pukul 10 (finale)

Pukul sepuluh pagi. Aku sengaja masuk agak terlambat, supaya nanti ada alasan untuk pulang lebih malam. Sebab, hari ini aku tidak mau bertemu Danu. Aku mau sengaja menghindarinya.

โ€œAl, udahan dong marahnyaโ€ฆโ€ kata Siti mendatangi meja kerjaku.

Aku sebenarnya ingin sekali bilang padanya kalau aku sudah tidak marah, aku bahkan tidak pernah bisa marah dengannya. Tapi, kupikir, ini sudah waktunya untuk memberi Siti peringatan. Bahwa meski terasa indah dan menyenangkan, pilihannya tetap tidak bisa dibenarkan. 

โ€œAl, jangan cuekin gue gini kenapa…โ€ katanya lagi dengan suara yang lebih pelan. 

Aku hanya melihatnya sebentar, kemudian kembali menatap layar laptopku. Yah, hidupku memang tidak sempurna. Bahkan, teramat berantakan. Tapi aku ingat ibu pernah bilang, Apa pun keadaannya, jangan mengambil yang bukan untukmu. Sekali pun kamu menemukannya di tengah jalan, di sebuah tempat kosong, jangan memungutnya dan membawanya pulang. 

Ya, makanya aku tidak akan setuju dengan pilihan Siti yang itu. Aku lebih setuju waktu dia pacaran sama Reza. 

โ€œSkip gue kalau Reza!โ€ ketusnya waktu itu ketika aku memintanya untuk kembali pada Reza.

โ€œKenapa, sih? Karena dia duda?โ€ tanyaku.

โ€œKarena anaknya nggak bisa nerima gue, Al!โ€

โ€œNggak bisa nerima gimana? Anaknya aja baru umur tiga tahun? Dari mana lo tahu kalau anak sekecil itu nolak elo?โ€

Siti diam, ia pasti berusaha mencari jawaban lain.

โ€œPokoknya nggak aja, ah!!โ€ ketusnya dengan sedikit merengek.

Reza adalah seorang duda anak satu. Dulu, Reza bercerai dengan mantan istrinya karena mereka tidak cocok. Padahal kata Siti, mereka sempat pacaran cukup lama. Dan aku tahu, itu sebenarnya alasan mengapa Siti menaruh ragu padanya. Reza sudah pernah menikah, dan buat Siti, itu adalah masalahnya.

Nasib hidup yang tidak biasa membuat aku dan Siti nyambung dalam pertemanan ini. Dua perempuan yang sama-sama brengsek, tapi selalu jatuh pada jurang kebodohan yang sama.

โ€œSama-sama merasa nggak cocok katanya?โ€ kata Tio waktu itu ketika aku bicara soal Reza dan masa lalunya. Aku memang lebih suka memancing Tio berbicara tentang masalah orang lain daripada masalahku sendiri. Entah bagaimana itu membantuku. Sangat.

โ€œIya…โ€ jawabku menanggapi. โ€œKata Siti sih gitu, ya,โ€

โ€œHmm… tapi emang banyak sih, Al, pasangan yang pisah karena nggak cocok,โ€ katanya meneruskan. “Karena di samping sebuah kenyamanan, harus ada kecocokan.โ€

โ€œJadi, kalau selalu nggak cocok? Pisah terus gitu?โ€

Tio tampak termangu. Ia pasti tidak mengira akan datangnya pertanyaanku yang itu. 

โ€œYa… nggak pisah terus juga sih, Al…โ€ ucap Tio dengan sedikit terbata-bata, โ€œMenurutku, yang namanya sepasang manusia juga nggak akan mungkin sepenuhnya benar-benar cocok. Pasti ada sisi nggak cocoknya. Nggak usah jauh-jauh, kita deh, contohnya,โ€

โ€œKok kita? Kamu ngerasa nggak cocok sama aku?โ€ kataku buru-buru menimpalinya.

โ€œBelum selesai ngomongnya, Al,โ€ lanjut Tio. โ€œNih, ada beberapa sisi kamu yang nggak cocok di aku, begitu pula sebaliknya. Aku sejujurnya nggak cocok sama kamu yang suka mendem masalah dan mau nyelesein masalahmu itu sendirian, karena menurutku kamu udah ada aku, harusnya kita bisa selesein itu sama-sama. Tapi karena aku tahu itu nggak bisa diubah, ya, aku milih nerima. Aku milih nggak terganggu dengan satu ketidakcocokan itu,”

โ€œMaksudnyaโ€ฆโ€ kataku berusaha membuat kesimpulan dari perkataannya barusan. โ€œKalau lebih banyak cocoknyaโ€ฆ terusin aja? Jangan pisah? Gitu?โ€

โ€œYaโ€ฆ gitu sihโ€ฆ harusnyaโ€ฆโ€ kata Tio sedikit risau.

