MYTSKM – 4

Rani memperlambat langkahnya sampai benar-benar berhenti. Dia sadar seseorang dengan jeans dan kaos hitam itu menatapnya. Rani merasakan jantungnya berdebar. 

“Kepagian, Ran. Jam tujuh juga belom,” ucap Dipta menyapanya.

“Iya. Ya udah, nanti aja gue balik lagi,” jawab Rani nyengir sambil reflek berbalik badan untuk kembali menghindari Dipta. 

Dari belakang, Dipta berjalan menyusulnya. “Eh, tunggu dong, Ran!”

Kali ini, Rani benar-benar tidak bisa menghindarinya. 

“Gue nggak maksud nyuruh lo pergi, kali,” sambung Dipta. “Lagian, nggak kangen apa seminggu nggak ketemu gue?”

Sial. Ini kayaknya gue emang beneran kejebak sama cowok friendly, pikir Rani. Bisa-bisanya dia sesantai itu ngomongnya? Berarti selama ini cuma terjadi di kepala gue? Berarti harusnya gue nggak perlu sekhawatir itu? Duh! Gina ke mana, sih???

Rani menoleh ke arah Dipta. “Emangnya ke mana seminggu kemarin?”

“Naik gunung,” jawab Dipta tenang.

Mata Rani melebar. “Naik gunung? Emang kalau orang naik gunung, tuh, sampe seminggu, ya?”

“Nggak juga, sih.” Dipta meliriknya. “Sisanya karena males ngampus aja,”

Rani tidak menyahut. Pada saat itulah dia mulai memahami bahwa Dipta hanya ketidakjelasan yang membuatnya bahagia, dan Rani tidak ingin larut terlalu jauh. 

Mereka duduk di bangku dekat tangga, masih di satu gedung yang sama. Rani menatap Dipta, berharap bahwa ini adalah kebetulan yang terakhir. Rani ingin mengakhiri perasaannya sebelum terlalu rumit, meski itu berarti menyiksa dirinya sendiri. 

“Kalau… HP?” tanya Rani sedikit ragu.

Wajah Dipta berubah bingung. “Mmm? HP?” 

“Sebenernya gue sempet nge-chat lo—”

“HP gue ilang, Ran!” seru Dipta memotong ucapan Rani yang belum selesai.

Kalau handphone-nya benar hilang seperti yang dia katakan, berarti gue nggak punya alasan untuk marah dong?pikir Rani. Laki-laki satu ini benar-benar membuatnya serba kebingungan menghadapi perasaannya sendiri.

“Hilang?” ucap Rani memastikan sekali lagi.

“Iya. Maaf, ya. Emang lo nge-chat apa?”

Rani mengeluarkan handphone-nya, menunjukkan isi pesan yang dia kirim kepada Dipta dengan masih dalam keadaan centang satu.

Dipta tersenyum membacanya. Dia menoleh pada Rani. “Ini khawatir beneran atau cuma kepo aja?”

Jawaban yang mengundang kekesalan dalam hati Rani.

Rani pun lantas menarik kembali handphone-nya dari pandangan Dipta. “Nggak tau!”

Dipta meraih tangannya. “Kalau tau lo nge-chat, pasti gue bales, Ran. Pasti gue nggak akan bolos kelas.”

Wajah Rani seketika berseri, dia tersenyum. Saat itulah Rani tersadar bahwa dia telah jatuh dan tidak mampu menolong dirinya sendiri. Seperti terlambat masuk kelas Pak Sunardi, dia memilih sebuah ketidaksengajaan yang sebenarnya bisa dia hindari.

Beberapa saat kemudian, mahasiswa lain mulai berdatangan, disusul juga oleh Gina yang seketika menghentikan langkahnya saat melihat Rani dan Dipta sedang duduk bersama. “Gue ke kelas duluan, ya, Gina udah dateng,” kata Rani kepada Dipta.

