pukul 2

Aku suka pukul dua pagi. Itu waktu yang paling aku suka di tiap belahan bumi. Pada pukul itu, tidak ada siapa-siapa kecuali aku. Tidak ada suara amuk bapak atau suara rintihan dari ibu yang kesakitan. Tidak ada debt collector yang mengetuk pintu, karena selain dosa, bapak juga suka mengumpulkan hutang. Kadang aku berpikir, apa yang sebenarnya Tuhan pikirkan ketika Dia menciptakan pukul 2 pagi? 

“Alina, ini udah pukul 2 pagi,” katanya sambil memijat pundakku.

“Aku gak mau pulang,” kataku yang sudah berulang kali mengucapkan kalimat yang sama.

“Terus maunya apa?” tanyanya.

Aku maunya dia pergi, tapi tidak bisa, karena ini tempatnya dan aku tidak punya tempat lain untuk kabur. Yah, meski tidak bisa disebut kabur, karena di rumah masih ada ibu, jadi aku masih harus pulang.

“Aku mau ngobrol, apa aja yang penting bukan tentang aku.” 

Ia memberiku senyum, mengambil sebatang rokok dari atas meja kemudian menyalakannya.

“Ngobrol apa, ya, kalau buka tentang kamu? Bingung, karena sekarang hidupku isinya kamu doang, Na,” katanya sambil mengisap rokoknya.

“Keren. Kita udah setahun, tapi gombalanmu seperti gak kenal usia,”

Dia tertawa. “Kamu pikir barusan aku gombal? Itu informasi, lagi.”

Aku menggeleng. “Ngawur.”

“Yaa kita emang lumayan ngawur sih, Na. Kamu pernah bayangin gak kalau kita bisa sampe selama ini? Setahun tuh… gak bentar, loh,”

“Iya. Thanks to Siti, sih. Kalau waktu itu dia gak maksa aku ikut ke Blok M, mungkin sekarang kamu pacarannya sama dia, bukan sama aku.” 

“Ada gilanya juga, lo.”

“Lah bener, kan, Yo? Semua orang suka Siti. Cantik, seksi, pinter, supel. Mau dari pejabat sampe tukang sate kalau ngobrol sama dia juga pasti seneng. Dia tuh… sempurna, kurangnya cuma jatuh cinta sama laki orang aja. Yah, Tuhan emang adil ya, Yo?”

“Na, itu mah bukan kurangnya Siti. Sejak kapan jatuh cinta sama punya orang tuh sebuah kekurangan? Jatuh cinta mah gak ada yang salah, Siti juga gak pernah, tuh, nyuruh lakinya buat milih dia dan ninggalin istrinya.”

“Kamu suka sama Siti, ya?”

“Apaan sih? Nggak.”

“Kamu belain dia barusan.”

“Hah siapa yang belain, sih? Ya namanya cinta? Mana bisa diajarin?”

Tio ada benarnya.

Eh, iya. Siapa tahu sejak awal kalian penasaran, Tio namanya. Dia temannya Siti, kami berkenalan di suatu malam ketika Siti mengajakku ke Blok M. Tio sebenarnya cukup gila. Tanpa basa-basi, dia langsung meminta nomor teleponku waktu itu. Anehnya, meski perasaanku padanya biasa saja, aku tetap tersenyum ketika sekarang mengingatnya.

“Gue Tio, lo Alina, ya?”

Kalau dipikir-pikir, bukan berkenalan sih, karena dia udah tahu aku duluan. Pasti dari Siti. Dasar bawel.

“Iya, gue Alina,” jawabku sambil menjabat tangannya. Formal ya masih pakai salaman segala, tapi ya udahlah.

“Boleh minta nomor handphone, gak?”

“Boleh, buat apa?”

“Buat ngobrol lagi,”

“Lagi? Kan belum ngobrol daritadi?”

“Oh iya ya? Daritadi kan gue cuma lihatin lo ngobrol aja sama Siti, ya? Abis gak tau kenapa… kayak ikut ngobrol juga rasanya.”

