prolog

Besok sudah Senin lagi. Bukankah waktu bergulir begitu cepat? Seolah kita semua telah berhenti pada dua ribu sembilan belas? Apakah dunia memang telah berakhir? Apakah kita sebenarnya sudah ada di kehidupan yang selanjutnya? Tapi apakah benar ada kehidupan setelah kehidupan yang ini? Apakah berarti tidak pernah ada kematian? Apakah kita hanya… berpindah?

Besok sudah Senin lagi, jadi aku harus pulang. Tidak. Aku tidak suka pulang. Aku tidak suka perasaan-perasaan yang begitu berat padahal hanya untuk pulang. Aku tidak suka merasa berusaha hanya untuk melangkah kembali ke rumah. Sebab aku tahu itu seharusnya tidak perlu pakai usaha, hanya dibutuhkan hati yang riang dan perjalanan yang tidak mengenal kata sabar. Tapi, aku tidak suka pulang. Aku lebih suka di sini. 

Tidak, tidak. Sebenarnya tidak hanya di sini. Aku suka semua tempat kecuali di rumah, karena di sana menyeramkan. Kadang aku bingung, kenapa cerita horor harus tentang hantu? Kenapa tidak tentang bapak yang selalu memukuli ibu? Kenapa tidak tentang luka lebam di sekujur tubuh ibu, juga tubuhku? 

Dan aku masih saja memanggilnya dengan sebutan bapak. Tidak ada yang waras di kota ini. Tidak ada rumah yang aman. Tidak pernah ada. Kota ini tidak lebih dari secangkir kebohongan yang disajikan para penguasa. Semua habis, dan yang tersisa hanya ketersiksaan kita.

“Aku mau kita putus, Na.”

Tunggu dulu, ini bukan ending-nya, ini sungguh-sungguh awal mulanya. Yah, meski sejujurnya aku juga tidak menyangka kalau cerita ini harus dimulai dengan sangat malang. Aku tidak paham betul kenapa dia mau putus, tapi aku selalu tahu bahwa kami memang tidak akan lama-lama.

“Oke.” kataku.

“Oke???” katanya dengan nada yang terdengar seperti tidak terima.

Kenapa ya selalu ada orang-orang kayak dia? Kenapa orang yang minta putus duluan, kerap kali tidak terima dengan apa yang mereka dengar selanjutnya?

“Ya… oke. Kamu mau putus, ya udah.” kataku lagi.

“Sifat kamu yang kayak gini yang bikin aku gak kuat sama kamu.” katanya.

Aku tidak suka membela sesuatu yang sudah tidak ada artinya. Menambah alasan kadang hanya menggandakan beban. Buatku, kata putus tidak perlu penjelasan panjang lebar. Putus adalah tanda titik yang pasti. Sekali diucapkan, sudah jelas tersampaikan.

“Ya maaf?”  kataku tanpa sedikit pun melihat wajahnya.

“Gila, ya? Kamu bahkan gak tahu caranya minta maaf,”

Aku sebenarnya tahu caranya minta maaf, cuma barusan aku memang tidak niat sama sekali. Tidak tahu juga kenapa harus minta maaf. Ya… buat formalitas saja. Lagipula, aku paling benci bagian ini. Perpisahan selalu menjadi drama yang melelahkan. Jadi, biar semua segera sudah. Alur cerita membawa nasib manusia menjadi beberapa kemungkinan. Tokoh baik atau tokoh jahat. Tokoh utama atau tokoh pembantu. Cerita panjang atau cerita pendek. Dan di matanya sekarang, aku adalah penjahatnya.

Minuman yang ia pesan belum disentuh. Aku hanya duduk dan mulai memandanginya. Dia bersandar di kursinya sambil juga memandangiku. Aku tidak membencinya, meski jelas aku sudah membuatnya sangat membenciku. Aku tidak ingin banyak bicara. Aku cuma ingin melihatnya untuk terakhir kali, karena dari sorot matanya, terlihat banyak cerita yang sudah kami lewati bersama. Dari tatapannya, aku tahu aku pernah menyayanginya. Meski sejak awal aku pun tahu bahwa aku tidak mungkin selamanya menyayanginya. Entah apa yang sedang ia lihat dari mataku sekarang. Mungkin penyesalannya akan waktunya yang terbuang sia-sia.

Dua tahun bukan waktu yang sebentar. Itu lama sekali. Aku membuang dua tahun hidupnya begitu saja. Dia baik, hidupnya baik. Dia anak tengah dari tiga bersaudara. Bapaknya punya rumah makan, ibunya menyukaiku. Sedangkan aku jahat, hidupku juga. Bapakku tidak punya pekerjaan, ibuku yang cari uang. Itu mengapa sejak awal aku tahu kami tidak bisa berhenti pada tempat yang sama. Itu mengapa pula, selama ini aku hanya menunggu ia menyerah denganku, sebagaimana hidupku sendiri.

Semua orang pergi. Bapak gila. Ibu terluka. Memar yang satu disusul yang berikutnya. Pukulan di kepala, tamparan di pipi, tendangan di perut, dan seorang anak perempuan yang cuma bisa bersembunyi. Kadang aku bingung, siapa di antara kami yang lebih butuh pertolongan? Apakah ibu? Tapi ibu bisa menahan rasa sakitnya. Entah menahan atau memang sudah terbiasa. Aku ingat dan akan selalu ingat ibu pernah bilang, “Luka adalah goresan yang pertama, yang setelahnya sudah bukan lagi luka namanya.”

Tadinya, kupikir, ibu juga gila. Sebab tidak mungkin manusia bisa sekuat itu. Tidak mungkin cinta memiliki warna biru seperti di tubuhnya. Berengsek. Gara-gara bapak, biru jadi warna yang… sadis. 

Tak jarang aku memikirkan kalau bapak sebenarnya juga butuh ditolong. Dia jelas sakit. Sebab tidak mungkin manusia bisa sekeji itu. Tidak mungkin seorang laki-laki menyakiti perempuan yang dicintainya. Sayangnya bapak tidak mau ditolong. Bapak menyukai peranannya menjadi orang gila. 

Dan aku?

“Alina,” katanya.

Ia berdiri dan bersiap untuk meninggalkan meja. Ia lalu mengeluarkan dompet dan mengambil beberapa kertas uang dan diletakkannya di atas meja. 