Dipta mengangguk. “Nanti gue nyusul lima menit lagi,”

Rani pun beranjak dan menghampiri Gina yang masih berdiri dengan raut heran. “Wah. Menurut gue lo harus cerita, sih,” sapa Gina.

“Cerita apa, sih?” Rani tertawa.

“Kemarin bilangnya nggak mau ketemu, sekarang bisa janjian dateng barengan,” ucap Gina meledek. 

“Nggak! Nggak janjian!” sangkal Rani cepat. “Emang nggak sengaja ketemu tadi, gue dateng kepagian, eh, ternyata ada dia juga lagi sendirian.”

“Jadi udah pernah terlambat bareng, sekarang dateng kecepatan bareng? Gitu?”

Gina cuma bisa tersenyum ketika sahabatnya bercerita panjang lebar tentang Dipta. Dari kedua mata Rani, Gina bisa membaca bahwa Rani menyukai Dipta lebih dari yang Rani sendiri sadari. Meski firasatnya tidak yakin dengan laki-laki friendly itu, tapi wajah bahagia Rani membuat Gina ingin percaya kalau Dipta tidak perlu jadi kekhawatirannya—meski sayangnya, yang terjadi justru sebaliknya.   

Sifat Dipta yang suka tiba-tiba berada di luar radar alias menghilang, ternyata bukan sebuah kebetulan. Dipta sering sekali seperti itu. Sesuatu yang mengganggu, tapi lama kelamaan, membuat Rani terbiasa. 

Sepanjang semester satu, ada beberapa mata kuliah yang tidak berhasil Dipta lalui karena terlalu sering tidak hadir. Awalnya, Rani masih suka khawatir, tapi makin ke sini, Rani terpaksa mengerti. Bahwa, Dipta sudah cukup dewasa untuk mengatur hidupnya sendiri, untuk masuk kelas atau tidak, untuk datang atau tiba-tiba menghilang. Di lain sisi, pun, hubungan mereka tidak pernah lebih dari sekadar teman dekat, dan Rani tidak ingin menjadi teman yang menyebalkan, teman yang mengatur —karena di luar sifatnya yang tidak menentu, Dipta berhasil memberi warna baru pada hidup Rani, dan Rani tidak ingin merusak itu.

“Nggak masuk lagi dia?” tanya Gina yang baru datang.

“Nggak tau, centang satu, Gin,”

“Kenapa? HP-nya ilang lagi?” tanya Gina sinis.

“Mungkin lupa di-charge,” ucap Rani berusaha membela. 

“Kalau tingkahnya masih sama aja, mending lo jauh-jauh, deh, Ran.”

“Dari dulu juga nggak pernah deket-deket amat,” Rani mendadak menggerutu. “Gue juga maunya nggak peduli, tapi lo tau sendiri—”

Gina memotong perkataan Rani, “Makanya confess dong,”

Rani tidak menjawab.

“Udah jalan tahun kedua, masa masih disimpen juga?” tanya Gina dengan berani. “Selama ini dia bersikap nggak jelas, karena dia nggak bener-bener tahu kalau perasaan lo ke dia itu serius. Gue paham. Kalo bisa milih, siapa juga, sih, yang mau jatuh cinta sama cowok friendly yang hobinya ngilang? Tapi, kan, kalo lo tegas ngomong soal perasaan lo, seenggaknya, dia nggak akan seenaknya kayak gini,”

“Mmm…” Rani menggumam, sepertinya memikirkan ucapan Gina barusan. “Oke. Anggaplah gue beneran confess, kira-kira dia gimana, ya? Lo ada bayangan, nggak, Gin? Menurut lo dia suka gue, nggak?”

“Kalau dia suka, menurut lo dia akan bikin lo bingung kayak gini, nggak?”

Hati Rani seketika terasa nyeri, seperti ada batu besar yang menghantamnya.

“Nggak semua perasaan kita bisa terbalas, Ran, tapi jatuh cinta yang kayak gini cuma bikin capek hati,” lanjut Gina.

