MYTSKM – 2

Hari itu, Rani tidak ke mana-mana. Dia hanya duduk di ruang makan dengan laptop-nya, seperti hari-hari biasanya ketika dia sedang tidak ada agenda untuk ke kantor alias Work From Home. Dalam satu minggu, dia ada jadwal WFH dua kali. Tetapi tidak seperti WFH biasanya, ada yang mengganggu pikirannya. Bukan perihal Surya yang kini jadi tetangga barunyaβ€”sebab itu hanya satu dari banyak tingkah laku Surya yang di luar logika, melainkan kesempatannya untuk merilis buku pertamanya.

Rani memang sudah lama berniat untuk memulai menulis bukunya sendiri, dan alasan pekerjaannya pun sebenarnya tidak cukup kuat untuk membuatnya selalu menunda rencananya itu. Padahal sudah ada banyak ide dan kerangka cerita yang dia simpan di dalam laptop-nya. Entah apa yang masih menghalanginya.

“Raniiiiii,” suara Surya terdengar dari luar. “Ran, bukain gue pintu, dong…”

“Yaaa, bentar!” jawabnya dari dalam, lalu membukakan pintu.

“Lama banget, sih,” sapanya dari depan pintu kemudian masuk ke dalam. “Siap-siap dulu ya mau ketemu gue?”

Sikap Surya yang kerap kali menggodanya, cuma bisa membuatnya geleng-geleng kepala. “Lo, tuh, masih pagi aja udah kayak gini, ya?”

“Gini gimana? Gini nyenengin?”

Rani meliriknya. “Gini jelek!”

Surya duduk di kursi makan. Dia membuka dua bungkus bubur ayam yang dibawanya. “Sarapan dulu, yuk,”

Rani hanya menatapnya keheranan. Sebesar apa pun usahanya untuk menarik garis pembatas itu, Surya selalu memotongnya dengan cara yang sederhana. Semua hal yang ingin Rani hindari, selalu berakhir menjadi sesuatu yang dia maklumi. Seperti ajakan sarapan, makan siang, nonton konser berdua, pindah ke sebelah apartemennya, dan kini makan bubur ayam bersamanya. 

“Nih. Nggak pake kecap sama kacang,” kata Surya lagi. “Kenapa, sih, nggak suka kacang, Ran? Takut jerawatan? Emang cuma kacang yang bikin jerawatan? Emang makan kacang tiap hari?”

“Sur, lo bawel gini nurun dari siapa sih? Nyokap? Apa bokap?”

“Mmm,” Surya berhenti sejenak, memikirkan jawaban yang tepat. “Di keluarga gue nggak ada yang bawel, lagi. Itu kenapa, ya?”

Sambil menyendok bubur, Rani menjawab, “Lo salah keluarga, kali,”

Surya tertawa. “Eh gini-gini, dari semua anak-anak nyokap, gue doang, lho, yang paling anteng. Kakak gue tahun lalu cerai sama istrinya, adek gue gonta-ganti cewek mulu.”

“Itu namanya bukan anteng, Sur, tapi lo nggak laku.”

“Dih, enak aja. Tapi gue, nih, anak paling nurut lho!”

“Udah, anak tengah diem aja, deh,” sahut Rani. “Percuma nurut kalo nggak pernah dilihat.”

“Oh, iya, Ran,”

“Mmm?”

“Mie instan dari gue nggak dapet respon apa-apa, nih?”

Rani menghentikan sendokannya, lalu meliriknya. “Kenapa? Lo penginnya gue salting, ya? Lo pikir ini di novel, Sur?”

Surya tertawa lagi. Temannya yang itu memang tidak bisa bersikap manis sedikit pun. 

By the way, lo sebenernya ngapain sih sampe pindah segala? Lo nggak lagi ada masalah, kan, sama orang-orang rumah?” tanya Rani lagi.

Fine, dong. Kan udah gue bilang gue anak paling anteng,” jawab Surya. “Cuma… Bayangin lo tinggal sendirian, ternyata bikin gue nggak nyaman.”

Rani memandangnya bingung. “Nggak nyaman kenapa?”

“Khawatir.”

Rani terdiam dan membisu di tempatnya. Aneh rasanya ada seseorang yang mengkhawatirkannya seperti yang dikatakan Surya barusan.

“Gue takut ada yang gangguin lo. Makanya gue pindah, biar gue bisa pastiin kalau yang gangguin lo udah pasti cuma gue,” sambung Surya.