 Aku tertawa kecil, mengundang keheranannya, “Kok ketawa?” tanyanya.

“Kata Siti, lo itu orangnya menyenangkan, tapi gue gak tahu kalau menyenangkan yang dia bicarakan itu ternyata maksudnya gombal,” jawabku.

Dia memberiku senyum. “Jadi lo pikir barusan gue gombal? Itu gue kasih informasi, lagi.”

Mungkin sebenarnya Tio tidak pernah berubah, aku saja yang kian hari menyadari bahwa semakin mengenalnya, ternyata semakin menjauhkanku darinya. Mungkin seharusnya, beberapa hal tidak perlu terjadi. Mungkin seharusnya, malam itu aku tidak ikut Siti. Tidak, tidak. Harusnya, aku tidak perlu memberikan Tio nomor teleponku. Harusnya, aku cukup mengetahui sosoknya yang menyenangkan dan cukup tampan itu. Iya. Aku suka senyum kecilnya yang menampakkan sedikit giginya yang rapi. Aku suka aroma tubuhnya sekalipun ia sedang tidak pakai parfum sekali. Ah, ternyata aneh banget ya rasanya? Menceritakan seseorang yang sudah menjadi masa lalu? Kenangan indah memang membuat yang sudah seperti tidak pernah selesai.

“Alina,” panggilnya lagi setelah menyimpan nomor teleponku. “Dibales ya nanti chat gue?”

Sebenarnya aku ingin memberinya jawaban refleks seperti “Tergantung lo chat gue apa” atau “Iya kalau menarik” atau juga “Gak janji sih”, tapi tidak, aku cuma mengangguk dan dia akhirnya pulang dengan motornya. Tidak lama, Siti keluar dan menghampiriku.

“Gimana? Udah kenalan sama Tio?” tanyanya bersemangat.

“Udah gak usah aneh-aneh, deh, Ti. Lo kan tahu gue lagi gak pengin deket ama cowok,”

“Tahu, gue. Lagian lo gak harus deket ama dia, kok, orang dia juga cuma minta nomor handphone, kan? Apa salahnya coba?”

“Mulai deh belaga bego. Lo pasti juga tahu ini arahnya ke mana,”

Ke sebuah tempat. Bukan. Bukan rumah. Meski menurutku sudah tidak ada lagi istilah rumah di muka bumi, tapi kalaupun masih ada, Tio tetap bukan rumah. Dia mungkin rumah bagi dirinya sendiri, makanya, tadinya kupikir, setidaknya hubungan kami akan jauh lebih sederhana, karena bila aku menyakitinya (dan benar aku menyakitinya), ia tetap bisa pulang meski dengan perasaan sedih dan kecewa. Sedangkan Tio jelas tidak boleh menyakitiku, karena aku tidak punya rumah. Aku tidak bisa pulang. Aku cuma bisa sedih dan kecewa. 

Tapi yang terjadi justru berbeda. Aku tetap tidak bisa pulang, dan tidak bisa merasakan apa-apa. Aku cuma bisa pergi, tanpa tahu istilah yang tepat untuk menjelaskan langkah kakiku yang berjalan sendiri. Di tengah-tengah obrolanku dengan Siti, handphone-ku berbunyi. Ada pesan masuk dari nomor baru yang belum kusimpan: Ini Tio yang tadi. Jangan dibaca aja. Dibales, ya?

Siti ikut menilik, lalu mengamatiku dengan curiga. “Jangan cuma dibaca aja, dibales…” ejek Siti kepadaku.

Aku menjawab: Iya. Ini dibales.

Tidak sampai lima menit, handphone-ku berbunyi lagi. Dia lagi: Udah disimpen belum nomornya?

Aku menjawab singkat: Udah, Yo.

“Udah mau pulang belum?” tanyanya menghentikan semua lamunanku yang ada di kepala, “Kalau belum, cari makan aja yuk?”

“Cari makan? Yo? Ini udah lewat pukul 2 pagi…”

“Iya… dan aku laper, Alina sayang…” jawabnya sambil menggodaku.