โ€œKok pake harusnya segala? Emang biasanya yang terjadi gimana?โ€

โ€œKalau biasanyaโ€ฆ yaโ€ฆ kayak si Reza itu,โ€ lanjut Tio menjelaskan. โ€œNggak cocok itu melelahkan, Al. Dan kadang, kita emang lebih berat lihat nggaknya daripada iyanya.โ€

Aku ingin sekali menimpali ucapan Tio barusan dengan โ€œTerus ibu dan bapakku apa dong namanya, Tio? Mereka bukan lagi lebih banyak nggak cocoknya, tapi memang sudah nggak cocok sama sekali. Apakah ibuku tahu akan teori itu, Tio? Apakah ibu tahu kalau hidup perlu kecocokan dan kenyamanan? Apakah ibu sudah telanjur menelan semuanya ke dalam tubuhnya yang mungil itu?โ€. Dan lagi-lagi, aku bisa menjawabnya sendiri tanpa harus bertanya. 

โ€œTapi mereka kan udah sempet pacaran dulu, Yo?โ€ tanyaku lagi.

โ€œNggak pernah ada jaminannya, Alina Sayang,โ€ jawabnya lembut. โ€œAda orang yang dijodohin, malah cocok. Ada orang yang pacarannya lama, pas nikah malah pisah. Tapi ya ada juga orang yang pacaran, terus nikah, terus ya awet-awet aja. Jodoh itu, Al. Kita nggak bisa benar-benar tahu iya atau tidak, A atau B, karena jawabannya ada di Tuhan.”

โ€œTapi bukannya itu justru menyebalkan? Perkara jodoh?โ€

Tio mengerutkan dahinya. โ€œDuh, Al, jadi serius gini bahasannya?โ€

Aku tersenyum geli. โ€œDaripada kita diem aja?โ€ tanyaku.

โ€œHmmโ€ฆ ya udah deh,โ€ katanya kemudian sambil mengatur posisi duduknya. Kami kebetulan sedang di tempat kopi sehabis tadi makan di restoran seafood. โ€œJodoh, tuh, buatku luas maknanya. Seperti Reza dan mantan istrinya. Mereka sebenarnya pernah berjodoh, tapi hanya pada waktu itu. Kita, Al. Kita sedang berjodoh sekarang, dalam rentang waktu yang kita miliki. Ada pula mereka yang berjodoh hingga akhir waktu di bumi. See? Jodoh itu luas maknanya. Dan kita nggak bisa tahu sepenuhnya, kalau kita mengingkari apa yang sedang Tuhan kasih buat kita.โ€

Aku mengamatinya heran. โ€œMmโ€ฆ Nih, maksudnya gimana, sih?โ€ tanyaku cukup terbata. โ€œNggak ngerti, aku. Kok bisa kamu bilang kita ini jodoh, padahal kita bisa terpisah kapan pun? Jodoh itu kalau sampai besok mati, Yo,โ€

โ€œTapi kamu nanya aku tadi? Itu kan menurutku, kalau kamu punya pendapatmu sendiri, ya itu kamu. Yang jelas, buatku, sekarang, detik ini, di tempat duduk di dalam sebuah kedai kopi kesukaanku, aku meyakini bila kamu jodohku. Andai aku bisa menghentikan waktu, Al, akan kuhentikan di sini bila itu ada kamu di dalamnya.โ€

Satu hal yang paling kusesali dalam hubunganku dengan Tio adalah dia yang sesayang itu sama aku, sementara seharusnya adalah tidak. 

โ€œKan, kamu pasti cuma bisa diem kalau aku udah bilang gitu,โ€ kata Tio menyambung.

โ€œUdah ah, pulang, yuk,โ€ aku mencetus sambil merapikan tas dan beranjak dari kursi. โ€œUdah mau tutup juga, kasihan tuh orangnya udah mulai bersih-bersih,โ€

Tio hanya memandangiku dengan tidak berdaya. Ia tahu aku akan selalu menghindari percakapan-percakapan tentang perasaannya. Kami pun akhirnya berjalan keluar menuju mobilnya untuk pulang. Kami tidak langsung bicara. Ia hanya diam, memandang lurus ke depan. Malam itu dingin. Sangat dingin. Embun membaluri kaca mobil. Suhu AC membuatku sedikit mengigil. 

โ€œKamu nggak pernah suka kalau aku sedang mencoba untuk menyampaikan isi perasaanku terhadapmu,โ€ kata Tio tiba-tiba, dengan tanpa melihat ke arahku sama sekali. โ€œKenapa, Al? Ini sudah ke sekian kalinya kamu pergi dari percakapan semacam itu,โ€

Aku hanya diam, dan tidak bisa berpikir apa pun.