“Dasar!” sahut Rani sambil tersenyum. “Emangnya lo nggak dicariin nyokap, Sur?”

“Kan, gue anak tengah, Ran,” jawab Surya sambil nyengir. 

Kemudian, terdengar sebuah notifikasi dari handphone Rani. Sesaat kemudian, Rani segera beranjak, mengundang Surya bertanya, “Mau ke mana?”

“Kopi gue udah sampe di bawah,” jawab Rani. 

“Ya, ampun. Lo, tuh, masih aja pesen kopi lewat aplikasi?” sahut Surya keheranan. “Kenapa nggak bikin sendiri, sih?”

“Gini aja jadi masalah deh. Udah, ah!”

“Eh,” Surya meraih tangannya. “Diem sini, gue aja yang ngambil.”

Rani terdiam, tidak menjawab.

“Gimana? Enak, kan, kalau ada yang nemenin? Ada yang bisa ngambilin kopi di bawah?” ucap Surya lagi, kemudian berjalan keluar, menyisakan Rani yang kehilangan kata-kata dan terpaksa menyembunyikan rasa senangnya. 

***

Pandemi Covid-19 membuat banyak perubahan kepada hidup Rani, termasuk soal rutinitasnya minum kopi. Dulu, dia gemar sekali minum kopi di tempatnya langsung. Tetapi, semenjak ada gerakan “Di Rumah Aja”, Rani tidak pernah ke coffee shop lagi. Dia lebih suka bekerja di apartemennya, dengan kopi yang selalu dia beli lewat aplikasi.

“Ran, lo beneran cuma beli satu, nih?” protes Surya sekembalinya dari mengambil kopi. 

Pandemi Covid-19 juga membuat Rani memiliki hubungan baru dengan kopi yang dia beli setiap pagi dari tempat yang sama, dan dengan pesanan yang sama. Pada mulanya, itu hanyalah kopi biasa. Hingga suatu hari, ada interaksi yang terjadi lewat tulisan yang menempel di dinding bungkus kopi yang dia beli. Tertulis di sana: Halo, Rani. Makasih, ya, udah langganan di sini. Semoga suka dengan kopinya hari ini.

Interaksi satu diikuti interaksi berikutnya, tulisan pertama disusul tulisan lainnya, dan akhirnya dia larut kepada seseorang yang hanya dia kenali bentuk tulisannya, tapi tidak pernah secara langsung dia pandang wajahnya. Beberapa hal yang terbatas, memang sering kali terasa lebih luas.

“Itu kopi apaan, sih, Ran? Deket sini?” tanya Surya penasaran karena melihat Rani yang tampak begitu menikmati kopinya. 

“Kalo di aplikasi, sih, bilangnya sekitar dua kilometer,” jawab Rani. 

“Lah? Jadi, belom pernah ke tempatnya langsung?”

Rani menggelengkan kepala.

“Terus? Selalu beli lewat aplikasi gitu?” tanya Surya lagi.

“Iya,” jawab Rani santai.

Rani tidak pernah merasa harus mengunjungi tempat kopi itu. Tidak pernah pula terbesit rasa penasaran yang bisa membuatnya melangkah pergi ke sana. Padahal, beberapa kali, tulisan seperti ‘Kapan-kapan Rani ke sini, dong!’ mampir lewat kertas yang menempel di bungkus pesanan kopinya. Tapi tetap tidak juga membuat Rani mendatanginya. Buat Rani, beberapa hal yang diciptakan jauh, lebih baik dibiarkan tetap berjauhan. Rani tidak ingin merusak interaksi yang sudah ada, hanya karena dia memutuskan untuk pergi ke sana, bertemu dengan entah siapa yang selama ini menuliskannya pesan di gelas kopinya.

“Surya,”

“Mmm?” sahut Surya dengan cepat.

“Kalau bener gue yang akan nulis bukunyaβ€””

“Dari outline sampe ending, bebas, Ran. Terserah lo maunya gimana,” sahut Surya lagi memotong ucapan Rani yang belum selesai. “Terus, nanti cover buku juga terserah lo. Mau pake ilustrator yang paling mahal pun, gue turutin.”

“Apaan, sih. Orang gue belum selesai ngomong juga,”

“Ya udah apa?”

“Gue sebenernya mau banget, sih….” jawab Rani tidak yakin. “Tapi, kan, ceritanya tentang parfum, ya… Nah, parfum gue tuh belum ganti-ganti. Nggak bervariasi, dong?”