Aku menangkat alis, “Sayang? Sejak kapan ada panggilan itu?”

Dia lalu duduk mendekatiku, tersenyum kemudian memegang wajahku dengan kedua tangannya yang besar. “Sejak hari ini, ya? Boleh ya, Alina? Jangan pake ngomel, ya?”

Aku mematung. Sentuhan tangan selalu menjadi penyebab jantung manusia bisa berdetak lebih kencang. Aku mungkin tidak terlalu mencintainya atau mungkin… aku lumayan mencintainya, itu sebabnya aku tetap gugup ditatapnya seperti itu.

Eh. Jangan larut dulu, ingat itu semua sudah berlalu, itu tidak lebih dari sebuah ingatan setahun yang lalu saat ia masih denganku.

… bersambung

172 responses to “pukul 2”

  1. Anonymous

    Rasa senang sementara ya us😭

    Like

  2. Anonymous

    Masa lalu ternyata

    Liked by 2 people

  3. Anonymous

    Yahh kena prank. Cerita masa lalu ternyata

    Liked by 1 person

  4. uda salting malah diingetin kalo ini kenangan setahun lalu🤓

    Liked by 1 person

  5. Anonymous

    Setelah awalnya baca prolog aja, skrng membranikan diri buat baca semuanya🙂

    Like

  6. Amel

    Oh ini masa lalu? Asdfghjklzvxvcbcnjd

    Liked by 1 person

  7. Syld

    😭😭

    Like

  8. Cya

    Paus makasih udah mengingatkan pertama x saya yg biasa saja ini bisa luluh dengan semua usahanya.. dan sama alina kini dia juga masa lalu ku

    Like

  9. ayay

    makasii paus udah ngasih “butterfly in my stomach” wkwkwkwk udah lama ga salting kaya gini😭😭

    Like

  10. renjanaarasya

    kenangan masa lalu? hmm :| ok us

    Like

  11. alinaaa kayak pernah liat dehhh

    Like

  12. ann

    apasih…

    Liked by 1 person

  13. Lilymatchablus

    Jgan bilang cerita ini isiny cuman kenangan ya us ya🤓

    SANGAD SANGAD TIDAK BAIK BUAT KESEHATAN PAUSS

    Like

  14. Anonymous

    endingnyaa paus bgt

    Like

  15. Prahaa

    Lagi senyum senyum, tiba-tiba di ingetin kalo itu cuma ingatan lama. 😭😭

    Like

  16. Anonymous

    huhu pusing nangis kecewa monangis monangis monangissssssssssssssssss

    Like

  17. Anonymous

    Jdi salting lagi ngebacanya huaaaa

    Like

  18. ekayaaa

    ku menyesal baca pagi pagi

    Like

  19. Anonymous

    pausss:(

    Like

  20. ayulutfia

    ajsvsgjsjs jadi tambah gamon nih

    Like

  21. Ainun

    Akhirnya benar benar berakhir ya us 🥴

    Like

  22. Anonymous

    kenapa jadi inget Nug ya us

    Like

  23. Rani Sonia Putri

    kenapa malah jadi inget cahyo ya us

    Like

  24. Widya

    Padahal aku udah senyum senyuumm pas mau ending, ehh ternyataaaaa akshdismhdiskdbdk😭

    Like

  25. Anonymous

    endingnya paus bgtt emgg

    Like

  26. Oca

    yah us, kok kamu menampar aku🤡

    Like

  27. Endingny diluar nalar ya us semoga tio jg ga diluar nalar hmm

    Like

  28. Anonymous

    ya tuhan sebenarnya aku lebih kasihan sama diriku 😭🤸

    Like

  29. ccha

    ending nyaa jleb gitu ya us kaget aku

    Like

  30. cewe lele hehehehe

    minta dipanggil sayang, tpi gamau ngasih kepastian

    Like

  31. Anonymous

    suka suka sukaaaaa, ditunggu pukul setengah lima selanjutnyaaaaaa(⁠つ⁠≧⁠▽⁠≦⁠)⁠つ

    Like

  32. novita

    Can’t wait next episode<3

    Like

  33. Anonymous

    mau yg kayak Tio, satuuuuuu

    Like

  34. Khaluna

    Hhjshsjshhs

    Like

  35. aul

    speechless aku tuh ihhh😭 Skkskskaakjkjk lah pokoknya us😭💗

    Like

  36. icaa

    melow deh

    Like

  37. Arini Aulia Putri

    Kenapa aku merasa dejavu baca cerita ini. Mana panggilannya sama2 Yo lagu :’)