โ€œKamu udah hilang rasa ya sama aku?โ€ tanyanya.

Hilang rasa? Bagaimana bisa hilang rasa, kalau memang sejak awal aku tidak pernah memilikinya sama sekali? Sekali pun terhadapnya?

***

Ini adalah bab terakhir dari Pukul Setengah Lima yang bisa kamu baca, sisanya… sampai jumpa di dalam buku bulan depan.

Salam,

Tsana

74 responses to “pukul 10 (finale)”

  1. Anonymous

    Paus dgn segala gantungannyaa

    Like

  2. Anonymous

    pauuuss sayanggg, aku sudah selesai baca bukunya. aku skrg lagi terngiang ngiang tentang Danu dan Tio. Tentang Danu dan misterinya atau tentang Tio dan Cintanya yg besar. Alina aku harap kamu segera bisa merasakan kepantasan dirimu untuk baiknya dunia๐Ÿค

    Liked by 2 people

  3. Anonymous

    sebel deh sama Alina ๐Ÿ˜ซ๐Ÿ˜ฃ

    Like

  4. Secret human

    aduh keknya bakal sebanyak itu plot twistnya ya ampun๐Ÿ™‚

    Like

  5. alina kamu redflag. tp tio buta warna. haha

    Like

  6. Anonymous

    Alina playing victim

    Like

  7. HUHAHha

    US, KAMU BENER BENER YAA ๐Ÿ˜ค๐Ÿ˜ญ

    Like

  8. Tzec___

    Sudah kuduga endingnya pasti digantung sama kak tisna yang baik hati ini๐Ÿ˜ƒ

    Like

  9. Anonymous

    USSS ASTAFIRULLAH NGAPA JADI DIGANTUNG BEGINI๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

    Like

  10. Aura

    KAMU MAHH US PAYAHHH๐Ÿ˜ญ

    Like

  11. lyrr

    SUMPAHHHH. endingnya…. jahat, jahat banget serius ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

    Like

  12. Anonymous

    BENCI BANGET SAMA ALINA!

    Like

  13. Anonymous

    astaghfirullah us, gantung bgt ya Allah ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

    Like

  14. bil

    NGEGANTUNG BENER USS, MSH BIMBANG TIM TIO APA DANU INIII

    Like

  15. Mikasaa

    Tisna bisa aja ngegantung

    Like

  16. A

    BISA”NYA YA USSSS

    Like

  17. Anonymous

    Us? Bnran selesai nih? Astaghfirullah us:((((((

    Like

  18. Anonymous

    selalu keren.

    Like

  19. nay

    Tiap yg diceritain tio aku tim tio, tiap yg dicertain mas danu aku tim danu aaaa puciinnggg, jangan lama lama yaa ussssss <3

    Like

  20. Sepia Jeni

    Ok Uss, Trims, auto g jajan 2 bulan๐Ÿ˜ญ

    Like

  21. Anonymous

    USSSSSS PARAH BANGET KAMU!!! GASUKAAA T_T

    Like

  22. Anonymous

    HAHH, BENERAN US BULAN DEPAN YAKIN NIH!! TAUN DEPAN KALII??

    Like

  23. Indah Putri

    WOOIII US BISA BISANYA GUE DIGANTUNG KEK GINI ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

    Liked by 1 person

  24. anakbungsu

    aku pernah jahat seperti Alina us

    Like

  25. Anonymous

    PA MKSUT US??!!! BERASA DIGANTUNG GINIII WOIII LANJUTIN GAAA??!!! ๐Ÿ˜ก๐Ÿ˜ก๐Ÿ˜ก

    Like

  26. muti

    Minimal jangan digantung di part ini us๐Ÿ˜ญ

    Like

  27. Silyo

    Kebiasaan yaaa digantungg loh kita ini us us๐Ÿฅฒ๐Ÿฅฒ

    Like

  28. Anonymous

    NGGK KERASAA YAHH…AAA
    SELAMAT TINGGAL ALINA MAS DANU DAN TIO, TERIMAKASIH SUDAH MENEMANI HARI HARI KU

    Like

  29. Anonymous

    LAMA KALI BULAN DEPAN, TAK SABAR KETEMU DANU!! YAKALI KETEMU TIO

    Like

  30. sekarrr

    USSSSS???? PA MKSTTT DI GNIIN??? TERI SALAH AP YHHHH??