“Tapi pasti ada ceritanya, dong?” tanya Surya sambil menatapnya yakin.

***

Mulailah Rani dengan hari barunya, dengan nama file baru, folder baru, juga lembaran baru di microsoft word yang masih kosong. Sambil memandangi layar laptop, Rani teringat pada percakapannya dengan salah seorang penulis kala itu, si penulis berkata kepadanya, “Kalau buat buku pertama, terus terasa bingung, coba cari cerita terdekat sama diri kita aja, Ran.”

Cerita terdekat itu, buat Rani adalah tentang seorang laki-laki bernama Dipta. Tentu saja itu nama samaran, Rani tidak mungkin menuliskan nama aslinya, karena entah apa yang lebih berbahaya dari itu. Rani memang masih belum tahu apa judulnya, tetapi dia selalu tahu bahwa itu akan menjadi cerita yang nantinya menjadi bagian dari deretan buku karangannya. 

Dipta bukanlah tokoh baru. Dipta adalah tokoh yang cukup lama mendiami pikiran dan hati Rani, tetapi tidak pernah ada cerita yang jelas di antara keduanya. Persis seperti yang sedang Rani lakukan, sejak awal, Rani memang cuma bisa menuliskannya, tetapi tidak pernah bisa berada di dalam cerita yang sama dengannya. 

Rani ingat Dipta menyapanya, untuk pertama kalinya, pada hari itu. “Telat lagi, ya?”

“Iya,” jawab Rani. “Tadi udah coba masuk kelas, tapi tetep disuruh keluar sama Pak Sunardi.”

Dipta tersenyum. “Makanya berangkat dari rumah lebih pagi lagi,”

“Lah, lo sendiri kenapa di luar? Pasti telat juga, kan?”

“Abisnya waktu Pak Sunardi masuk, lo belom ada di kelas,” jawab Dipta. β€œJadi gue keluar lagi, deh, biar lo ada yang nemenin bolos.”

Kala itu, di semester pertama perkuliahan, Rani dan Dipta belum terlalu kenal dengan satu sama lain. Interaksi di antara keduanya, pun, jarang terjadi. Itu sebabnya perkataan Dipta barusan membuatnya terkejut.

“Hah? Nemenin gue?” sahut Rani bingung. “Kita kan nggak kenal-kenal amat,”

“Ini sekarang kenalan,”

145 responses to “MYTSKM – 2”

  1. Anonymous

    masa lalu 🫑

    Like

  2. Fay

    I AM GIGGLING

    Like

  3. Anonymous

    dari prolog aja udah di kasih kode sama rani lewat lagu backburner HAHAHA

    Like

  4. Anonymous

    munduro suuurr, musuhmu masa lalu

    Like

  5. Anonymous

    new character unlocked πŸ”“ cihuy

    Like

  6. Anonymous

    hmm salfok nih sama barista barista, langsung dejavu Bayu

    Like

  7. Anonymous

    INI APA YA USπŸ₯°

    Like

  8. Anonymous

    ahahaahhaa

    Like

  9. Anonymous

    SURRR SAINGANNYA MASA LALU AH ELAH

    Like

  10. sholiha tsalis

    sur hati hati sur

    Like

  11. Anonymous

    surya kit heart wkwkwk

    Like

  12. artisanfortunately3f1b68ef71

    sur siaga 1 sur

    Like

  13. Anonymous

    sur siaga 1 sur

    Like

  14. Anonymous

    sur ati’ sur😭

    Like

  15. Anonymous

    surr tolonginn surr

    Like

  16. Anonymous

    waduh

    Liked by 1 person

  17. Anonymous

    surya S nya sudah ada kah yang gantikankuuuuu~~

    Like

  18. surr saingan lo surr😭

    Like

  19. Anonymous

    lebih interest kang kopi😌

    Like

  20. Anonymous

    waduh sur sur backburner bgt nih??

    Like

  21. Anonymous

    Surya s nya sabar dan semangat ya sur(?)