    Like

  38. Nana

    Lopyu Tio

    Like

  39. huehue

    yeu kasian si tio tp lebih kasian ak sie💔😊🫵🏻

    Like

  40. Anonymous

    Dia lucu kalo diinget inget. Tapi gak lucu kalo diulang lagi :). Tio terlalu sempurna untuk Alina yang banyak lobangnya :(

    Like

  41. Anonymous

    Astaga, kenangan

    Like

  42. Ndy

    Tio sama gue aja mau gak ya dia😌

    Like

  43. Anonymous

    Pauuuuus bisa langsung tamat ga si uss seru bangeeet

    Like

  44. Lala

    Yo jagshshshshhs🤸🏻‍♀️🤸🏻‍♀️🤸🏻‍♀️

    Like

  45. Anonymous

    ditunggu part Tio selanjutnya.

    Like

  46. Ga ga ini terlalu gemesss uss

    Like

  47. apa apaan makin gemes gini woeee alinaa

    Like

  48. Arum

    Emang pas udh putus yg keinget tuh kebanyakan yg manisnya aja ya us wkwk

    Like

  49. ftns

    aku suka bagian “Kenangan indah memang membuat yang sudah seperti tidak pernah selesai”
    itu benerr, cerita nya sudah selesai. raga nya juga sudah jadi milik orang lain. Tapi kenangan nya tetap milikku.

    Like

  50. lismuttt (lisa imut)

    Mengejutkan syekaleee endingnya 🙂

    Uz uz, hobi ko bikin teri tydack bisa berword² 💔

    Mau marah tapi sayang, ga dimarahin makin menjadi ya kamu uzzz… hiksss aku jd dilema kan 😩

    Like

  51. Karepmu

    Bener gaboleh berharap kepada makhluk, apalagi laus -,-

    Like

  52. Pinaas

    Endingnya kyaaaa skjkjfhf
    Tio
    Yo
    Hihihi lucuuu

    Like

  53. Anonymous

    Mengcryyy jd kangen someone😢😢

    Like

  54. Rahmadina

    Walau sebelum akhir udah baca kalo Tio masa lalu, ttp sebel pas baca ending nya

    Like

  55. asa

    pantes dari awal perasaan ku udah ga enak:)

    Like

  56. Sab

    Tokoh cowok kek gimana lagi si tio ini uusss….

    Like

  57. Anonymous

    ini kebetulan yang terlalu kebetulan apa gimana ya usss?? Tio nama mantan ku wkwkw

    Like

  58. Tipikal Tsana banget akhirannya😭

    Like

  59. Ayyy

    Kalo baca cerita Paus tu sambil berimajinasi kalo cerita ini dinarasikan oleh Paus, jadi suara Paus terngiang-ngiang di kepala aku huaaaaaa 😍 btw ditunggu petualan Alina yang kayaknya belum move on dari masa lalunya hihi

    Like

  60. Aksarasadaily

    Endingnya diluar perkiraan BMKG ya Usss

    Like

  61. Eva yulianti

    Suka sekali

    Like

  62. Anonymous

    Seneng banget, dulu suka baca komik naruto buat ngabuburit, skrng kmu pnya tulisan yg bisa jdi teman ngabuburit makasih us😘💫💫

