BGT NIHH?😭😭😭😭

    Like

  66. Anonymous

    ga sanggup adek bangg🥲

    Like

  67. Anonymous

    TIM SURYA ANGKAT KAKI😭🙏🏼

    Like

  68. Anonymous

    deyymn… ga terima!!!

    Like

  69. Anonymous

    suka-suka yang bikin cerita, tapi gw ga suka🙏

    Like

  70. Anonymous

    dipta anj🥰

    Like

  71. Anonymous

    dipta rani jadian aja ya demi aku

    Like

  72. Anonymous

    ANG ANG ANG ANG ADEKKKK :”)))

    Like

  73. Anonymous

    kukira hubungan kita istimewa, nyatanya sebatas dianggap kakak-ade :”) huhu

    Like

  74. Anonymous

    deym deym adek deym

    Like

  75. Anonymous

    apasih tba2 bgt kakak adek heiiii

    Like

  76. Anonymous

    Dipta? kok kamu kayak htsan ku waktu smp

    Like

  77. Stecuu

    P MAKSUD YA DIPTAAA!!! ADEKKKKK??? HAHH KOCAKKK ABIZZ

    Like

  78. Anonymous

    apasi dipta gajelas jdi temen atau adek?

    #timsuryagariskeras

    Like

  79. Anonymous

    adek kakak level 2 ini mah

    Like

  80. Anonymous

    DIPTA LU JANGAN MAIN-MAIN YAA

    Like

  81. Anonymous

    WAKAKKAKAKAKKK BJIRR NGAKAK PUOLL RANII😭😭😭😭😭🙏🏻🙏🏻 abis dari HTS (hanya teman saja) tiba tiba dah berubah lagi aja jadi ADEK KAKAK SAJAA 😭😭😭😭😭🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻

    Like

  82. Anonymous

    udah bener rani sama surya ajaa.

    #ranisuryaselamanya

    #diptakelautaja

    Like

  83. Nina

    dipta mau abang-adek doang? abang somay juga bisa dipta 😩🫵🏻

    Like

  84. Anonymous

    dipta mau abang-adek doang? tukang somay juga bisa dipta 😩🫵🏻

    Like

  85. Anonymous

    aku ikut sakit hatiii ran😭, diptaa bener bener lu yaa

    Like

  86. Anonymous

    what ? “seluruh dunia harus tau” ituu harus adek banget yahh dipp

    Like

  87. Anonymous

    what ? “seluruh dunia harus tau” ituu harus adek banget yahh dipp

    Like

  88. Anonymous

    sudah lah sama surya aja udah☺️

    #RanSurBersatu

    Like

  89. Anonymous

    what ? “seluruh dunia harus tau” ituu harus adek banget yahh dipp

    Like

  90. Anonymous

    nyerah banget bacanya

    Like

  91. Anonymous

    diptaa “seluruh dunia harus tau” tapi harus adek benget nihhh

    Like

  92. Anonymous

    kerasa bgt ky lg dimarahin dipta:((

    Like

  93. Anonymous

    goksssss chapter kali ini sedikit emosional:(

    Like

  94. Anonymous

    wkwkwkwkw

    Like

  95. Anonymous

    plot twist banget dah si dipta

    Like

  96. Anonymous

    Dari awal sih aku #timsuryagariskeras Diptw ngeselin bgt astaghfirullah

    Like

  97. pliss dipta beri kepastian hubungan inii😔😔

    Like

  98. Anonymous

    nangis baca ini karna langsung ke inget dia boleh ga si us?ini ceritanya persis bgtt, parfum?adek?

    Like

  99. Anonymous

    yaampun kok cerita kita samaan sih ran 😭 adek kakak zone tp kok rasanya romance bgt

    Like

  100. Anonymous

    waduh makin” aja nihhhhh

    Like

  101. Anonymous

    endingnya pasti rani nikah sama surya trs dipta jadi groomsmen kan?

    Like

  102. Anonymous

    ni apa sih dipta….. ya allah….

    Like

  103. terus ini apa maksudnya, “Cowok kalau udah suka pasti satu dunia harus tahu, Ran,”?? suka sebagai adek??

    Like

  104. Anonymous

    diptaaa😔

    #tetaptimsuryagariskeras

    Like

  105. Anonymous

    diptaaaa😔

    #tetaptimsuryagariskeras

    Like

  106. Anonymous

    yaallah gustii DIPTA MEMBUAT SAYA TERGUNCANGG💔 jadi… sampe sini aja nih jadi #diptagariskeras nya??🤕🤕

    Like

  107. Detaa

    Lohhh jadii sebenarnya friendzone atau kakak-adek zone niihhh?
    Haaaa😭😭😭😭
    #timsuryatidakakanpernahkalahtitik

    Liked by 1 person

  108. Anonymous

    si rani di bilangin sama surya aja🫠🫠🫠

    Like

  109. Anonymous

    daymmmnnn dipta woiii bikin potek hati ajee lu bangg

    Like

Leave a comment