MYTSKM – 5

“Mau ramen apa?” tanya Surya.

“Mmm… Miso ramen aja, deh,”

Surya memesan miso ramen untuk Rani dan shio ramen untuk dirinya sendiri.

“Bagus, deh, tempatnya,” ucap Rani sambil melihat sekeliling ruangan. “Lo sering ke sini, Sur? Sama cewek yang mana?” 

“Nggak, sih. Baru dua kali, dan selalu sendiri kalau ke sini. Gue sebenernya nggak terlalu suka makan bareng orang lain,” jawab Surya.

“Lah. Kan lo sering makan bareng gue,”

“Lo mah bukan orang lain, Ran.”

Rani tersenyum. Meski sudah lama dekat sebagai teman, dia tetap tidak bisa mengira-ngira dari mana datangnya arah ucapan Surya yang semacam itu. 

Btw, Bella jadi mau share apartemen sama lo?” kata Surya lagi membuka topik baru.

“Jadi,” jawab Rani. “Kebetulan dia baru dipindahin kerja dari Bandung ke Jakarta, minggu depan udah mulai tinggal di tempat gue.”

“Wah! Seru dong? Sama orang yang lo kenal?”

Wajah Rani berubah ragu. “Kenal, sih, cuma nggak sedeket gue sama Gina. Takut kikuk aja,”

“Yah, masa semuanya harus nyaman, Ran?”

Rani mengangkat bahu. “Kalau bisa kenapa nggak?”

Rani selalu berada di zona nyamannya. Dia dengan sengaja menjaga dirinya sendiri dari banyak ketidaknyamanan yang dia rasa tidak perlu dihadapi. Pekerjaan, hubungannya dengan orang lain, sampai makanan dan kopi yang dia suka, sudah dia atur sedemikian rupa agar sesuai dengan kenyamanannya. Rani tidak suka mencoba hal baru. Dia menyukai kehidupannya yang datar, dan selalu sama. 

“Terus, Bella bakal lama emangnya di Jakarta?”

Pesanan ramen mereka datang.

“Dia penginnya, sih, gitu,” ucap Rani. “Dia bilang biar makin deket sama cowoknya,”

“Cowoknya yang beda agama itu?” tanya Surya sambil mengambil sepasang sumpit.

Rani mengangguk, mengaduk ramennya. “Iya. Mereka pacaran udah lumayan lama. Lima atau enam tahun gitu. Seinget gue sempet putus, tapi balikan lagi.”

“Wah, berarti mirip banget kayak Devan,” ucap Surya. “Dia juga gitu. Pacaran dari jaman kuliah sampe dua-duanya kerja, delapan tahun ada kali. Tapi akhirnya putus karena beda agama, karena nggak ada yang mau pindah, karena orang tuanya juga nggak ada yang setuju. Kasihan, sih. Dua-duanya masih jomblo juga, belum pacaran lagi sampe sekarang. Devan, pun, udah sering banget gue kenalin cewek, tapi nggak ada yang cocok. Berat di delapan tahunnya itu kali, ya?”

“Mmm, bisa jadi,” Rani bergumam setuju. “Putus karena suatu hal yang nyakitin emang nggak enak, tapi putus baik-baik, pun, ternyata juga nggak jamin gampang, ya. Jadi… Nggak punya alasan untuk benci?”

Rani melihat Surya sudah hampir selesai memakan ramennya, sementara dia baru setengahnya. Hal ini selalu terjadi ketika mereka sedang makan bersama. Meski selain di jam kantor, mereka jarang makan berdua di luar seperti ini. Rani masih bertekat untuk menjaga jarak dengan laki-laki yang sedang memandanginya itu, mau sedekat apa pun mereka. 

“Eh. Btw, kok lo nggak pernah ngenalin gue ke Devan?” sambung Rani. 

“Nggak, ah!” protes Surya cepat. “Entar cocok lagi,”

Sampai detik ini, Rani masih belum bisa membedakan mana ucapan Surya yang serius dan mana yang tidak. Untuk laki-laki yang senang bercanda, sejujurnya, Surya kerap kali menyesatkannya.

“Ya udah. Lo aja, deh…” kata Rani. “Lo gue kenalin ke temen gue. Mau, nggak?