    Like

  22. Anonymous

    lucu bgt lg ngerasain butterfly era baca tulisan paus yg ini makin akskssksk

    Like

  23. Anonymous

    surya, S nya apaaaa
    STECU STECUUU, WKWK

    Like

  24. Anonymous

    sur, ini saingan lu masa lalu sur, aman sur????? sing eling sur😭😭😭😭😭

    Like

  25. Anonymous

    duhhhhhhhhhhhhhhh:)

    Like

  26. Anonymous

    nggak ada yang nyari nona Ambon ya disini…

    Like

  27. Anonymous

    hmm bau baunya apakah ternyata surya yg menjadi backburnernya?πŸ€”

    Like

  28. Anonymous

    apakah dipta adalah surya yg tidak boleh disebut namanya

    Like

  29. Anonymous

    ak masi jadi tim suryaaaaa <3

    Like

  30. Anonymous

    fix mytskm adalah Manusia Yang Tidak Sempat Kami Miliki, karna kamu cuma cadangan, karna dia udah keburu dimiliki sama pilihan pertamanya, xixixi

    Like

  31. Anonymous

    hati aman, Sur?

    Like

  32. Anonymous

    Saha ya

    Like

  33. Anonymous

    Surya, Dipta, si barista? kayaknya sih orang yg sama ini 🀣

    Like

  34. Anonymous

    who are you dipta??????

    Like

  35. Anonymous

    ini maksudnya gimana ya?(bertanya dengan nada sopan)

    Like

  36. Anonymous

    sur kata gue mah mending mundur kek tarik tambang

    Liked by 1 person

  37. Anonymous

    Akapah Dipta dan Surya itu orang yang sama?

    Like

  38. Anonymous

    sur mundur surrrrr saingan kamu masa laluuuu

    Liked by 1 person

  39. Anonymous

    πŸ˜ƒπŸ˜ƒ

    Like

  40. Anonymous

    orang lama ya? πŸ˜ƒ

    Like

  41. kemarin di baperin mie instan, sekarang di baperin bolos! aduh, jadi bingung tim mie instan, tim barista, apa tim bolos kelas πŸ₯²

    Like

  42. Anonymous

    sure sebelum jauhh kata guee mundur dehh, saingan loo masa laluπŸ˜”πŸ« 

    Liked by 1 person

  43. Anonymous

    suka bgttttt sm cerita2 pausssπŸ₯ΉπŸ€

    Like

  44. Anonymous

    MYTSKM itu apa sih hmm?

    Like

  45. Nur Fadillah

    now playing NIKI – Backburner

    Like

  46. Anonymous

    sbr y sur

    Like

  47. Annisa Larasati

    ini sbener.a yang jadi backburner.a Surya? Dipta? atau gue sii ussssss😭😭

    Like

  48. Anonymous

    Udah nyindir anak tengah terus tiba” dipta 😭

    Like

  49. Anonymous

    Ckckk Dek Rani Dek Rani, emng menyimak masa lalu seru sih, tp apa gabisa kemasa sekarang aja? Sama mas barista eh jangan2 Dipta bisa jd si mas barista?! Hmm Mas Surya apakah kamu akan jd second lead? Hmm seru-seru, eniwei sehat-sehat ya pauuus!

    Like

  50. Anonymous

    suren aja surrr surennn

    Like

  51. Anonymous

    makin penasaran dehh uss

    Like

  52. Anonymous

    surrrr udaa surrr udaaa, saingan nya masalaluuu surrrr

    Like

  53. Anonymous

    DUHHH SUR udh jadi anak kedua saingannya sama masa lalu lagi, kasian bgt sihhhh (ngetik sambil kasian in diri sendiri)😭😭

    Like

  54. Anonymous

    yaallah us knp harus anak kedua bgt sihhh trs saingannya masa lalu lagi😭 inu jadi relate bgt pls (ngetik dgn nada putus asa)

    Like

  55. Mundur Sur, nnti cape wkwk

    Like

  56. Anonymous

    TENANG SUR LU BAGIAN SECOND CHOICE NYA AJA, BAGIAN GA DI CHOICE NYA ITU BIAR URUSAN GUAA 😭

    Like

  57. Anonymous

    sur kata gw lu mundur aja sih, saingan mu orang lama soalnya

    Like

  58. Anonymous

    pdhl kelakuan surya mirip dipta, kok lu kasih batasan ke surya sih ran?

    Like

  59. Anonymous

    BisaΒ²nya DIPTAAAAAAAA

    Like

  60. Anonymous

    ehhhh ternyata dipta org yg nulis dinote kopi rani

    Like

  61. Anonymous

    ehh ternyata dipta org yg nulis dinote kopi raniπŸ™‚

    Like

  62. ekaranifn

    curiga yang korban backburner si suryaa

    Like

  63. Anonymous

    woi woi woiiii apenihπŸ˜«πŸ‘†πŸ»

    Like

  64. Anonymous

    tiba tiba bgt ke masa lalu? ada masalah sih?? cerita ege😭😭😭

    Like

  65. Anonymous

    curiga ni cerita emang ditulis buat aku biar aku ga sendirian jadi backburner

    Like

  66. Anonymous

    masa lalu atau masa depan?

    mas surya aja bisa ngga sih?