Rani tidak menjawab. Semua yang ingin dia sampaikan, sudah Gina katakan. Kenyataannya, dia memang lelah dengan perasaannya terhadap Dipta. Bahkan, dia pun sadar kalau besar kemungkinan Dipta tidak bisa membalas perasaannya. Meski begitu, di dalam lubuk hatinya, Rani tahu dia punya kendali untuk menuntaskan kebingungan ini.

“Bener, Gin. Gue harus ngomong sama dia.”

***

“Terus? Terus? Tokoh utamanya jadi confess, Ran?” sahut Surya tidak sabar ketika Rani menceritakan perkembangan buku pertamanya di kantor.

Rani meliriknya. “Rahasia,”

“Ah! Rese, lo!” ucap Surya kesal. 

Rani tertawa. “Sabar. Kalau langsung gue ceritain semua, nanti jadi nggak seru lagi.”

Surya menyandarkan tubuhnya di bangku dengan tatapannya yang tidak lepas dari Rani. “Tapi salah tokoh utamanya juga, sih. Dari sekian banyak cowok, kenapa naksirnya sama yang nggak jelas kayak gitu?”

Perkataan Surya membuatnya terdiam. Dia memikirkan tokoh utama dalam bukunya yang merupakan dirinya sendiri. Dia juga memikirkan Dipta. Kalau waktu itu, bertahun-tahun yang lalu, dia tidak terlambat kelas Pak Sunardi dan tidak berkenalan dengan Dipta, apakah dia tetap jatuh cinta kepadanya? Kalau waktu itu sikap Dipta lebih jelas, apakah mereka masih sama-sama hingga sekarang?

“Namanya juga cinta, Sur,” jawab Rani pelan.

“Oh… Jadi tokoh utamanya udah bukan sekadar naksir, nih?” sahut Surya penuh antusias. “Udah kecintaan banget berarti?”

Rani mengangkat bahu. “Iya. Emang nggak masuk logika, sih. Udah orangnya nggak jelas, tukang ghosting, mereka deketnya juga cuma bentar—”

“Bentarnya, tuh, berapa lama, Ran?” tanya Surya yang terus berusaha memancing Rani agar melanjutkan ceritanya.

Rani menyadari umpan yang sedang Surya berikan. “Mau tau aja lo!”

Surya terkekeh. “Pelit banget sih, tinggal kasih tau gue aja apa susahnya?”

“Udah, ah, gue mau pulang,” kata Rani sambil mengenakan jaketnya. 

“Bareng gue, kan?”

Sejak tinggal di sebelahnya, Rani semakin kesulitan mencari alasan untuk bisa kabur dari Surya. Bahkan, belakangan ini, mereka sering jadi dua orang terakhir di kantor karena terlalu asyik membahas buku yang sedang Rani kerjakan. “Gerimis,” kata Rani sambil menoleh ke arah jendela.

Surya ikut melihat rintikan hujan yang menempel di kaca ruangan. “Aman. Motor gue bisa nginep di kantor,”

“Lo emangnya nggak bosen sama gue mulu?” tanya Rani heran. “Gue mau pulang sendiri aja. Lagian, jam segini bus udah nggak terlalu rame, gue bisa dapet tempat duduk, terus sambil dengerin lagu, deh! Biar makin menghayati buku gue.”

“Nah! Ya udah, pas banget. Gue bisa anteng kok. Gue janji nggak akan ngeluarin suara sebelum lo yang ngajak gue ngomong duluan,” 

“Surya—”

“Udahlah, Ran. Tempat tinggal kita, tuh, udah bukan searah lagi, tapi sebelahan. Kalau bisa bareng, kenapa harus sendiri-sendiri?”

Pukul delapan malam. Rani sudah tidak terlalu cukup energi untuk bisa terus adu bicara dengan Surya. Atas desakannya, Rani akhirnya memilih menurut. Setelah mengemas barang-barangnya, mereka turun ke lantai dasar dan meninggalkan kantor. 