“Jaga diri, Na, jangan pergi terlalu jauh. Ingat ibu kamu.” katanya kemudian berlalu keluar café. 

Ia pergi. Minumannya tetap tidak tersentuh sama sekali. Aku tidak menyaksikannya pergi sampai benar-benar tidak ada lagi jejak tubuhnya. Aku hanya memandangi secangkir kopi tubruk pesanannya itu. Dia suka apa saja yang penting kopi hitam. Tidak terlalu pekat, tidak pula terlalu encer. Kopi sachet yang ada gambar kapalnya pun sudah cukup membuatnya tersenyum sambil mendengarku bercerita. Tapi itu sudah lama sekali, setahun yang lalu, tahun pertama kami bersama. Ketika aku masih meyakini bahwa mungkin saja Tuhan mendengar doaku. Bahwa mungkin saja aku menemukan sebuah rumah lain yang seperti kata orang-orang, tidak selalu bentuknya tempat, tetapi juga pada seseorang yang tetap. 

Oh. Tidak. Seseorang itu tidak tetap. Ia berubah, berganti, dan berhenti. Bapak berubah. Bapak berganti menjadi laki-laki beringas yang merasa paling kuat. Bapak berhenti menjadi manusia sejak kali pertama ia memecahkan gelas kaca ke atas kepalaku karena membela ibu. Ada darah yang mengalir dari sana. Melewati dahi, mata, pelipis, hingga masuk ke mulutku. Tidak. Itu tidak terasa sakit. Hanya perih sedikit waktu kubawa mandi setelahnya, tapi setelah itu, aku kehilangan rasa. Aku tidak tahu apa itu sedih, kecewa, senang, marah, aku… aku tidak tahu apa-apa. 

Sekali waktu aku bertanya pada Tuhan, mengapa ini harus dinamakan hidup? Berulang kali aku menyampaikan pertanyaan yang sama, tapi Tuhan tidak juga menjawabnya. Lantas kupikir, mungkin diam-Nya adalah jawaban. Mungkin hidup memang tidak selalu bisa mengizinkan aku bersuara. Aku cuma bisa diam dan seolah paham. Tapi kata ibu, Tuhan itu ada. Dan aku sudah terlalu tua untuk bertanya, iya tapi Tuhan adanya di mana? Jadi, tiap kali ibu bicara begitu, aku hanya diam, mengobati biru memar di tangannya, dan membiarkannya membelai rambutku. 

Besok sudah Senin lagi, jadi aku harus pulang, dan meninggalkan café ini.

… bersambung

343 responses to “prolog”

  1. Anonymous

    usss always kereeen ceritanyaaa🫶 sungguh, nyesek.🥹

    Like

  2. briefly69ee33c4db

    utuh tapi ga cemara

    utuh tapi broken

    Like

  3. sitiaqilanoorjehan

    Baru mau maraton bacaaa, udah kacaw diawal gini 😩
    Prolognya ngingetin ke temenku, cerita dia tentang rumah, bapak, dan ibunya mirip 🥹🥹🥲
    Semangatt terus buat semua sosok Alina di manapun kalian berada 👥🤍🤍

    Like

  4. harusnya yang lengkap bersama yang lengkap gak sih? perempuan penuh kekurangan seperti aku dan alina harusnya sadar kalau kelemahan kita itu kekurangan kita tentang rumah dan’bapak’

    Like

  5. Nur Mufidatunnisa

    Pausss nggak pernah gagal bkin terinya nangis

    Like

  6. paussss sediih(

    Like

  7. Tama

    ketakutan yang aku takutkan

    Like

  8. Anonymous

    kerasa banget

    Like

  9. El

    us, gak tau lagi akhirnya aku mulai berani baca ini. baru prolog, tp kenapaaaa?! lgsg jleb bgt ke hati, keren dan selalu keren🖤 peluk hangat untuk alina dan aku🤗 sama2 sakit oleh sosok Bapak. padahal ini fiksi dan aku real life huhu

    Like

  10. Anonymous

    aku suka semua tulisan kamu, paus. terima kasih yaa!!!

    Like

  11. Anonymous

    baru prolog udah sad aja, keren deh

    Like

  12. Anonymous

    sakitnya krasa banget dikepala dihati dan diperut uss.

    Like

  13. Mauhidup

    Baru prolog tapi udah bikin sakit kepala karna nahan nangis. Paus hebat

    Like

  14. Anonymous

    pauuusss bener2 yaa

    Like

  15. Apa ini?
    Baru baca prolog tapi udah getar jantung ini dengan ceritanya hiksss :””””)

    Like

  16. Anonymous

    baru baca nich us hmm

    Like

  17. nfsya

    cerita kamu selalu berhasil membuat kami terbawa ke dalam nya Tsanaa, thank u so much🤍

    Like

  18. Aprilia

    Ah sungguh cerita yang seru sama seperti ceritaku

    Like

  19. Anonymous

    Paussss ini bagusss bangettttttt

    Like

  20. Ah, ternyata aku Alina dalam cerita Paus di bagian ini. Terima kasih, Us, sudah mewakiliku bersuara.

    Like

  21. hani

    the part of “kenapa cerita horor harus tentang hantu? Kenapa tidak tentang…………” ugh:((((

    Like

  22. akarminsatu

    Kisah yang hampir 90% mirip denganku, bedanya ayah ga kasar, tapi dia tidak pernah peduli, tidak pernah pulang dan tidak pernah menyayangi ku ibu dan adik

    Like

  23. Anonymous

    Uhhhhh sukaaaaaa

    Like

  24. aisyahelhumaira55

    selalu hebat.my beloved tsana

    Like

  25. terimakasih sudah menyuarakan, paus :)

    Like

  26. Nia Desiyana

    Akhirnya, kali ini bisa baca prolog sampai bener-bener selesai. as always tulisan paus selalu sampe ke hati

    Like

  27. Amel

    Masa baru prolog dah bikin mewek us

    Like

  28. Wanawati Raras Dina Auliya

    dua kali baca prolog, pertama karena baru rilis, kedua karena sudah pukul 4. wah ternyata aku ketinggalan, bingung mau on going atau maraton. on going aja deh. luv u paus<33

    Like

  29. sabsab

    Maaf us aku baru baca, and.. paus ga pernah ngecewain kalo bikin ceritaaaa

    Like

  30. Uci

    Baru prolog aja udah mewekk

    Like

  31. paussss aku baru baca dan…..wowwww langsung pengen lanjuttt!!