“Li gii kinilin ki timin gii. Mii, nggik,” Surya mengulang dan meniru ucapan Rani dengan suara yang kesal. “Bawel. Makan, tuh, ramen lo,” Surya berkata sambil melihat ramen Rani yang masih banyak. 

Rani terkekeh. “Biwil. Mikin, tih, rimin li,”

Surya tersenyum, dia hanya bisa geleng-geleng kepala sambil membiarkan perasaannya kian jatuh kepada Rani. Sambil menunggu Rani menghabiskan ramennya, Surya berkata, “Gue baru sadar, ini pertama kalinya kita keluar buat makan berdua, nggak, sih? Biasanya cuma makan deket kantor. Perdana, nih, harus kita rayakan!”

“Selain gangguin gue, apa lagi sih yang lo lakuin, Sur?” tanya Rani kepada Surya. 

“Mmm…” Surya bergumam, sedikit berpikir. “Kerja? Nge-gym? Lari pagi? Naik sepeda? Nganterin nyokap ke supermarket pas weekend?”

Rani terdiam sejenak. Dia terlihat sedikit ragu dan berusaha memastikan perkataan yang akan dia ucapkan. “Sebenernya, gue udah lama pengin nanya, sih, Sur…”

Surya memajukan badan. “Apa? Apa?” dia bertanya tidak sabar.

“Kok lo nggak deket sama buku, ya? Padahal, kantor penerbitan kita punya bokap lo, tapi selama ini lo nggak pernah kelihatan tertarik sama buku.”

“Mungkin karena emang nggak terlalu suka aja kali, ya?” jawab Surya. “Bokap stroke waktu gue lagi semangat-semangatnya kerja di film. Terus dia mau ada salah satu di antara anak-anaknya yang jadi pemred di kantor. Kakak gue nggak bisa ninggalin kerjaannya, adek gue suram. Ya udah, terpaksa gue, deh. Padahal yang suka banget buku, tuh, sebenarnya kakak gue. Dulu dia sama bokap selalu ke toko buku berdua tiap hari Minggu. Gue yang awalnya iri karena nggak pernah diajak, bisa sampe merasa nggak enak karena jadi kayak gangguin mereka lagi berduaan. Cuma sejak lulus kuliah, kakak gue jadi jauh gitu. Jadi jarang di rumah, nggak deket lagi sama bokap—apalagi sama gue.”

Rani tersenyum. “Anak kedua katanya emang nurut-nurut, ya?”

Surya mengangkat bahu. “Yah, mau gimana lagi?” sahutnya. “Tapi, sampe sekarang, gue masih dalam proses, sih. Gue berusaha untuk suka buku, untuk suka baca buku.”

“Emangnya bisa, ya, orang belajar buat suka?”

“Bisalah,” jawab Surya dengan percaya diri. “Lo bisa juga kalau mau coba,”

“Ngapain? Kan gue emang suka buku,”

“Suka gue maksudnya.”

Rani tidak menanggapi, dia menyelesaikan suapan ramen terakhirnya.

“Kalo lo?” kata Surya lagi. “Lo kan suka buku, berarti emang udah mimpi lo gitu jadi editor?”

“Hmm… Nggak juga, sih,” jawab Rani. “Mimpi gue sebenernya bisa punya toko buku, nggak harus besar, yang penting punya gue sendiri. Syukur-syukur bisa ada kopinya juga. Jadi orang bisa sekalian duduk-duduk, baca buku sambil minum kopi. Kalo soal editor, gue sebenernya nggak pernah kepikiran, sih. Cuma waktu coba, ternyata gue langsung suka. Gue suka banget. Hari-hari ketemu naskah, dan naskah berikutnya. Bahkan, gue semakin mencintai buku setelah jadi editor, karena tahu prosesnya, orang-orang di baliknya, belum lagi penulisnya.”

“Kalo soal buku, Ran? Kenapa suka buku? Kenapa nggak yang lain?” tanya Surya antusias.