“Makan ramen dulu, yuk?” ajak Surya ketika mereka sedang berjalan menuju halte.

Rani melirik jam tangannya. “Jam segini?”

“Biar nanti sampe apart langsung istirahat, nggak usah pusing nyari makan lagi,” ucap Surya dengan alasannya yang ke sekian yang bisa terdengar masuk akal. “Searah, kok. Nih, tinggal jalan aja bentar,”

Tempat ramen yang Surya maksud adalah sebuah restoran ramen dengan desain unik dan kental dengan unsur Jepang. Ketika mereka tiba, tidak ada banyak pengunjung di dalam. Terlihat hanya dua meja yang terisi, yang membuat restoran jadi terlihat lebih besar. Mereka pun memilih meja dan akhirnya duduk berhadapan. 

“Mau ramen apa?” tanya Surya.

“Mmm… Miso ramen aja, deh,”

Surya memesan miso ramen untuk Rani dan shio ramen untuk dirinya sendiri.

“Bagus, deh, tempatnya,” ucap Rani sambil melihat sekeliling ruangan. “Lo sering ke sini, Sur? Sama cewek yang mana?” 

“Nggak, sih. Baru dua kali, dan gue selalu sendiri kalau ke sini. Gue sebenernya nggak terlalu suka makan bareng orang lain,” jawab Surya.

“Lah. Kan lo sering makan bareng gue,”

“Lo mah bukan orang lain, Ran.”

130 responses to “MYTSKM – 4”

  1. Anonymous

    duh duh duh surya calon avoidant nih keknya

    Like

  2. Anonymous

    damn… sur?? 😊

    Like

  3. mellowee14ed7f68

    🤭

    Like

  4. Anonymous

    jangan sampe surya ngilang ye, gue tandain lo surya 👊🏻🤏🏻

    Like

  5. Fay

     “Ini khawatir beneran atau cuma kepo aja?” DIPTAAAA

    Like

  6. Anonymous

    dar der dor

    Like

  7. Anonymous

    dipta ni msuk ke karakter avoidant gk siiii, dateng pergi sesuka hatiiiii🫠

    Like

  8. Anonymous

    deket sama orang yang suka muncak emang suka ilang ilang an ran

    Like

  9. Anonymous

    deket sama anak yang suka mencakup emang kerjaannya ilang ilang an ran

    Like

  10. Anonymous

    cape bgt jadi rani di darderdor mulu tp GEMASSSSSS

    Like

  11. Anonymous

    ih awas lo ya surya kalo tiba-tiba nge-ghosting rani jg 🙂

    Like

  12. Anonymous

    kayak kenal kisahnya hahhaa

    Like

  13. liat kalian pada komen “ini mah ceritaku” kok bisa si kalian punya cerita selucu ini? (fufufu crying)

    Like

  14. Anonymous

    baca komen lain pada bilang “ini mah kisahku” kok bisa punya cerita selucu ini sih kalian?

    Like

  15. Anonymous

    gue balik juga nih bumi 😭

    Like

  16. Anonymous

    sur kmu Masi bisa brtahan ngk klo tau trnyta di hati Rani ada org lain? (Brtnya dgn nada kasian)

    Like

  17. Anonymous

    damnnn

    Like

  18. Dee

    LAH KOK DIPTA SUKA NDAKI SIH😭emang yg suka naik gunung gitu ran, suka ngilang

    Like

  19. briefly69ee33c4db

    pelan pelan pak supirrr

    Like

  20. Anonymous

    pasti ini yang menang orang lama

    Like

  21. Anonymous

    hmm kasian surya kit ati denger story rani sepertinya. 🙃

    #TEAMSURYA

    Like

  22. totallydark934e98d857

    Run, Ran!! Dua-duanya punya indikasi ngilang, wkwk. Surya kayak love bombing 🤣😭

    Like

  23. Anonymous

    maaf gais, kayaknya gue lebih suka Dipta deh 😭🙏🏼 anaknya emang demen cari penyakit 😭