    Like

  32. Dini

    Setelah sekian lama akhirnya aku bertemu lagi dengan aksara yg sgt kugemari ini, terimakasih paus udah lama aku ga ‘bertemu’ tulisan kamu🖤✨

    Like

  33. Vhaera

    Baru baca prolog nya aja aku udh suka, us. Terimakasih sudah nulis ini 🤍

    Like

  34. Anonymous

    Gara-gara bapak, biru jadi warna yang… sadis.

    yah, biru…

    Like

  35. Cya

    Paus rasanya seperti melihat diri di saat kami harus berpisah setelah 2 tahun waktunya terbuang sia-sia karena tidak memperoleh restu. saya sayang ibu jadi saya ikuti maunya.
    Maaf saya korbankan perasaan kamu dan apa yang sudah kita rencanakan.

    Liked by 1 person

  36. Nami

    Akhirnya bisa baca tulisan panjang paus, aku yang jauh dari grammed dan juga tidak punya cukup uang untuk membeli di online shop tapi karena adanya tulisan ini aku semakin suka dengan paus begitu indah tulisannya. Terimakasih paus semoga tulisan ini mewakili banyak perasaan

    Like

  37. Amrina Rosyadah

    Me cryy pauss help! huhu😭😭
    Sedihku terwakilkan disini

    Liked by 1 person

  38. gapapa

    semoga tulisan paus ini mewakili banyak perasaan yg blm tersampaikan dan jd media healing buat yg baca dan yg nulis 🤍🫂

    selalu sampe ke hati baca karya2 paus, karna emg paus nulisnya pake hati 🥹

    Like

  39. Anonymous

    Baca ini kenapa ikut sakitt, keinget semua luka dan trauma di masa lalu, walaupun kejadiannya ngga sampai separah ini tapi sakitnya benar² terbawa sampai sekarang. for 14 years a lot of painful things, I’m hurt I’m sick and I’m disappointed but I can’t possibly hate it. Maintaining sanity is the most tiring thing in my life

    Like

  40. fia

    sedikit mirip dengan kisah ku. na, i feel u!🥺❤️‍🩹

    Like

  41. Anonymous

    sayang paus juga sayang Alina🫂🤍

    Like

  42. laila

    paus thx to make me cry but make me feel alone. peluk

    Like

  43. alina kamu punya banyak temannnn

    Like

  44. paus🥺💔

    Like

  45. wizley

    ya ampun sakit banget bacanya

    Like

  46. chillyippiee

    “Oh. Tidak. Seseorang itu tidak tetap. Ia berubah, berganti, dan berhenti.” nyess sekali🥺

    Like

  47. Dheaaa

    Hi Alina dan teman² yang mengalami hal yang sama seperti Alina kalian tetap jadi kuat yaa. pelukkk paus, alina, dan teri

    Like

  48. Anonymous

    Melihat Alina, aku merasa tidak sendirian

    Like

  49. Langit Biru

    Melihat Alina, aku merasa tidak sendirian (⁠o⁠´⁠・⁠_⁠・⁠)⁠っ

    Like

  50. Anonymous

    Pausss 🥺

    Like

  51. Gubi

    Kwaaaaa bagussssss ♡(ӦvӦ。)…
    Ini baru prolog us, udah sebagus ini kereeeen (TT)
    Keburu baca selanjutnya…

    Like

  52. alina kamu mirip temanku, peluk jauh buat kamu🥺

    Like

  53. alina kamu mirip temanku, peluk jauh buat kamu🥺

    Like

  54. Marwaa

    Rumah memang tempat pulang satu satunya,
    Tapi ia tidak menjanjikan selalu ada ketenangan disana:)
    Huaaaaaa Pausssssss lup banyakbanyakkkk🥹😭🤍🫶🏻

    Like

  55. Anonymous

    kadang berpikir bahwa kerasnya orang rumah ke aku adalah simulasi kerasnya dunia yang sebenarnya. mungkin aku terlalu kecil untuk memahami itu sampai aku tidak kecil lagi. tapi aku takut

    Like

  56. Arum

    Selaluuuu bermakna, yg kuat ya alinaaa. Rumah emang ga selamanya jadi tempat ternyaman untuk pulang dan istirahat.

    Like

  57. Lilymatchablus

    Berharap happy end buat Alina n ibuk boleh ngga si😢 baru prolog but it’s so hard😔
    Lup uu ka pauuss ♡♡

    Like

  58. Lilymatchablus

    “Gara-gara bapak, biru jadi warna yang..sadis”.
    Deep bgedd huwaaaa😢😭 Pdhal dmana2 biru itu melambangkan kedamaian, keseimbangan, huhuuu ak suka pake bgedd sama warna biru kakk :((
    GAMAU NANGISSS NNTI BATAL PUASAA😭😭

    Liked by 1 person

  59. Melodyl

    Sayang paus banyak banyak!!! Lope SeAmazon usss Sehat selalu dan semangat terus ya uss

    Like

  60. Mona Octharina

    Kadang memang rumah ngk seindah apa yang mereka ceritakan. Rumah hanya sekedar tempat saja yang isinya kepala-kepala orang yang saling egois.

    Like

  61. Vita

    Pausss 💛 prolog yang kamu buat indah tapi tidak dengan feel nya, deep bngttt’)

    Like

  62. Ea

    i love u paus🥺♥️

    Like

  63. syaya

    bagus banget aaaaaww

    Like

  64. Teri

    Alina harus ketemu sama cowok yg bisa baik sama dia sihhh 😭❤

    Like

  65. mewek banget:'(

    Like

  66. Anonymous

    Terimakasih Uss🌼

    Like

  67. Daisy 🌼

    Usss kenapa ceritamu selalu seperti membaca hidupku, baru prolog us tapi udah mewek😭😭
    Aku merelakan seseorang yg 2 tahun brsamaku karena ngerasa ga pantes dengannya yang terlalu baik untuk aku, dia juga anak kedua dari tiga bersaudara. Bapakku pernah memberi warna biru dihidup ibuku walau tidak sesadis bapak Alina dan sampai akhir hayat ibuku kurasa ia tidak lagi bahagia, warna itu memberi dampak sampai aku dewasa ini🌼

    Like

  68. Lucky

    Aku teri baru pauss , dapet banget feel nya 🥹🥹

    Like

  69. Chairsy ✨

    Kerenn bangett usss meskipun baru prolog tapi ini bener” kerennn 😭. Ga sabar nunggu setengah lima selanjutnyaa 💗

    Like

  70. anthala

    tsan, tulisanmu ga pernah ga bermakna🥰

    Like

  71. Dea Nania

    selalu keren!