“Mmm… Mungkin karena buku membuat gue merasa ikut terlibat. Misalnya, si penulis bercerita tentang si tokoh yang lagi duduk sambil makan kue setelah putus dari pacarnya. Kalau itu film, gue cukup melihat dan menikmati scene-nya. Sementara buku, gue ikut mikir, Sur. Kira-kira, si tokoh duduk di mana, ya? Di sofa, kah? Di kursi makan, kah? Warna apa, ya, sofanya? Si tokoh makan kue apa, ya? Mukanya kayak gimana, ya, waktu lagi makan kue? Apakah dia berwajah sedih? Atau datar? Si tokoh pake riasan nggak, ya, di wajahnya? Intinya, buku bisa membuat gue ikut bercerita. Seperti bangunan yang di dalamnya ada campur tangan gue. Seperti bantuin nyokap masak di dapur. Meski andilnya nggak banyak, tapi gue merasa ikut memiliki buku itu, menjadi bagian dari cerita itu.”

Surya memandanginya penuh kagum, matanya berbinar. “Gue paham sekarang,” katanya.

“Berarti, lo nggak melihat diri lo akan lama di kantor, Sur?” Rani bertanya.

Surya mengangkat bahu. “Nggak tahu, lagi,” 

Rani menatap mata Surya. “Kenapa nggak tau? Berarti antara pengin dan nggak pengin? Ada yang buat jadi berat emangnya?”

“Gue mungkin bisa coba untuk suka buku, tapi kenyataannya, kerjaan ini belum bisa bikin gue senang. Gue belum dapet rasa senang kayak waktu gue kerja di film dulu. Kalau yang buat jadi berat, ya, elo, sih, Ran,” jawab Surya. “Kalau bukan karena lo, gue nggak akan mau belajar buat suka buku. Gue pasti udah cabut at the first place. Lo buat gue jadi betah di kantor,”

Rani tidak bisa menjawab. Sejujurnya, ini baru kali pertama Rani mendapati dirinya memiliki obrolan yang cukup serius dengan Surya. Biasanya, dia selalu menganggap semua ucapan Surya sebagai candaan seorang teman. Tetapi malam itu, di restoran ramen, Surya terdengar berbeda. 

“Jangan jadi tegang gitu, dong,” lanjut Surya yang membaca gerak-gerik Rani. “Terakhir gue lihat muka lo tegang gitu waktu konser bareng. Lo salah tingkah lagi, Ran?”

Rani membuang muka. “Apa, sih! Siapa juga yang salting,”

Surya memberinya senyum meledek, kemudian dia memesan sebotol bir yang membuat Rani reflek menyahut, “Kok jadi mesen bir segala? Udah abis, nih, ramen gue. Ayo, pulang,”

“Lihat, tuh, gerimisnya sekarang jadi hujan,” jawab Surya sambil menoleh ke jendela. 

Entah kenapa keadaan ini sangat mengganggunya. Padahal, Rani biasa menemani anak kantor yang lain sampai larut malam. Kenapa sekarang bersama Surya yang baru pukul setengah sepuluh malam membuatnya merasa tidak nyaman?  

“Duh. Iya, lagi. Mana hujannya deres,” ucap Rani dengan nada pelan.

“Sambil nunggu reda, gantian gue yang nanya. Selain buku, apa sih yang lo lakuin, Ran?” tanya Surya kepada Rani.

Rani berhenti sebentar, seperti sedang berusaha mencari jawaban atas pertanyaan Surya barusan. Pertanyaan yang sebenarnya cukup sulit untuk Rani karena buku adalah dunia terbesarnya, dan dia tidak tahu apalagi selain itu.

Kemudian Rani mengangkat bahu. “Nggak, tahu,”

“Hah? Kok bisa nggak tahu?” sahut Surya bingung. 

“Ya… Paling nonton film? Nonton drakor, pesen kopi di tempat langganan gue, pulang ke rumah sebulan sekali buat nengok bokap sama nyokap, terus….” ucap Rani dengan masih berusaha mencari jawaban lainnya. “Apa lagi, ya? Ke supermarket? Ke kantor? Udah, kayaknya itu aja. Kenapa? Boring, ya, hidup gue?”