    Like

  24. Anonymous

    yang menang pasti orang baru, tapi penulisnya gamon sama orang lama

    Like

  25. Anonymous

    yang menang orang baru pasti, tapi penulisnya gamon sama orang lama

    Like

  26. Anonymous

    pelan pelannn pak suryaaa😭😭😭

    gue kalo dahh digituinn bisa klepek klepek dag dig dug ussss

    Like

  27. Anonymous

    waduh pelan pelan sur 😭

    Like

  28. Anonymous

    waduddd pelan pelan surya 😭

    Like

  29. Ni Putu Desi Savitri

    Jangan tiba” ngilang ya Surr abis ngomong gitu

    Like

  30. Anonymous

    singkat saja, pemenangnya orang lama atau orang baru, ya?

    Liked by 1 person

  31. Anonymous

    wkwkwk buktiin surrr jangann ntar malah ngilanggg

    Like

  32. Anonymous

    suryaaa ayo buktiin kalo pemenangnya ngga harus masa lalu

    Like

  33. ayo surya buktikan kalo masa lalu ga mesti jadi pemenangnya

    Like

  34. Anonymous

    curiga mas mas baristanya adalah dipta

    Like

  35. Anonymous

    Ini dipta zodiak nya libra bukan? Plin plan banget buset😭🙏

    Like

  36. Mei Putri Simatupang

    YAH surya… kalau gini harus ekstra berjuangnya wk orang lama susah banget dilupain loh surya

    Like

  37. Anonymous

    Surr, aku jadi second choice gpp surr

    Like

  38. Anonymous

    #GUBRAKK

    Like

  39. Anonymous

    cogil nihhh

    Like

  40. enchantingdonutc39ca94354

    wutwutwuttttt ayok surr gas terosss 😆😆 biar si Dipta Dipta itu hilang 😂

    Like

  41. Anonymous

    ran? lo masih gamon sama dipta kan? siniin surya nya🤌🤌

    Like

  42. Anonymous

    WUT WUT NYA KAKA

    Like

  43. Anonymous

    Jiakh

    Like

  44. Anonymous

    gemesss siiii tp setiap baca deg degan

    Like

  45. Anonymous

    ran, kata aku sih kalau yang ghosting gitu lari ajaa ran. capekk weyy

    Like

  46. Anonymous

    ran kata gw lu move on ke surya dah

    Like

  47. Anonymous

    MAJU SUR! masalalu itu, jan geterrr.

    Like

  48. Anonymous

    MAJU AJA SUR, jan geter. cmn masa lalu.

    Like

  49. Anonymous

    orang lama apa orang baru? atau orang sama” ga jadi?

    Like

  50. Anonymous

    langsung ke intinya deh, orang lama apa orang baru? atau orang sama” ga jadi?

    Like

  51. Anonymous

    swim sur, swim

    Like

  52. Anonymous

    Kok dipta kaya gua sih, tukang ghosting, friendly and suka ngilang2😭, Tpi aku ttp tim surya

    Like

  53. Anonymous

    dipta gausa muncul lg lo 🫵🏻

    Like

  54. Anonymous

    sikatt surrr sebelum di diptaaa itu dtg lg 😭

    Like

  55. Anonymous

    duh tim dipta lagi, soalnya yang ngebingungin emang susah buat dilupain wkwkwk

    Like

  56. Anonymous

    tim surya deh kalo begini

    Like

  57. sholiha tsalis

    sur pertahankan sur

    Like

  58. Bintangfajar

    layaknya Nug yang berhasil memenangkan hati Binta, kamu pasti bisa surrrrrr😍

    Like

  59. Anonymous

    sumpah uss ini relate bgt sama kisah cinta akuu🥹

    Like

  60. Raihanah Labibah

    Semangat mengejar CintaNya ranii😁🤝🏾

    Like

  61. Anonymous

    Sur… Semangat ya sur. Effort lu bisa sia2 klo si dipta dipta itu tbtb muncul lg

    Like

  62. Anonymous

    kalian nggak usah saling kenal deh, repot ini situasinya

    Like

  63. toofestival1481bf425d

    setelah baca sampe bab 4, aku jdi pindah ke tim Dipta. Kadang kita suka gitu gak sih? Wkwk walaupun Surya sempurna, kadang kan kita lebih tertarik sama yg gak jelas hahaha