    Like

  72. Gisss

    Us ini sangat bagus, makasihh sekalii atas prolog yang cantik namun penuh luka

    Like

  73. aira

    karya nya Paus gapernah mengecewakan dan selalu bagus
    selamat berkarya yaa us, aku dukung km 🤍🐋

    Like

  74. Aivy

    Paus terimakasih banyak ❤❤❤❤

    Like

  75. aul

    wah wahhhhhh, harus ada lanjutannyaaaa. aku msksaaaa😭💗 love paua sekebon.

    Like

  76. sunrise

    Paus, terima kasih atas segala cerita yang selalu membekas, terlebih untuk cerita ini yg baru akan dimulai namun sudah bisa mewakili apa yang sedang aku bingungkan dan pikirkan karena kisahnya mirip🥲

    Like

  77. Hug u Alina‼️💖

    Like

  78. Ndy

    Paussss, alwayd keren ya ceritanya. Padahal baru prolog, tapi udah sedalam itu feelnya❤✨semangat terus Pausss

    Like

  79. Anonymous

    Pauuuuusssss, makasih tapi aku nangis😭😭

    Like

  80. ay

    pliss ga sabar lanjutannya

    Like

  81. Anonymous

    Beautiful Soul, Alina. Semangat ya!

    Like

  82. Anonymous

    “luka adalah goresan yang pertama, yang setelahnya sudah bukan lagi luka namanya.”
    i feel u, alina

    Like

  83. Anonymous

    Baru juga prolog dah mewek aja🙃

    Like

  84. Anonymous

    Paus, bikin ginian yang banyak ya. Buat nemenin Quality time ku. Maaci

    Like

  85. Auri

    you’re right” managed to make me burst into tears us

    Like

  86. Anonymous

    Omggg, gak sabar nungguu kelanjutannyaa😬

    Like

  87. Anonymous

    “Aku tidak ingin banyak bicara. Aku cuma ingin melihatnya untuk terakhir kali, karena dari sorot matanya terlihat banyak cerita yang sudah kami lewati bersama”
    Pausssss huhuhuuu sedih bacanyaaaT-T

    Like

  88. June

    Paus knp harus relate, pecah bgt 😭🩶

    Like

  89. Peluk Alinaaa 🫂
    Kita bisa lewatin ini, Na. Pelan-pelan, yaa. 🫂

    Like

  90. Anonymous

    Diksi paus selalu TOP MANTAP IS THE BEST

    Like

  91. Secret human

    Aku yang tidak terbiasa baca, coba buat buka link paus, pas baca, eh. Kok bagus. Enak aja di cerna, ceritanya berkesan bangett.

    Kamu kerennn ussss, we love u
    Makasih banyak uss

    Like

  92. Anonymous

    “Tapi, aku tidak suka pulang. Aku lebih suka di sini.”
    relate banget us wkwk

    Like

  93. Saa

    Selalu bermakna

    Like

  94. Selalu suka cerita paus dan Peluk jauh untuk alina💙

    Like

  95. Anonymous

    aku pernah seperti alina, beruntungnya aku, Allah. menyelamatkan ayahku, ayah cuma kebawa emosi saat itu. Tapi sekarang ayah lagi jauh.. cuma beda nama provinsi sih. sayang ayah.

    Like

  96. yunaa

    cerita kali ini bnr” relate di kehidupan ku

    Like

  97. cesss semangat alina!! btw mah siapa nama mantannya yhhh ku ingin tau 😭

    Like

  98. Sandrabella

    I’m literally crying t_t
    makasi paussssa💌

    Like

  99. Anonymous

    dan kenyataanya ada banyak Alina disekitar kita, dan semoga mereka tetap kuat dan tetap jadi manusia baik yang masih mau memanusiakan manusia lain:)

    Like

  100. kren bgt😫🫶

    Like

  101. annisa aprillia

    lanjut laagiii

    Like

  102. pelukkkk jauh untuk Alinaaa 🫂🫂

    Like

  103. lalammarkk

    kata”nya.. so deep, so beautiful!
    semangat, Alina! hidup terkadang memang semenyeramkan itu hehe…

    Like

  104. aly

    di tunggu lanjutannya usss

    Like

  105. Anonymous

    👍🏼

    Like

  106. Anonymous

    i feel u Alina ,baru kemarin aku putus dan keadaan yg mengharuskan itu.

    Like

  107. Ella nurmaini

    Usss tulisannya bagus banget (⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠)⁠❤

    Like

  108. iil

    cant wait lanjutannyaaa😭🫂💗✨

    Like

  109. si cangtip

    Ngabuburit ku baca iniiii

    Like

  110. Halo us, aku baby Teri dan baru banget baca tulisan paus, dan itu sangat sangat kena bangettt aku sampe merasa aku ada di kenyataan bukan hanya baca cerita ini.

    Like

  111. Anonymous

    IH KERENN US

    Like

  112. mudhia

    kuat ya, Alina..

    Like

  113. aini

    alina, kamu orang spesial pilihan tuhan.
    peluk jauh buat alinaaa🫂🤍

    Like

  114. Anonim

    Kamu kuat, kamu pasti bisa Alina. Udah lama follow paus, tapi baru kali ini baca tulisanya, kata kata nya sederhana, tapi entah kenapa kepala langsung bisa memvisual kan semua yang paus tulis. Ditunggu ya us, part selanjutnya. Mungkin kejutan lain dari Alina.