“Nggak. Nggak boring itu, Ran. Itu tenang, namanya,” kata Surya. Dia lalu terdiam sejenak. “Berarti, gue satu-satunya kegaduhan di hidup lo, dong? Coba bayangin kalo nggak ada gue, Ran, hidup lo pasti kurang rame. Setenang apa pun, kalau terlalu, juga nggak baik. Katanya, keseimbangan adalah kunci. Lo berhasil menciptakan ketenangan dalam hidup lo, dan gue diciptain untuk datang bawa keramaian kecil supaya hidup lo nggak sepi-sepi banget.”

Rani tertawa. “Ngawur aja,” 

“Loh? Bener, kan?” ucap Surya terus membela pendapatnya. “Makanya jangan gitu-gitu banget sama gue,”

“Gitu gimana?” tanya Rani meledek.

“Iya… Gitu…” Surya menjawab ragu.

“Gimana?”

“Dingin,” jawab Surya. 

“Sur, gue kan pernah bilang—”

“Iya gue tahu. Gue selalu inget kata-kata lo yang itu,” sahut Surya memotong perkataan Rani yang belum selesai, karena dia sudah tahu apa kelanjutannya. “Gue tahu lo nggak mau terlalu deket sama temen yang satu kantor. Gue tahu lo hati-hati banget sama yang namanya kedekatan sama orang lain, terutama sama cowok. Gue tahu, kok, Ran, tapi kita kenal udah lumayan lama. Masa temenan aja nggak bisa?”

Rani terdiam sejenak. “Emangnya bisa? Cowok sama cewek temenan aja tanpa ada perasaan yang romantis?”

“Bisalah,” jawab Surya dengan percaya diri. “Kalau cowok sama ceweknya bukan kita,”

Rani menghela napas panjang. “Surya…”

Surya menatapnya. “Emang kenapa sih kalau ada perasaan romantisnya? Nggak boleh? Kan cuma ada, Ran, bukan harus diterima?”

166 responses to “MYTSKM – 5”

  1. Anonymous

    Ini surya emang suka bikin baper gini ya? Kenapa ga confess aja si surya 🗿

    Like

  2. Anonymous

    that “kalau cewek cowok nya bukan kita” DAMNNNNNNN

    Like

  3. Fay

    scaryyy bgtttttTT

    Like

  4. Anonymous

    bakal ada plot twist apa yah

    Like

  5. Anonymous

    YANG BENER AJALAH SURYAAAA jangan bikin org salting ini akhh

    Like

  6. Anonymous

    SUR GW SHARELOC YAH SEKARANG

    Like

  7. Anonymous

    rani DIPTA YUKKK

    Like

  8. teripaus

    mantap bangett si mansur iniehh😭☝️

    Like

  9. Anonymous

    sumpah yah. Dari awal baca sampe sini. Mana nama gw ada rani nya. MANA BOLAK BALIK KETAMPAR DAN KOK AGAK RELATE YAH??!! Tolongg pliss😭😭😭ini kok bisa kek gini gimana ceritanya relate bgttt 😭😭

    Like

  10. Shafkha

    😭😭

    Like

  11. sur gak gitu sur😭

    Like

  12. Anonymous

    DIPTAAA AKU NUNGGUIN INI

    Like

  13. Anonymous

    SURYA SAMA AKU AJA SUR

    Like

  14. Anonymous

    awkwkwkwk, berasa nyeritaiin diri sendiri

    Like

  15. Anonymous

    #timsuryaaagariskerass

    Like

  16. Anonymous

    Uuuusssss

    Surya itu dia, sedangkan Rani itu saya 😑

    Like

  17. Anonymous

    Seperti membaca kisah sendiri 🙃

    Like

  18. Anonymous

    surya km ga penasaran aja kan? kasian anak orang sur sur. kalo udh dpt rani bahagiaan dia ye

    Like

  19. Anonymous

    Rani Dipta, kayak melihat kisah sendiri 😩

    Like

  20. Anonymous

    TIM DIPTA WKWKWK

    Like

  21. Anonymous

    penasaran kabar dipta

    Like

  22. Anonymous

    curiga surya redflag inii🤷‍♀️🤷‍♀️

    Like

  23. Anonymous

    Rani, aku seneng bangettttt mimpi kita sama-sama pengin buka toko buku sederhana dengan kedai kopi kecil di dalamnya. semoga beneran terwujud ya! aamiin. tos dulu dong, Rani!!!