    Like

  64. Anonymous

    Setelah dipikir matang matang, aku kayanya tim Dipta wkwkw krn kadang kita gitu ga sih? Lebih suka sama yg ga jelas, pdhl udh tau end nya kaya gmna hahaha nanang ismail (nangis)

    Like

  65. Anonymous

    waduh, lanjut uss pliss🥺

    Like

  66. Anonymous

    kayanya rani confess deh soalnya mereka jadi asing kann, udalah ran sama surya aja

    Like

  67. Anonymous

    cocok sih ini pake lagu “tanpa bicara”

    Like

  68. Anonymous

    dipta jangan ilang ilangan gitu lah,kasian rani nya jadi khawatir gitu dia ngga bisa bebruat apa apa selain tiba tiba chat nanyain yang gajelas

    Like

  69. Anonymous

    diptaa jangan ilang ilangan gitulah,kasian rani yang khawatir tapi ngga bisa berbuat apa apa

    Like

  70. Anonymous

    gas terus Sur, Dipta gk jelas tuh…

    gua dukung lu.

    Like

  71. Anonymous

    Sur, si Dipta gak jelas, Gas terus… Gua dukung lu.

    Like

  72. Anonymous

    gapapa sur trobos ajaaa

    Like

  73. Anonymous

    gapapa sur tronos ajaaa

    Like

  74. Anonymous

    Yang nuliss note pesanan kopi ada hubungan ma masa lalu Rani ga yah?

    Like

  75. Anonymous

    kata gue teh lu mundur sur dr skrg 😭

    Like

  76. Anonymous

    awas aja kalo Dipta tiba-tiba dateng😭🫵🏻

    Like

  77. Anonymous

    takut bgt bacanya😭🙏

    Like

  78. Anonymous

    Dipta lu bener bener yeeeeee anjoy

    Like

  79. Anonymous

    hidup SUNYI. Surya Rani🥺

    Like

  80. Anonymous

    kalau sekiranya bakal gajelas kaya Dipta juga, mending gausah banyak ide ya lu Surya 😊🫵🏼

    Like

  81. Anonymous

    gas terus surya.

    Like

  82. chocolove12

    jadinya udh ngomong ke dipta apa blm nih ran?

    Like

  83. Anonymous

    plis Surya aja ya Ran, jgn ada si Dipta Dipta itu di antara Surya Rani☺️

    Like

  84. Anonymous

    JANGAN KODE TERUS SUR, LANGSUNG TEMBAK AJA LAH

    Like

  85. Anonymous

    AAAAA SURYAA BIKIN SALTING MULU

    Like

  86. Anonymous

    sumpilll takut bgt dipta ituh surya 😔👹‼️🤲🏽

    Like

  87. Anonymous

    #TimSurya garis keras!!😭🙏🙏

    Like

  88. Anonymous

    Sur jangan sampe ghosting jg ya luuu😩

    Like

  89. ekaranifn

    #TimRaniSurya bayyy dipta

    Like

  90. Anonymous

    pepet terossss surrrrr

    Like

  91. Anonymous

    apakah dipta adalah suryaa? hemmm

    Like

  92. Anonymous

    malu ih sur keliatan kecintaan bgt

    Like

  93. Anonymous

    ussssss pplisssss

    Like

  94. Anonymous

    Tiati ya sur kutandai kau

    Like

  95. Anonymous

    aduhh dipta kaya hts an gue 😭😞😥

    Like

  96. Anonymous

    #ranidiptasemakindidepan

    Like

  97. Anonymous

    ”lo mah bukan orang lain ran” aaaaaakh terus apa surya?