    Like

  63. esasym

    Bawa aku kembali ke masa itu, masa yang ada kamu nya :(

    Like

  64. Anonymous

    Lanjut us.
    Suka bgt sma ceritanya 🥰

    Like

  65. TITIS AMELIA

    pauss nextt😍🥰

    Like

  66. Anonymous

    Hmm

    Like

  67. Salma

    endingmu ga lebih dari sekedar es teh ala si ijo ya Us 🥲

    Like

  68. Tania Rinjani

    Mariii lanjut usss

    Like

  69. Anonymous

    mungkin seharusnya beberapa hal tidak perlu terjadi:(

    Like

  70. Anonymous

    Hanya ingatan :)

    Like

  71. Dandelion

    Lanjutttt usss, ending woyy bikin pengen lanjut baca ni.

    Like

  72. Tiara Khairun Salsabilla

    itu hanya ingatan yg lalu saat dia masih bersamaku

    Like

  73. Liska Yanti Hasibuan

    Aaaaaaa Tio
    Kamu kiyowok sekali

    Pantes alina cukup menyukaimu
    Sikap nya cas cus , blasss
    Ahahha

    Like

  74. bungahwlndr

    yang mesem-mesem sendiri sebelah sini us🫣😩

    Like

  75. Anonymous

    kaget liat ending☺️

    Like

  76. Sipaaa

    Kalo kata ak mah, lanjuttt

    Like

  77. Chavhab

    Suka

    Like

  78. Sipaaa

    Kalo kata ak mah, lanjuttt

    Like

  79. Anonymous

    Ingat cuma ingatan masa lalu , tapi dah kebawa baper gimana dong🥲

    Like

  80. Fin.

    Lah lah..saya baca bulak balik terus us 🤧
    Kok padagal baru mulai ya cerita tentang tio . Udah jatuh cinta aja nih😭 mana ada endingnya pisah lagi

    Like

  81. alea

    ceritanya ngingetin aku sama kisah” yg udah lalu us. senang sekaligus bingung :)

    Like

  82. Salwa

    pausss lanjutkan✨✨

    Like

  83. Pacarnya Chanyeol

    Melupakan orangnya belum tentu kita bisa melupakan kenangannya 🥲🥲

    Like

  84. nashwaa

    pauss terimakasih karya indah nyaa, selamat berbuka dengan yang hangat, sehangat air mendidih, love uu

    Like

  85. Arinadwiw

    Suka, lanjutkan paus

    Like

  86. Anonymous

    ayooo lanjuttt

    Like

  87. wndaa

    jadi lupa diri

    Like

  88. Anonymous

    GSHSJSJS GABISAA INI MAH SUKA BANGETTT

    Like

  89. Rfqh

    Hanya ingatan, yang kadang perlu diingat kembali tuk mengurai kisah sedih.

    Like

  90. Anonymous

    ” jangan larut dulu, itu semua sudah berlalu” maap us kamu telat ngingetinnya, aku dah kebawa duluuuu:)

    Like

  91. laili nur arofah

    lanjutkan paus

    Like

  92. Anonymous

    Endingnyaa….🙂

    Like

  93. Saras

    Kereeennnnn

    Like

  94. Kenapa update ny Ndak tiep hari aja usss.😭😭

    Like

  95. yynd

    flashback uss, ini mirip kisahku yang udah selesai..

    Like

  96. Copiii

    Paussss ini kependekan atau aku keasyikan bacanyaaa? cepet bangettt😭

    Like

  97. Anonymous

    flashback usss, ini mah mirip sama kisahku😖

    Like

  98. vina

    SUKAA BANGETTT

    Like

  99. rnaaaa

    masalalu itu bukan pemenang tp masalalu adalah pelajaran, suka bgt paussssss♡

    Like

  100. Anonymous

    SUKAAA BANGET

    Like

  101. Anonymous

    Jangan larut dulu, itu semua sudah berlalu:)

    Like

  102. akuu

    masalalu bukan pemenang tp masalalu adalah pelajaran, sukaa bgt paussss♡

    Like

  103. Anonymous

    can’t wait for the next episode

    Like

  104. Anonymous

    pauss<3

    Like

  105. kusuma

    untung blom baper, gawat kalo harus move on lagi (dan lagi)