    Like

  24. Anonymous

    aduh ran, semangat deh kata gue mah

    Like

  25. Anonymous

    masih susah pilihnya Tim Dipta atau Tim Surya🤔

    Like

  26. Anonymous

    aduhh penasaran sama si dipta dipa iniii

    Like

  27. Anonymous

    bisa ga nanti diptanya jadi lebih jelas ke depannya nanti wkwk

    Like

  28. Anonymous

    gabisa gabisa, masih gatau mau ada di tim manaaaa

    Like

  29. Anonymous

    knp nih orang2 pada support si dipta ya? liat skrg diptanya aja ga ada. surya ftw >>>

    Liked by 1 person

  30. Anonymous

    fullnamenya si devan tuh devano dipta gak sih

    Like

  31. Ni Putu Desi Savitri

    Iming kinipi sih kilii idi pirisiin rimintisnyi? Nggik bilih? Kin cimi idi, Rin, bikin hiris ditirimi?

    Like

  32. Anonymous

    jadi kayak liat aku di diri rani

    Like

  33. Anonymous

    ehh ini apa ya pada dipta dipta, SURYA DONGGG HARUSNYA

    #TimSuryaRani

    #TimSukesSurya

    #GoSurya

    Like

  34. Anonymous

    ini jatohnya ngeblock satu sama lain ya? jadiana aja udahh kalo kata ak mahh yagasi?!?! (diucapkan dengan nada kesal dan gemess)

    Like

  35. Anonymous

    SURYA RADFLAG RAN, DIA PECUNDANG YG GA MAU JUJUR SAMA PERASAANNYA

    Like

  36. azk174321

    surya mending sama aku aja deh ☺️

    Like

  37. Anonymous

    mohon maaf dengan segala hormat ya warga Surya tapi beneran DIPTAFORTHEWINNER sih 🙏🙏🙏

    Like

  38. Anonymous

    suur suur udah sur sadar saingan kamu masalalunyaa

    Liked by 1 person

  39. Anonymous

    CURIGA DIPTA KAKAKNYA SURYAAA

    Liked by 1 person

  40. Anonymous

    maap Sur, tapi ga selamanya cowo humoris jadi pemenang (ini biar kamu ama ku aja Sur) rani sama dipta aja

    Liked by 1 person

  41. Anonymous

    Kok gue curiga, dipta kakaknya surya

    Like

  42. Anonymous

    I LOVE HUMORIS BOY’S🤭💞 Dipta minggir dlu yh

    Liked by 1 person

  43. Anonymous

    Cari diptaa siiih ran kata ku, biar aku kejar surya

    Like

  44. Anonymous

    tim dipta?

    ihh tapi surya juga lucu WOIIII 😭🤏

    Liked by 1 person

  45. Anonymous

    dipta aja ga sih?

    tapi suraya juga lucu WOIII😭

    Like

  46. Anonymous

    #2025suryaranibahagia

    Like

  47. Anonymous

    sur, terlalu hangat sur

    Like

  48. Anonymous

    Emang gak sakit sur? 😌

    Like

  49. Anonymous

    sur, terlalu hangat sur, yang menang selalu yang kulkas

    Like

  50. Anonymous

    nanti juga dikecewain lagi🙃

    Like

  51. yok sur buktikan kalo masa lalu tidak harus jadi pemenangnya

    Liked by 2 people

  52. Anonymous

    DAR DER DOR BGT SUR😭😭😭

    Like

  53. Anonymous

    ran kamu sm dipta aj biar surya nya sm ak

    Like

  54. Anonymous

    lanjut pak surnyaaaa

    Like

  55. Anonymous

    pepet terus suryaaa

    Like

  56. Anonymous

    Surya kalo butuh kata” buat ngegombal japri aku ajaa yaa nanti aku bantuin ❤️❤️

    buat dipta mah terserah 😇

    Liked by 1 person

  57. Anonymous

    yang kayak surya tuh kalau udah dapet pasti ninggalin sihh, runnnnn!!!!