    Like

  67. Anonymous

    jangan bilang dipta itu suryaa

    Like

  68. Anonymous

    waduhhh saingannya masa laluπŸ˜‡

    Like

  69. Anonymous

    pasti baristanya diptaaa yaaaa kannn yaaaaa???

    Like

  70. Anonymous

    pasti baristanya diptaaa yaaaa kannn???

    Like

  71. Anonymous

    barista nya dipta kannn ya kaannnn????

    Like

  72. Anonymous

    yang jadi backburnernya aku ko gais, tenang aja ya semua ya

    Like

  73. Anonymous

    Ke trigger masa lalu us(?)

    Like

  74. Anonymous

    yang jadi backburnernya aku ko gais tenang aja ya

    Like

  75. Anonymous

    masa mau saingan sama orang yang udah pernah (atau bahkan masih) menang, si Sur, udahan aja lah.

    Like

  76. Anonymous

    yaa terii tidak hanya surya, kita juga harus siapkan hati untuk episode selanjutnya

    Like

  77. Anonymous

    us ini seriusan dari “jatuh suka” tulus ke backburner (bertanya dgn nada LEMBUT)

    Like

  78. Anonymous

    WADUHHAAHAHAH ADA MASA LALUUUU TRNNYTAAAA

    Like

  79. Anonymous

    ku kira bahas tentang “anak tengah” doang ternyata ada tokoh baru dan org lam rani yaiti DIPTA. Kayaknya cocok lampu kunung juicy lucy sihh buat surya

    Like

  80. Anonymous

    awalnya cuma tertampar sama kalimat “anak tengah”, sekarang di kagetin sama sosok DIPTA ? ada apa iniii usss 😭

    Like

  81. Anonymous

    sur, saingannya masa lalunya loh. uda cpt hapalin lagu backburnerπŸ˜‡

    Like

  82. Ni Putu Desi Savitri

    waduhh siapkan hati yaa Surr

    Like

  83. Anonymous

    kenapa sulit banget ya utk positif thingking

    Like

  84. Anonymous

    Ini surya yg jadi backburnernya us???

    Like

  85. Anonymous

    pasti abg kopinya dipta kan, us?

    Liked by 1 person

  86. Anonymous

    pasti tukang kopinya dipta kan, us?

    Like

  87. Anonymous

    surr kalo saingannya orang lama mending mulai mundur pelan pelan yuk yuk

    Like

  88. Anonymous

    omaigatt suryaaa, siap-siap dehh ya surr

    Like

  89. Anonymous

    duhh banyak amat saingan lu sur

    Like

  90. Anonymous

    sur gue saranin hafalin lagu backburner dari sekarangπŸ™πŸ»

    Like

  91. Yulia Rahmawati

    SIAPAKAH DIPTAA SEBENARNYAA…..

    Like

  92. Anonymous

    siapakah dipta sebenarnya …. cepet rilis ajadeh us buku nya :)

    Like

  93. DEYMMMMMM GURLL

    Like

  94. Anonymous

    DIPTA, TRUS BARISTA MISTERIUS? SUR SAINGAN LU BANYAK SURR😭

    Like

  95. Anonymous

    Orang lama gk tuh😭

    Like

  96. alya

    WADUH SIAPA NIH DIPTA :”)

    Like

  97. Anonymous

    langsung saja, ini yg jd backburner siapaa?!

    Like

  98. Anonymous

    Aku optimis Dipta adalah surya, dan pemilik cafe juga Surya.😁😁😁

    Like

  99. Anonymous

    tak kenal maka tak sayang ye kan wkwkw

    Like

  100. Anonymous

    duh sur, berat inimah

    Like

  101. Anonymous

    SURYAA JUJURR AKU GA MAU KAMU TERSAKITI

    Like

  102. Anonymous

    yang backburner siapa, sih? gue?