    Like

  98. Anonymous

    mau nanyaa dong kalo cowoknyaa selalu ngodee buat si cewek confess, kalian sebagai cewek haruss gimana ?? Sedangkann pasti kebanyakan cewek gak mau lahh ya, tapii sebagai cewekk udhh kek ngasih sinyal klo kita suka sama dia tapi dianggep friendly fvkc

    Like

  99. Anonymous

    INI W BENERAN DIGABTUNG SELAMA SEMINGGU, BISA TIAP HARI AJA GAK USSSS

    Like

  100. Anonymous

    pelan pelan pak suryaaa

    Like

  101. Anonymous

    NER BENER SURYAAADIIIIII, buru tembak ahh

    Like

  102. Anonymous

    Surya sabar ya, kalo jodoh nggak bakal kemana… kecuali dia muter dulu ke mantan 🗿

    Like

  103. Anonymous

    emg yang suka ngegosting lebih menantang sih kata gua Ran🙏🏻

    Like

  104. Anonymous

    aaakhhh surrr langsunng nyatain aja sur, nanti diptanya keburu datengg lagiii

    Liked by 1 person

  105. Anonymous

    “Surya kayak abang Indomie: selalu ada, selalu siap, selalu hangat 😌”

    Liked by 1 person

  106. Anonymous

    Rani yg dulu adalah aku yang sekarang🤙😌 🫂

    Like

  107. Anonymous

    Wut Wut Wut LAMPUNYA KAKA 😭

    Like

  108. Anonymous

    gemeeeshhhnhyaaa

    Like

  109. blazezealous974f6547e2

    SURYA LU BENER-BENER YA😭😭😭😭

    Like

  110. Anonymous

    #RaniSurya JAYA JAYA JAYA!

    Like

  111. Anonymous

    singkat saja sahabat, siapa yang patah hati?😬

    Liked by 1 person

  112. Anonymous

    singkat saja sahabat, siapa yang patah hati?

    Like

  113. Anonymous

    pelan pelan pak Surya ✋🏻

    Like

  114. teripaus

    MANTAP PAK MANSURR

    Like

  115. Anonymous

    Seperti melihat diriku sendirii😭😭

    Like

  116. Anonymous

    WooOoooOoW 🫢🫢🫢

    Like

  117. Stecuu

    TERUNTUK RANI TERSAYANG😊
    Aku sebagai kubu Kang Surya medukung kalian berdua buat lanjut sampe ke pelaminan 🤲😊

    Like

  118. Anonymous

    ahhh ssurya gemesh deh 🤣🤏

    Like

  119. Anonymous

    #TimRaniSurya

    Like

  120. Anonymous

    waduhh yg satu tukang gajelas yg satu terlalu jelas inimahh 😭😭

    Like

  121. Anonymous

    ternyata ada yaa di kehidupan nyata jugaa😭😭🙈

    Like

  122. langsung confess aja dah pak suryaa🛵💨

    Like

  123. Anonymous

    singkat saja sahabat, jadi orang lama apa orang baru? 😃

    Like

  124. Anonymous

    kenapa oh kenapa berasa baca kisah sendiri ya😭

    Like

  125. Anonymous

    kirain lagi baca buku, taunya lagi baca kisah sendiri😭

    Like

  126. Anonymous

    dejavunya gong banget

    Like

  127. Yg satu tukang ghosting, yg satu tukang bikin salting😭🫵🏻

    Like

  128. Anonymous

    eak

    Like

  129. Anonymous

    Jangan hilang yah suryaa…

    Like

  130. Detaa

    Ku kira karangan cerita eh ternyata kisah nyata😭🙏🏻

    Like

Leave a comment