    Like

  58. Anonymous

    “Emangnya bisa? Cowok sama cewek temenan aja tanpa ada perasaan yang romantis?” gabisa ran, aku 10 tahun temenan, mendem perasaan sendirian, tapi akhirnya jadian.

    Like

  59. Anonymous

    surr kenapa ga langsung confess aja si

    Like

  60. Anonymous

    #DiptaPemenangnya

    Like

  61. Anonymous

    udah sur, masa lalu pemenangnya

    Like

  62. Anonymous

    Pelan pelan gak lo sur, jadi asing lho nantiii🫵🏿🫵🏿

    Like

  63. Anonymous

    Pepetttttt terosss surrrr

    go go go surya goooo

    Like

  64. Anonymous

    surya lama deh, udah tembak aja nanti keburu sama dipta!!! Nyesel mah belakangan sur

    Like

  65. dreamilyfuturistic5708beb56e

    all in dipta pokok nya🤗🤗

    Like

  66. dreamilyfuturistic5708beb56e

    us dipta mana? Rani butuh dipta, surya di pojokan aja🙏🏻

    Like

  67. Anonymous

    us dipta mana? Rani butuh dipta, surya di pojokan aja🙏🏻

    Like

  68. Anonymous

    all in dipta✊🏻

    Like

  69. Anonymous

    all in dipta✊🏻👊🏻

    Like

  70. Anonymous

    us dipta mana?

    Like

  71. Anonymous

    dipta yang ganteng itu mana us???

    Like

  72. Anonymous

    STOP GAK SURR? BALIK KANAN CEPETT !!!

    Like

  73. Anonymous

    APA-APAAN INI SUR?

    Berani-beraninya ngomong gitu, haha.

    #suryamundurbiardiptaraniberlayarkembali

    Like

  74. Anonymous

    hahak

    Like

  75. Anonymous

    SKY TIM SURYAAA

    Like

  76. Anonymous

    gue pernah punya 2 orang kaya Surya selama idup. Jangan mau sama Surya Ran, akhirnya pada ninggalin pas kita udah ancurin boundaries ke dia.😀

    Like

  77. Anonymous

    bingung si aku pilih surya apa dipta yaa :(

    Like

  78. Anonymous

    duh si aku bimbang tim surya apa dipta yaa😭

    Like

  79. Anonymous

    sur kata gue si maju aja gapapa surr, paling nangis dikit

    Like

  80. Anonymous

    SURYAAAA TERDEPANNN

    Like

  81. Anonymous

    diptaa lu kemanee sihh ahh, rani masih nungguu feeling gue

    Like

  82. Anonymous

    PASTI ZODIAK SURYAA GEMINI DEH

    Liked by 1 person

  83. Anonymous

    Sejauh ini masih mau jadi tim dipta meskipun dipta suka ghosting, Tapi surya “LO KAYAK BERUSAHA NGAJAK RANI HTS BANGETT” kesel banget, jadi dejavu 😭🙏🏻

    Like

  84. Anonymous

    sur2 cepetqn dor jan gantungin anak orangg haiyaaaa

    Like

  85. ekaranifn

    HIDUP SURYA

    SEMANGAT SURYA

    Kata paus kamu secondlead

    No no kamu mainlead

    Like

  86. Anonymous

    ihh suryaaaaaa

    malu ahh keliatan bangett kecintaannya sur sur…

    Like

  87. Anonymous

    Jangan jadian ran pertahankan gitu aja, soalnya aku pernah jadian taunya putus baik-baik 😭🙏

    Like

  88. lucukkk deh

    Like

  89. Anonymous

    SUR????😇😇😇😇☝🏻KELEWATAN INI HEI? YUK PULANG

    Liked by 1 person

  90. Anonymous

    hey hey look at me ran, lo sama dipta aje biar gue sama surya #kitabutuhsurya

    Like

  91. Anonymous

    sama surya aja ran, eh atau sama dipta ya???? Atauu ga sama sekali yah ran???