    Like

  103. Anonymous

    tim surya sihhh

    Like

  104. Anonymous

    pasti endingnya rani sama surya kan us? (bertanya dgn nada memaksa)

    Like

  105. gardenerdope12f026860c

    Kayaknya…dipta itu surya bukann uss

    Like

  106. Anonymous

    kayaknya…dipta itu surya bukan uss

    Like

  107. Anonymous

    kayaknya…dipta itu suryaa ato beda org us

    Like

  108. Anonymous

    terjebak lagi ya sahabat?πŸ™πŸ»

    Like

  109. Anonymous

    yahhh. Masa lalu ganggu us

    Like

  110. Anonymous

    surya: “dia masalalu mu, aku masa depanmu”

    Like

  111. Anonymous

    dipta bisa diem ga? biar surya yang maju pliss πŸ™

    Like

  112. Anonymous

    dipta bisa diem ga? biarin surya yang maju pliss πŸ™

    Liked by 1 person

  113. Anonymous

    aduhhh situasi nya lagi sm kek gue ran, mau tetap pilih orang lama atau orang baru emang bikin sebingung itu sih ran gue pun sampe sekarang gatau mau pilih orang lama atau orang baru😩😩😩

    Like

  114. Anonymous

    Suyaa, looo kan yang pung punya toko kopinyaaaa??????

    Like

  115. Anonymous

    Fix, surya is a backburner man😊

    Like

  116. Masa lalu emang bahaya yaaaπŸ₯²πŸ₯²πŸ₯²

    Like

  117. Anonymous

    KASIAN BGTTTT SURYAAA JADI SECOND CHOICE😭😭

    Like

  118. Anonymous

    jiakhhhh gimana gimna?

    Like

  119. Anonymous

    πŸ˜–πŸ˜–πŸ˜–πŸ˜–

    Like

  120. Anonymous

    knp opsi nya orang lama or orang baru siiihh usss?

    Like

  121. Anonymous

    orgg yang samaa kahh???

    Like

  122. Anonymous

    baiklah kita menunggu minggu depan diptA πŸ€—

    Like

  123. Anonymous

    Hahaha, aku tetep tim Surya sih!πŸ˜…πŸ™πŸ»

    Like

  124. Anonymous

    Udah pasti Dipta itu Surya kan us? Iya kan? Harus iya sih.

    Like

  125. Tri wigayani

    OOHHH NOOO DIPTA!? HAHAHA selamat ya Surrr ketemu saingan eeaaa

    Like

  126. Anonymous

    Hahaha, aku tetep tim Surya sih!! πŸ˜…

    Like

  127. Anonymous

    kenapa harus ranii us?rani tu mantan gua yang nyakitin guaa,bayangin malem ini putus malem besok dah pergi ke pasar malem sama cowooo!!

    Like

  128. Anonymous

    EMANG PALING JAGO BIKIN TERI DEG DEG SER😭🀏🏻🀍

    Liked by 1 person

  129. michelleolvia122

    Terserah ikut alur aja ending nya sama siapa

    Like

  130. Anonymous

    JADI SURYA YG JADI BACKBURNER-NYA YAA??😭😭😭😭😭😭😭

    Like

  131. Anonymous

    betah bener dipta mendiami pikiran rani bertahun-tahun 😩

    Like

  132. SUR SURR, ADA AJA GEBRAKANNYAπŸ«΅πŸ»πŸ˜”

    Like

  133. Anonymous

    salken Dipta😊

    Like

  134. Anonymous

    salken DiptaπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ€—πŸ€

    Like

  135. Anonymous

    Aaaaa

    Like

  136. Anonymous

    WOEEE APA INI RANI DIPTAAAA

    Like

  137. Anonymous

    Kali ini kering gigi nyengir mulu usπŸ™πŸ»πŸ˜

    Like

  138. Anonymous

    Hayoloo Ran, milih orang lama atau orang baru?

    Like

  139. Anonymous

    jiakh apenih sohabattt

    Like

  140. Anonymous

    JANGAN BILANG DIPTA ITU SURYAAA??

    Like

  141. Anonymous

    JANGAN BILANG DIPTA ITU SURYA?? πŸ«΅πŸ»πŸ˜¬πŸ€”

    Like

  142. Detaa

    Dipta? Hmmm, salam kenal juga yaa…

    Like

  143. Anonymous

    DUH MASA LALU LAGIπŸ˜ŠπŸ™

    Like

  144. Anonymous

    πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€

    Like

  145. Anonymous

    RANI? SURYA? DAN SEKARANG DIPTA? cinta segitiga kah usssss

    Liked by 1 person

Leave a comment