    Like

  115. xiosalle

    CINTA PAUS AND HER WORDS<3

    Like

  116. ai

    Nangis bgt🥹

    Like

  117. Vania

    Setelah sampai di bagian bawah baru sadar kalo nangis 😭

    Like

  118. aisyahnadasalsabila

    Gk semua rmh bisa jdi tempat pling nyaman dan aman 🥲 terkadang adanya seseorang yg bisa menjadi tempat bersandar jga bisa dijadikan rmh, krna mereka adlh orng2 yg langka 🤧

    Like

  119. Naja

    Pausss. Aku suka cetira nya. Terima kasih pausss🫶

    Like

  120. Srire.e

    Alina, makasih sudah hebat dan sampai dihari ini. Peluk Alina dan ibu sebesar dunia 🤍

    Like

  121. Mee

    i know how it feels :)

    Like

  122. Anonymous

    Maasyaa allah pausss keren bangett

    Like

  123. lismuttt (lisa imut)

    sending hug virtual ALINCANNN (Alina Cantiq) ヾ(˙❥˙)ノ

    KA TISNA CERITANYA GA PERNAH GAGAL

    LUP U POLLL UZZZ NYA TEWRIII (◕દ◕)

    Like

  124. Choc.cok

    Paus lagi puasa loh ini hehe

    Like

  125. Anonymous

    hug u! Alina.. ❗💐

    Like

  126. alip

    tulisan paus emang selalu bikin aku geleng2, alias bagus bangettt
    kutunggu lanjutannya us😭🤟
    jadi inget gue baru putus 3 bln lalu arghhhh nyeseknya itu lo sampe sini ussss

    Like

  127. Aku

    Ga tau kenapa tiba² nangis, mungkin karena keadaan rumah yang hampir sama?

    Like

  128. Harira

    Semangattt untuk Alina-Alina lain di luar sanaa🥹🫶🏻. Pelukk jauhh semuanyaaa🤍🤍🤍

    Like

  129. zaackfr

    Salah nih us aku baca siang² gni WKWK

    Liked by 1 person

  130. Moses

    aah

    Like

  131. Larisa

    Alina, kuat yaaa!!!

    Like

  132. Ada aja

    Aaa selalu sukaa sama cerita pauss😢

    Like

  133. sup

    pliss ku butuh ini dijadikan novel

    Like

  134. Renyahhh

    Huwaaaa apa ini tisnaaaa😭

    Like

  135. Anonymous

    Omgggggggg:”)

    Like

  136. Anonymous

    Alina, aku juga gatau apa itu rumah, apa itu tempat pulang. Aku gatau apa itu rasa sayang, peduli, dan perhatian. Aku ga pernah tau gimana caranya mengungkapkan perasaan marah, sedih, kecewa, sampai akhirnya aku mati rasa. Menjadi anak satu-satunya ternyata ga seenak yang orang lain kira. Sepi uda pasti jadi temanku sehari-hari. Aku gapunya banyak orang di hidup ini, itu kenapa aku selalu takut kehilang orang lain walaupun orang lain inginnya aku hilang

    Like

  137. Hanya covernya saja yang utuh, isi didalamnya sudah hancur lebur. Tak dapat di perbaiki

    Like

  138. Shinta lestari

    Entah kenapa rasanya jleb banget waktu di tulisan ini paus bilang, mungkin hidup tidak mengizinkan aku bersuara. Soalnya kadang hidup mau kita bertahan. Melebarkan sabar sambil terus melalui apa yg sedang disajikan kehidupan. Di sisi lain, tidak diizinkan bersura bentuk berbeda dr pembiaran. Kenapa harus dibiarkan hidup di rumah yg sewaktu waktu bisa membuat kita mati. Dan hidup tetap diam tidak menjawab kan

    Like

  139. lollaaa

    kata org aku punya rumah, tapi aku tidak merasakannya:)

    Like

  140. Nopakk

    Sedikit tau rasanya jadi Alina, tanpa adanya temen cerita yang bener” dengerin

    Like

  141. Anonymous

    cevaatttt lanjutttt usss

    Like

  142. Novanjani

    Disuguhkan dengan prolog yang apik 🥺🤏👍

    Like

  143. Refi kamelia

    GK tau kenapa pas baca nangis banget itu mah
    Dalam cerita kakak itu cerita aku banget tapi
    Beda kan klo kk bapak doang kalo aku,aku yg selalu di maki maki sama keluarga cape harus gimana lgi

    Like

  144. Juhra

    Pauss suka bangett

    Like

  145. Rina

    Na,aku baca ini sengaja di jam 00.41 supaya tdk ada yg tau aku nagis.Jadi ingat kejadian di thn 2016 awal.persis seperti apa yg di alami Alina.(Semua org pergi,bapak gila,ibu terluka) Na, kata² ini menggambarkan perasaanku di thn 2016.😭😭😭jika warna biru adalah warna yg sadis di mata Alina maka bedanya Aku malah trauma dengan beda tajam dan darah. Peluk jauh untuk Alina, kita kuat sama-sama ya, Na.🥺🤗

    Like

  146. Anonymous

    “…Bapakku tidak punya pekerjaan. Ibuku yg cari uang…”

    Ah sprti aku di kehidupan nyata. Bapakku yg dari dulu bersifat childish tak pernah sehari pun lolos dari amarah ibuku. Ibuku yg tangguh itu kerap kali meluapkan emosi bahkan memaki bapakku di hadapanku dan saudara2ku yg lain. Menimbulkan rasa trauma dlm diriku. Hingga membuatku mempertanyakan, apakah pernikahan akn selalu sprti itu? Untuk apa sebuah pernikahan jika hanya merusak mental? Ibuku yg lembut di hadapan anak2nya mlah sprti org yg berbeda di hadapan bapakku.

    “…Kadang aku bingung, siapa di antara kami yang lebih butuh pertolongan?…”

    Yah, sama. Mungkin kedua orang tuaku sdh tebiasa hidup sprti itu, hingga tdk sadar butuh pertolongan. Aku harap aku bsa tertolong dri trauma ini, rasa trauma yg mmbuatku tdk percaya akn indahnya pernikahan. Merasa smua lelaki sama, tdk dpt diandalkn. Aku harap aku bisa melenyapkan stiap caci dan maki yg sring kali kudengar itu dr benakku. Dan aku berharap bisa menemukan sosok yg bsa mnjd rumah.

    Like

  147. “aku tidak membencinya. tapi jelas, aku telah membuatnya membenciku.”
    dan benar, di setiap cerita ada tokoh baik atau tokoh jahat. tokoh utama atau pembantu. “dan di matanya sekarang, aku adalah penjahat nya.”