    Like

  92. Anonymous

    semangat ran, tp saranku sih jgn goblok ya *pesan dr alumni senasib 2022

    #JanganSalahPilih #PilihYangPastiPastiAja #TENTU PILIH SURYA☝🏻☝🏻☝🏻

    Like

  93. nopitanonop

    kurang panjang us😭

    Like

  94. Anonymous

    KAN CUMA ADA RAN, GAHARUS DITERIMA🙂‍↔️

    Like

  95. Anonymous

    us kurang panjanggg😭

    Like

  96. Anonymous

    menurut gue lu berdua jadian aja gak sih

    Like

  97. Anonymous

    Kata gue lu berdua jadian aja we lah☺️🙏

    Like

  98. Anonymous

    Logika nya harus milih surya, tapi hati pasti lebih milih dipta

    #Raniberhakbahagia

    Like

  99. Anonymous

    tim dipta😓

    Like

  100. Anonymous

    takut love bombing lagi ga si 😭

    Like

  101. Anonymous

    komennya pada ngakak² semua😭😭

    Liked by 1 person

  102. Anonymous

    AYO SURR PETRUS JANDOR🫶🫶🫶

    Like

  103. Stecuu

    GANTENG SURYA & CANTIK RANI SIAP BERSATU NIHHH🤟😚🤟

    Like

  104. Anonymous

    i think dalam hidup kita emang perlu sosok surya, biar hidup ngga gitu gitu aja, duh sur bikin gue nyengir mulu lo, elah

    Like

  105. Anonymous

    “emang bisa cewe cowo temenan tanpa perasaan romantis?” gabisa ran, aku temenan 11 tahun ujungnya jadian tapi sekarang asing😊

    Like

  106. pratiwi

    logika sih udah pasti pilih Surya, tp kalai hati gak bisa bohong uss, pilihnya dipta😭

    Like

  107. Anonymous

    “emang bisa cewe sama cowo temenan tanpa perasaan romantis?” gabisa ran, aku temenan 11 tahun ujungnya jadian tapi sekarang asing😊

    Like

  108. Anonymous

    Ran, masa enggak bisa suka sama yang kasih kegaduhan di antara ketenangan kamu, sih?!

    Like

  109. cenayang bangett sumpahh yaa ini penulisnyaa

    Like

  110. pratiwi

    logika udah pasti pilih surya, tp hati gak bisa bohong uss, pilihnya dipta😭

    Like

  111. Anonymous

    Ini gimana, ya, caranya uncrush?

    Liked by 1 person

  112. Anonymous

    logika udah pasti pilih surya, tp kalau hati dipta sihh😭

    Like

  113. Anonymous

    endingnya kirain kisahku yg kesebar🙏🏻

    Like

  114. Anonymous

    maju terus gak lo sebelum didorong ikan

    Liked by 1 person

  115. Anonymous

    cowo begini kalo sad ending jadinya sama aku ajalah

    Like

  116. Anonymous

    gas aja sur buru keburu ujannya redaaa!!!!

    Like

  117. Anonymous

    “Emangnya bisa? Cowok sama cewek temenan aja tanpa ada perasaan yang romantis?” GA BISA!!! soalnya gue malah jadian dan tambah romantis ran. lu cobain gih ama surya

    Like

  118. Anonymous

    RANI BUKA MATA LO DAN LIAT SURYA BAIK BAIK

    Like

  119. Anonymous

    #timdipta

    #diptarani

    #diptaranihore

    Like

  120. Anonymous

    RAN KALO GA MAU BIAR BUAT AKU AJA🙌🏻🙌🏻

    Liked by 2 people

  121. Anonymous

    Masuk terus proker surrrr

    Like

  122. Anonymous

    gas aja sur sebelum si dipta dipta itu datang

    Like

  123. Anonymous

    jangan jangan devan itu dipta

    Like

  124. Anonymous

    jangan jangan devan itu dipta🫵🏿🫵🏿

    Like

  125. Anonymous

    surr, sm gw aja sini surr, dijamin bahagiaaa

    Like

  126. Anonymous

    sur, sama gw aja deh sur, yakin deh bahagia

    Like

  127. Anonymous

    Ayooo surrrr maju terusss

    Like

  128. Anonymous

    #TIMSURYAAAA

    Like

  129. Anonymous

    ingat, jangan Masuk perangkap budaya raaan!