    Like

  106. Shinta

    Ini ngga aku doang kan yg lagi senyum senyum. Ngga boleh senyum kelamaan, kan ceritanya udah setahun lalu heung 🥲

    Like

  107. umma

    Aku lagi ada di pase ‘pukul 2’ ini. Bener, “seharusnya” :)

    Like

  108. Rinjani

    Sukaaa

    Like

  109. afniiii

    baru juga udah baper, eh di tampar realita lagi, huft :(

    Like

  110. Fitria

    Suka bangett ditambah ada visual gambarnya jadi tambah suka aaaaa😍😍😍

    Like

  111. Fitria

    Suka bangett ditambah ada visual gambarnya jadi tambah suka aaaaa😍😍😍

    Like

  112. Anonymous

    Ini terlalu manis, aku suka pukul dua💓

    Like

  113. Sambal Teri

    Kesimpulan, pukul 2 itu pembahasan masa lalu.

    Like

  114. seliilili

    next us

    Liked by 1 person

  115. Landak yg menerjang

    Bagus bangett

    Like

  116. Sambal Teri

    Kesimpulannya, pukul dua itu pembahasan masa lalu.

    Like

  117. Syeamuza

    Meskipun aku gatau gimana rasanya deket dan menjalin hubungan spesial sama lawan jenis karena hampir ga pernah, tapi dengan karya yang paus tulis, aku jadi bisa merasakan semua rasa yang paus tuangkan ke dalam karyanya. Terimakasih Paus <3

    Like

  118. Qurotul Aini

    Lanjutkan us

    Like

  119. Anonymous

    Paussssss
    Kenapa yang indah masih jadi kenangan saja 🤧

    Like

  120. julee

    agak gimana ya endingnya

    Like

  121. lusianisafitri0

    Hadehhh tpaussss inj baru pukul 2 loh :)

    Like

  122. nadya

    paus 😿😿😿😿

    Like

  123. Teri nw

    Anjay Tio nama nama yang menyeramkan, kayak nug hihi.

    Like

  124. syafikaaaa

    akhirnya agak nyes yaa

    Like

  125. septiana wulandari

    Aduh plotnya 😬

    Like

  126. Anonymous

    uss aku juga gapunya rumh buat pulang:’

    Like

  127. Anonymous

    Lanjut pauuus!!!

    Like

  128. fvcknz

    sukaa

    Like

  129. Sepia Jeni

    Waaaaw Masyaallah emang udah ditunggu buat temen ngabuburit. Btw ilustrasinya bagus Pauuuus, ternyata ga cuma tulisanmu yang indah, tetapi gambarmu juga, yaa meskipun agak dark tapi suka❤️

    Like

  130. Salsabila

    pauusssss,always sukaaa,lanjuutttt US😣💘

    Like

  131. Herti

    Kok endingnya gini sih Usss😭

    Like

  132. Lili

    detik ini,gue di posisi alina dan benar benar sama persis kandas setelah setahun.kandasnya bukan karna dia selingkuh atau permasalahn lain tapi emng gue yg ekspetasi bakal nemu rumah di dia,tapi nyatanya gada heheheh

    Like

  133. Anonymous

    lucuu bangeetttt huaaa

    Like

  134. Vina

    Emang kalimat “Harusnya dari awal aku ga kenal kamu” itu harus di tanamkan dalam hidup agar tidak seperti Tio dan Alina.