    Like

  148. pi

    sakit banget, padahal baru prolog

    Like

  149. adinda

    i feel you alina, peluk hangat untuk alinaa🥺❤️❤️❤️❤️

    Like

  150. Anonymous

    people change 🤧

    Like

  151. zahra catria

    baru prolog aja udah mewekk😩

    Like

  152. Zalfa zahiya

    can’t wait for the sequel💗

    Like

  153. Anonymous

    peluk untuk orang-orang seperti Alina, terimakasih sudah kuat sampai saat ini

    Like

  154. kesa

    “perpisahan selalu menjadi drama yang paling melelahkan” paus terimakasih ya tulisan dan karya mu selalu menyentuh hati ku dan para pembaca yang lainnya 💗

    Like

  155. Geby

    OMG, dr prologny udh kerasa seruny cerita ny, paussssss saranghae
    – from geby and D.O- love u

    Like

  156. -fi

    Paus ,you always make me feel axshglyefhthdfgh

    Like

  157. Rani Sonia Putri

    Selamat datang universe baruuu, ditunggu tokoh favoritnya.
    Apakah ada yang bisa ngalahin nug di universe kalo ini??

    Like

  158. Anonymous

    lanjutttt paussss

    Like

  159. NENENG SITI AI RAHAYU

    Entah kenapa aku merasa pedih saat membacanya

    Like

  160. piyuuletaa

    ga sabarrr lihat ketangguhan Alina selanjutnya!!! peluk jauh<3

    Like

  161. Anonymous

    Alina, I feel u! 🥺💓

    Like

  162. Viva

    Sedikit relete sama alina pausss.

    Like

  163. akuu

    uuuu ga sabar kelanjutannya 😭

    Like

  164. Anonymous

    Lanjut paus semangat

    Like

  165. Anonymous

    pausss tanggung jawab ih akuu jdi mewekk

    Like

  166. Khalisaaaa

    Baru awalnya aja udah bikin nyesek :’)

    Like

  167. titii

    aaaa sending hug alinaa 🫂💌

    Like

  168. Anonymous

    Baru awalnya aja udah bikin nyesek :’)

    Like

  169. lexussreee

    rumah emang ga selalu bentuk bangunan, tapi people come and go itu nyata dalam hukum alam

    Like

  170. Anonymous

    sending hug alinaa 🫂💌

    Like

  171. Semangattt alinaaa kamu pasti kuattt 💪💪💪

    Like

  172. zaraa

    Terimakasih sudah bertahan sejauh ini Alina, i’m so proud of you 💗
    -peluk jauh dariku ʕ⁠っ⁠•⁠ᴥ⁠•⁠ʔ⁠っ

    Like

  173. Anonymous

    Nangis bacanya😭

    Like

  174. Anonymous

    Kukira cinta, ternyata luka🙂
    parahnya, itu dari cinta pertama seorang anak perempuan🥺 Alina kamu hebat!
    Terimakasih uss, tulisan kamu sangat sangat indah🤗

    Like

  175. Anonymous

    Sukaaaa prolog nya😭❣️

    Like

  176. Laila

    Hai kak Tsana, kali ini aku cukup terjebak dalam cerita yang kakak buat di luar ekspektasiku. Aku mengalami hal yang sama kurang lebih seperti yang di rasakan oleh Alina, seketika aku membaca entah ingin menangis juga menangisi apa seolah aku sudah terbiasa. Perihal sikap sosok lagi yang seharusnya sebagai cinta pertama anak perempuannya, peluk untuk memberikan kekuatan kepada Alina

    Like

  177. Peri Cantik

    Peluk dari jauh alina🧚🏻‍♀️

    Like

  178. ⁰5novmbr

    Ahh sumpaa sedd syekaliiii hmm

    Like

  179. Nisa

    aaaa paus virual hug 😭🫂😔

    Like

  180. Del

    Menyuarakan yg patut di suarakan so proud ka paus!

    Like

  181. Anonymous

    Love u alinaa, peluk jauh🫂🖤

    Like

  182. Ainiii

    I feel alina, punya bapak tpi serasa ga punya bapak:( hug for you 🥺

    Like

  183. Neneng Rohaniah

    Jadi teman untuk puasa tahun ini ya uss 🐋

    Like

  184. Anonymous

    Us cepat lanjuttttt

    Like

  185. Shimai

    ah.. benar.. seseorang itu tidak tetap. ia berubah, berganti, berhenti. paus.. gaada tulisan kamu yang ga indah, aku membacanya sambil bergumam “yaallah indahnya”.

    Like

  186. aaah inii adalah aku yang kadang menjadi penjahat sekaligus korban

    Like

  187. Mikasa

    Untuk yang diluaran sana kisahnya mirip dengan Alina ‘Semangat’🥺❤️. Life goes on semangat pokoknya semangat yah✨

    Like

  188. Mikasa

    Fighting Alina 😭

    Like

  189. Anonymous

    i love it!!!! can’t wait untuk lanjutannyaaa🤗🤗

    Like

  190. Mikasa

    Untuk yang diluaran sana, kisahnya mirip dengan Alina ‘Semangat’🥺❤️

    Like

  191. unknw

    alina kamu hebat!!

    Like

  192. Anonymous

    Pausss i love u. Just it

    Like

  193. Sab

    Rasanya sampe kehati banget. Aku memang tidak merasakan tpi cerita ini pasti juga mewakili perasaan orang orang diluar sana us. Terima kasih kalimat yang kau susun memang selalu indah us 🤍🤍 big hug buat paus

    Like

  194. vivin

    Alina, kamu ga sendirian. aku sedih waktu baca, “ada darah yang mengalir dari sama”. aku pernah merasakannya juga Alina.

    Like

  195. anonymous

    Peluk jauh Alina🤍

    Like

  196. anya

    Pausss, ini sedih. Sedih sekali … sampai-sampai aku gak bisa nahan air mata. I’m crying so hard, sebenarnya aku gak relate and im grateful for that, but i feel so sad for Alina. Sending big hug, Alina. Terima kasih sudah membuat cerita yang menyentuh hati dan indah, aku tunggu kelanjutannya ya, us 🙁🩷🩶

    Like

  197. minemilk

    kerennn braderrr

    Like

  198. Sevi

    Nangissss🙃

    Like

  199. Anonymous

    Beberapa hal emang tidak sesuai dengan keinginan. Namun beberapa hal harus bisa diterima meskipun itu menyakitkan

    Like

  200. Audi

    Bagus bgt prolognya Us😭

    Like

  201. fvck6nz

    aaaaa sedih

    Like

  202. Anonymous

    Big hug for Alina❤

    Like

  203. Anonymous

    Ya Allah baru aja buka, disuguhinnya yang buat sedih. Pauss update nya tiap hari atau gimana?