    Like

  130. Anonymous

    knp jadi perasaanku yg teracak acakk suryaa!🫵🏻😖

    Like

  131. Anonymous

    ‘Kan cuma ada, Ran, bukan harus diterima’ — yaelah, ini cowok ngedrop perasaan kayak nge-drop paket Shopee 😩

    Like

  132. Anonymous

    deketin terus suryaa ayo bisa

    Like

  133. Anonymous

    Full Suryana sahabat bab ini

    Gasss truss sur ✨✨

    #SemuaSuryaditerima

    Like

  134. Anonymous

    plot twist adiknya surya si dipta☺️🙏🏼

    Like

  135. Anonymous

    ya allah

    Like

  136. Anonymous

    tim surya kencana

    Like

  137. Anonymous

    ALL IN SURYA RANII, dipta jadi ubi aja us

    Like

  138. Anonymous

    ‘Suka gue maksudnya.’Lah bang, ngomong kayak gitu sambil makan ramen bisa bikin sendok jatuh itu 😭

    Like

  139. Anonymous

    TIM SURYA GARIS KERAS

    Like

  140. Anonymous

    TENANG US AKU TIM SURYA (dengan nada bicara yang denial)

    Like

  141. Anonymous

    gassskeunn suryaa, keburu besok pagi wkwkw

    Like

  142. Anonymous

    maaf dipta, surya duluan

    Like

  143. Anonymous

    Tenang us aku tim surya (dengan nada bicara denial)

    Like

  144. Anonymous

    ini mah bukan surya tapi aku us, sampe nangis pas bagian “kan cuma ada, ran, bukan harus di terima?”

    Liked by 1 person

  145. Anonymous

    KAKAKNYA SURYA JGN DIPTA YA USSS

    Like

  146. Anonymous

    ayo sur aku dukung terus kamu #dipta minggir

    Like

  147. Anonymous

    Kehidupan kayak ramen. Kalau nggak dicampur rasa asin, gurih, dan pedas—nggak lengkap

    Like

  148. Anonymous

    AKU TIM SURY US TENANG AJA (dgn perasaan denial)

    Liked by 1 person

  149. Anonymous

    Cinta nggak harus bikin kita berani langsung, kadang dia datang pelan-pelan… kayak hujan habis gerimis

    Like

  150. Anonymous

    ini mah aku bkn surya😞

    Like

  151. Anonymous

    KAN CUMA GA HARUS DITERIMA
    AAAAARGGHHH KO SAKIT YAAA

    Like

  152. Anonymous

    Kalo ini drama Korea, judulnya pasti: Between Ramen and Feelings 🍜❤️

    Like

  153. Anonymous

    bisa lanjut sampe bab 10 aja gasii 😭

    Like

  154. Anonymous

    “emang bisa, cewek sama cowok temanan aja tanpa ada perasaan yang romantis?” Ga bisa ran buktinya gue temanan tapi berujung jadian akhhh😊

    Like

  155. Anonymous

    #PokoknyaSurya

    Like

  156. Anonymous

    terobosss aje surrr

    Like

  157. Anonymous

    #timSuryahariskeras

    #janganganggutimSurya

    #SuryaBerhakBahagia

    #bersamaSuryaRaniBahagia

    Like

  158. Anonymous

    BERLEBIHAN SURYAAAAA

    Like

  159. Anonymous

    pepetttt terus surrrrr

    Like

  160. Detaa

    Orang lama atau orang baru?
    Orangg akuu tim #RAYA_RaniSuryaSelaluCeriaa

    Like

  161. Anonymous

    gaada yg gabisa di duni ini sur, tetap semangat jgn menyerah😇

    Like

  162. Anonymous

    jangan jangan surya sama di masa lalu itu sodara

    Like

  163. Anonymous

    gas keunnn surya!!! #RaniSuryaJadian

    Like

  164. Anonymous

    waduh surya udah mulai ngode alus 😭

    Like

  165. Anonymous

    maaf Dip, kamu bakal kalah sama yang humoris🙏🏻💋 #suryasamarani #diptasamaaku

    Like

  166. Jangan Rani, Dipta aja Dipta☺️🙏🏻

    Like

Leave a comment