    Like

  135. chillyippiee

    pdhl di awal udh tau kl ini cuma flashback, makasi loh Alina udh diingetin lg di akhir part 😩😭🤏

    Like

  136. Anonymous

    ya allah alinaa (cry)

    Like

  137. Ge

    Agak naik tensi y manteman

    Like

  138. Nita Yuliani

    selalu sukaaa pausss
    lanjutttttt

    Like

  139. Anonymous

    lanjuutttt pauss,selalu sukaaaaa:)

    Like

  140. Anonymous

    endingnya plot twist ya us :)

    Like

  141. dillah

    selalu setel alarm kalo paus bikin sg wkwk biar tidak ketinggalan, dan sukakkkk bangetttt❤️

    Like

  142. d.

    waaaaa suka bgt, lope sekebon paus sayang 😭❤️

    Like

  143. Anonymous

    nangiiiiiiiiiiiiiiiiiiiis

    Like

  144. _miaani

    Next pausss<3

    Like

  145. Arisha

    Pauusssss, emng tipe word of affirmation ni susah kalo dh baca giniiaaaan. Mewek keinget dia 😭😭😭

    Like

  146. Sipaa

    Aku tunggu pukul selanjutnya

    Like

  147. abil

    paus my role model🫰🏻🤩
    ayo us semangat,MAU AKU BACA BERKALI KLI JUGA TETEP KEREN dan relate🤡🫢

    Like

  148. Anonymous

    Love paus❤️

    Like

  149. Anonymous

    yaampun paus, aku selalu sukaaaaa. ga sabar buat liat kelanjutan nya <3

    Like

  150. Anonymous

    Paus aku selalu suka karyamu ☺️

    Like

  151. kutil paus

    baru mau senyum langsung tertampar sama kalimat terakhir ㅠㅠ

    Like

  152. Anonym

    Ya. Namanya juga kenangan :)

    Like

  153. Anonymous

    pauss, lanjut uss

    Like

  154. Araaa

    baru mau senyum langsung tertampar sama kalimat terakhir ㅠㅠ

    Like

  155. Raa

    selalu suka karya paussss♡

    Like

  156. Anonymous

    Sialll. Baru aja mleyott langsung ditabok kenyataan ini cerita yang udah selesai.

    Like

  157. Ifah Khofifah

    Astagfirullah ini persis kek cerita gua dia ngenalin orang itu ke gua 😭….siti lu itu persis ke temen gua paus kok bisa si semirip ini bedanya gua virtual klo ini real

    Like

  158. Cincau dingin

    Sangatttt sukaaaaaa

    Like

  159. piraatte

    paus, selalu selalu…(beberapa kata hilang bipp)

    Like

  160. Arisss

    Lopyuu paussss❤️

    Like

  161. Anonymous

    sdikit pusing krna bnyak beban isi critanya 👍🏻 ak cmn bisa bdhwhdjejd yaallahhh

    Like

  162. thealvocados

    endingnya tsana emang selalu bikin shock, bisa-bisanya gue tertipu berkali-kali

    Like

  163. Anonymous

    aaa akhirnyaaa up jg🥺🥺

    Like

  164. magdaaptr04

    Panggilan sayang tanpa adanya nama dalam sebuah hubungan duh hts semakin didepan 🦋

    Like

  165. Anonymous

    Aaaaaaa
    Teriaaakkkkkk
    Mengenang yg lalu emng menyenangkan 😭

    Like

  166. Anonymous

    Manggil sayang elit
    Mastiin hubungan sulit
    Hts jaya jaya jaya😌

    Like

  167. dd

    Tio gak pake assalamualaikum ya ampunn

    Like

  168. Ainun cayani

    USS ILOPYU PUL DEH SAMA KAMU🤍🤍🤍🤍 ceritamu gak pernah gagal

    Like

  169. Nadia Lulu Marini

    Paussss, aku baru menilik karyamu lagi, aku seneng banget🥲, maaf yaa us semenjak aku punya dia selama 3tahun aku sendiri, aku jadi lupa kamu kalo kamu pernah nemenin aku sedih selama 3tahun, sekarang aku kelewat bahagia dan baru menilik karyamu lagi, tetep semangat yaa us, doain jugak aku sama dia akan selalu baik2 aja meskipun gada yg baik baik aja di dunia ini, i hope u always happy and healty paussss🥰

    Like

  170. leni yg bernafas

    I very excited for the next us

    Like

  171. myr

    paussss, selalu sukaaa ♡

    Like

  172. Anonymous

    paussss, selalu sukaaa ♡

    Like

Leave a comment