    Like

  204. ezhar

    sejak saat itu senyum ku menjadi palsu

    Like

  205. Anonymous

    baru prolog tp sudah menguras air mata:( hug jauh buat alina🥺❤️

    Like

  206. biaachnn

    selalu berhasil buat terinya nangiss ya uss

    Like

  207. Anonymous

    butuh lagi. tolong us lanjut ya TT

    Like

  208. nyl

    pauss huaaaaaa

    Like

  209. kay

    alina, ada banyak hal yang harus di-gapapa-in.

    Like

  210. Anonymous

    alinaaa🥺💗

    Like

  211. Raa(ira)

    Hug jauh paussss🤍

    Like

  212. nabilaaa

    pauss tanggung jawab aku nangiss

    Like

  213. Habibah

    aaaa us lagi buka puasa disuguhkan cerita bawang ini jd pengen nangis 😭, ayo jgn lama2 ya kelanjutannya us love you 🤎🤎

    Like

  214. Anonymous

    i can feel alina, peluk jauh🥺🫶🏻

    Like

  215. Canzz

    Seperti biasa, Paus tidak pernah gagal dalam membawa emosi para terinya:’)

    Like

  216. Adinda Intan

    Big hug untuk Alina💓

    Like

  217. teri mungil

    OMG ALINA, I WISH I CAN HUG YOU NOW😭

    Like

  218. Fish

    Alina ☹️

    Like

  219. wulansyarifatulh

    baru awalnya aja udah bagus banget us, jadi alina juga ga mudah. hidup alina pasti hampa banget :(,ga sabar nunggu selanjutnya us

    Like

  220. Anonymous

    Jadi na, haruskah kita benci bapak? Atau kita harus tetap sembunyi waktu bunyi pecahan piring mulai terdengar? Atau mulai benci kesemua orang?

    Like

  221. fbymria

    ALINAAA CINII PELUKK! 😭🥺❤️

    Like

  222. Anonymous

    proud of paus

    Like

  223. Anonymous

    paussss😭😭😭

    Like

  224. Rosie

    Baru juga prolog udah keren aja us😭peluk jauh buat alinaa🤗ditunggu next partai nyaaaa

    Like

  225. Dwi febri elisa

    GABISAAA!!! ini terlalu bawang

    Like

  226. Anonymous

    PELUKANN LEBAR UNTUK ALINAAA 😭🥺❤️

    Like

  227. ar

    wah… gila sih ini.. rasanya agak ke trigger dikit wkwk. alina, kmu hebat sekali. ibu mu pun sama hebatnya..

    Like

  228. Qara Zahara Hanum

    Ngabuburit puasa pertamanaku disini🥹👍🏻

    Like

  229. Anonymous

    Ini, aku nggak bisa berkata kata us, jadi alina pasti hampa

    Like

  230. Alina’s sister 😄

    Bila seseorang sudah berada di fase tidak bisa merasa apa-apa, berarti sudah banyak luka yang dia alami.
    Alina. Nama yang indah.
    Perasaannya. Lukanya. I feel it. Karena saya pernah berada di posisinya. Membenci sosok yang kata orang adalah pahlawan, tapi tak berlaku bagi ku. Dia jarang memberi luka fisik, tapi luka batin. Kata-katanya lebih tajam dan sakit dari pisau menusuk kulit. Aku benci pulang ke rumah, tempat itu ada kehangatan sama sekali. Alasan aku pulang karena satu. Ibu. Cuma ibu. Sosok yang selalu tegar dalam keadaan apapun. Ahhh… memikirkannya membuat aku bertanya, “Kenapa ibu selalu kuat dalam keadaan seperti ini?”
    Bahkan aku tak pernah melihat ibu menangis.

    Hingga pada suatu titik, semua perasaan benci, luka, yang pernah aku alami berangsur pudar. Dimana saat aku melihat, sosok yang aku panggil ayah berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Walau tak sepenuhnya baik. Tapi setidaknya sekarang, aku bisa merasakan rindu rumah. Iyaa rindu rumah yang dulu aku anggap sebagai tempat asing.

    Terima kasih Paus, telah menyuguhkan cerita yang sangat related to many people di luar sana, termasuk aku.
    Tidak sabar menanti cerita selanjutnya.
    Love you Paus. I love you so bad.

    Like

  231. Nana

    Prolog yang menyentuh sekali paus:)

    Like

  232. Mpitt

    Pausss this prolog sangat amat menyedihkan, aku harap ending bahkan epilognya tidak semenyedihkan ini ya, love you alina kuat-kuat didunia mu ya♡♡

    Like

  233. Syahvanah Zahra

    Paussssss💗💗💗💗 love you sekebonnnn firaunnnnnn

    Like

  234. Anonymous

    peluk untuk Alina 🫂💗💟

    Like

  235. Anonymous

    rasanya jadi Alina juga ga mudah, big hug buat Alinaaa🫂

    Like

  236. Menunggu lanjutan kehidupannya

    Like

  237. Anonymous

    Paus, aku sangat tersentuh dengan prolog ini.

    Like

  238. Indri ainna dwiyanto

    Pausss aakhhhhh😭💖💖💖

    Like

  239. Menunggu lanjutan kehidupannya.

    Like

  240. Farha Azzah

    Kalimat pertama udh kerasa sekali sakitnya🍃

    Like

  241. Anonymous

    Usss jangan lama2 nulis lanjutannya plissssss

    Like

  242. Anonymous

    Nangis gue us

    Like

  243. ^Le!nkyetra$h

    bagus bangett gilaa 😭

    Like

  244. _miaani

    Kalo nangis batal puasa gasi 😭😭 peluk jauh untuk Alina

    Like

  245. ^Le!nkyetra$h

    bagus bangett gilaaa 😭

    Like

  246. nadya

    crying in my room huhu

    Like

  247. octhv9

    ngabuburit mengenal alina

    Like

  248. _miaani

    Kalo nangis batal puasa gasi😭😭 peluk jauh untuk Alina

    Like

  249. Rfqh

    Membaca ini membuatku mensyukuri hidup yang sering kali berjalan tidak sesuai harapan.