    Like

  31. Anonymous

    Sedih bangeut nih di gantung pdhl nunggunya berharihari

    Like

  32. Vera Fajira Fajira

    TIBA-TIBA BANGETTTT PLSSSS NANGISSSSS

    Like

  33. Julia Kurniawati

    Hidup lg capek2 nya karena skripsi ini ditambah capek sama cerita mu usss ya masa digantung gini๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

    Like

  34. Harutooo

    Otw ke rumah ntisna :)) mw q obrak abrik

    Like

  35. Anonymous

    MASA UDA DIGANTUNG SAMA DOI, DIGANTUNG JUGA SAMA PUKUL SETENGAH LIMA US. BADUT BANGET HIDUP GW๐Ÿคก๐Ÿ˜“

    Like

  36. Anonymous

    Arrghh, PAUS INI NGEGANTUNG BANGEETT!!! harus nunggu sampe bulan depan lagi :”( Tapi bab ini gemeeess banget sih Tiooo.. Maafin Alina yang banyak luka di dalam hatinya ya, Tio. You deserve better than her! Sampai bertemu bulan depan, Alina, Tio dan Mas Danu <3

    Like

  37. Anonymous

    mm bulan depan ya us?

    Like

  38. Anonymous

    Paussss๐Ÿ™

    Like

  39. Anonymous

    Cukup hubungan aku sama dia aja yaa Us yg di gantung, jangan iniii

    Like

  40. Anonymous

    PAUSSSSSSS KOKKK GINI SIHHH KAANN MASIH MAU LANJUTTT PLSSSS

    Like

  41. Fairy queen

    KOKK AKU DI GANTUNG SI USSS ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

    Like

  42. Anonymous

    mba tisna, kok gantung, bulan depan kelamaan ๐Ÿ˜ญ

    Like

  43. Uss sorry to say but “Alina kamu brengsek sekali,” tapi mau bagaimana lagi perasaan memang tidak bisa di paksa

    Like

  44. auls

    tydak mampu berkutik

    Like

  45. Tinaaa

    Ga bole tau us gantung gini๐Ÿ˜ญ

    Like

  46. Anonymous

    Us kamu mau aku hajar ya

    Like

  47. Anonymous

    GABISA GABISA GABISAAAA

    Like

  48. Anonymous

    USSS KENAPA INI ALINA SAMA TIO GEMES BGT USSSS

    Like

  49. Anonymous

    MANA BOLEH DI GANTUNG GINI

    Like

  50. Tria

    Gimanaa? Gimananaaa? Bulan depaaan?!?

    Like

  51. Anonymous

    BOLEH EMOSI GAA SIEEE, NGEGANTUNG BANGET YAALLAH ๐Ÿ˜ญ

    Like

  52. Anonymous

    WOIII APAA APAAANNN INIIII WOIIIII ARGHHHHSHHSHSHAJDHHSJA

    Like

  53. Rebecca Chelsea

    USSS KOKK BEGINII๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

    Like

  54. nana

    Aku kangen marniii

    Like

  55. Anonymous

    Bulan depan๐Ÿ˜ญ

    Like

  56. thealvocados

    AAAAAAAAAA INI APAAN SIEEE ASTAGA EMOSI BANGET BACANYA ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ MAU KESEL TAPI INI TSANA ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

    Like

  57. Anonymous

    yaaaah ko selesai naaa

    Like

  58. Anonymous

    Can’t wait untuk chapter fullnyaaaaaaaa

    Like

  59. Sadira sinta a

    Gagaga masa ini kyak gini si endingnya๐Ÿ˜ญ trus danu gmna nih kbarnya

    Like

  60. Lulu

    KOK NGGANTUNG GITU!!!!!!!!

    Like

  61. D

    apayahhhhhh ๐Ÿ˜ž

    Like

  62. duhhh bulan depan lama bangett us ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ซ

    Like

  63. Chupachups

    GIMANA YAAA GANTUNG BANGET, BELUM KETEMU OM DANU YANG ASKNCNCJFXMXKJJSL

    Like

  64. Nanda shafira

    Coiiii, apeee niii huaaaaaa

    Like

  65. Anonymous

    CAPEK BANGET LOH US AKUU SAMA KAMUUU!!! AAKHHHH ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

    Like

  66. Anonymous

    kok udh selesai aja:)

    Like

  67. bilaa

    AAAARGHH TIDAKK ๐Ÿ˜ญ

    Like

  68. AAAARRRGGH SEMAKIN TIDAK SABAR BERTEMU DANU MY AYANGGG

    Like

  69. sifa hadju

    HAH APA APAAN INIIII KOK UDH SELESAI USS ๐Ÿ™‚๐Ÿ™‚๐Ÿ™‚

    Like

  70. naa

    GA SABARREE, KAPAN PO NYA USS?

    Like

  71. Anonymous

    hueheueheueheueu mauu bukunyaaaa

    Like

  72. Anonymous

    iiiiiiiiiiiiiiii

    Like

  73. Anonymous

    See you Alina, Tio, dan mas danuuuu

    Like

  74. Pioo

    AAAAAARRRRRRRRGGGGGGGHHHHHH GA SIAP PISAHHHH๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

    Like

Leave a comment