    Like

  250. Lentera

    Alina kuat bgttt ngadepin situasinya jadii sedihh

    Like

  251. Anonymous

    AAAAAAAAAA KEREN BGT USSS T^T
    DITUNGGU NEXT PARTNYA USSSS :DDD

    Like

  252. nala

    USSS JAN LUPA LANJUTANNYA😭😭

    Like

  253. Anonymous

    pausss kamu selalu berhasil buat aku jatuh cinta pada pandangan pertama sama karaya karya mu 😭😭💗

    Like

  254. Anonymous

    Wow

    Like

  255. shf

    i dont know what to say.. this is too relate with my life. how can someone like u know all this, paus?

    ps. i love ur writing so much, ur one of the best writer for me. forever pausku <3

    Like

  256. Azza

    Pauuss, prolog yang menyakitkan tapi bikin nagih untuk dibaca. Peluk online untuk Alina dan teman-teman yang merasakannya 🥰🤗

    Like

  257. Naila Ros

    Sebagai responden ke 30, aku sedih US :)

    Like

  258. Anonymous

    JSJAJAJSJS SUKAA.. 😭🤍🥺

    Like

  259. Ana Zahrah

    GASABAR NUNGGU LANJUTANNYA!!!

    Like

  260. adelia

    us, terima kasih..
    tulisanmu sudah berhasil sampai ke hati untuk yang kesekian kali >\\\<

    Like

  261. Anonymous

    Alina😭

    Like

  262. Anonymous

    Pauuss, ini prolog yg sangat bagus dan sangat menyakitkan peluk online untuk Alina dan orang-orang yang juga merasakannya🥰🤗

    Like

  263. Iniony

    Awal yang menyakitkan💔

    Like

  264. Paussss terima kasih sudah menghibur jam jam rawan pusa hari pertamakuuu🥹🥹🫶🏻

    Like

  265. Naswa Kamilah

    Lanjutkan us!!!

    Like

  266. Cipa

    Definisi uda mati rasa sama semua hal yang terjadi di hidup.pauuuss nyesek banget🥲

    Like

  267. yolanda

    bagus bgt 🥺 pleasee ngena bgt di hati karena aku hampir punya cerita kek gini, jadi berasa bgt 💔

    Like

  268. Syifa

    Definisi udah mati rasa sama semua hal yang terjadi di kehidupan, aaa sending hug for you Alinaa🤧

    Like

  269. Anonymous

    ussss ini terlalu bagusssss😭😭😭
    ayokkk usss akuu mau bacaa lagiii😭❤️❤️❤️❤️

    Like

  270. Anonymous

    Sumpah bagus banget paussssssssss aaaaaaaa

    Like

  271. Anonymous

    Prolog yang riuh😭 ayooooo lanjut!!!🫶🏻

    Like

  272. Anonymous

    Deep us!! Sukses untuk kamu dan Alinanyaaa yaa💓

    Like

  273. Indriani

    Terimakasih cerita barunya paus,,💨

    Like

  274. Cipa

    Nyesek banget jadi Alina, definisi udah mati rasa sama semua hal yang terjadi dalam hidup.aaa pauss😭

    Like

  275. lavabeliie

    Alina, i feel u.. Paus can’t you stop? ah gaenak banget nangis menjelang maghrib 🥹

    Like

  276. Anonymous

    huaaa pausssss

    Like

  277. Anonymous

    aaaaa gasabar baca lanjutannya ussss

    Like

  278. salisya

    halo alina

    Like

  279. Anonymous

    Jangan buat Alina terlalu menyedihkan, it’s hurts us :”

    Like

  280. Inaaaa!

    Pauss dan segala ceritanya yang selalu bikin orang yang membaca mewekk mampusss!!!!

    Like

  281. Safina

    NYESEKKK BANGET PAUSSSS
    PELUKKKK ERAT BUAT ALINAAA🥺🥺🥺❤️❤️

    Like

  282. Urmind

    Peluk buat Alina, rumah yang bukan selalu tempat yang kamu maksud itu ada, percaya itu, percaya untuk waktunya, Lin.

    Like

  283. Safina

    NYESEKKKK BANGETTT GILAAA😭😭😭😭

    Like

  284. Urmind

    Peluk buat Alina, rumah yang bukan selalu tempat yang kamu maksud itu ada, percaya itu, percaya untuk waktunya

    Like

  285. Anonymous

    kenapa tiap pasu yang buat cerita selalu berasa bahwa ini adalah pengalaman seseorang :(

    Like

  286. Anonymous

    paussss…

    Like

  287. Anonymous

    AKU MAU BAGIAN SELANJUTNYAAA

    Like

  288. windy destry

    aaakkkkkk sukaaaaaa😭🫶🏻🤍

    Like

  289. Anonymous

    Perihnya di tulisan, sayatannya di hati

    Like

  290. sabtukelabu

    aku mau menemani perjalanan kisah alina dalam ceritamu us

    Like

  291. Lestaripuji

    Penasaran penasaran arhgg

    Like

  292. Anonymous

    Oke terimakasih uss, ini sangt mewakilkan

    Like

  293. Anonymous

    serius ini baru prolog?😭 udh bkn mewek aja😭gmna nnti lanjutan ceritanyaaa😭😭😭

    Like

  294. Anonymous

    ketika diri sudah menyerah untuk mencari harapan;) Semoga part selanjutnya, alina bisa menemukan rumah dan kebahagiaannya

    Like

  295. Anonymous

    Relate bgt sama opini “hidup ini seolah berhenti di dua ribu sembilan belas ya”

    Like

  296. Darni Zai

    Tsana, sekarang aku bertanya-tanya. Dari mana sebenarnya idemu menulis cerita seperti ini? Ini seperti…. ceritaku. Maksudku, bukan. Seperti ada aku dalam cerita ini.
    Tentang “mungkin saja Tuhan mendengar doaku, mungkin saja aku menemukan rumah lain pada seseorang yang tetap”, kuharap kemungkinan kemungkinan itu jadi nyata. Setidaknya di dalam ceritamu ini.

    Oh iya, ibuku pun sama. Dia percaya Tuhan itu ada. Akupun percaya, tapi sudah tidak sebesar rasa percayanya ibu.

    Like

  297. Zora

    hidup seperti tidak ada keberuntungan

    Like

  298. Anonymous

    Aku cinta sama kmu us, kamu selalu bisa bikin para teri bertanya tanya, dan menebak nebak dibalik ceritamu, saat kmu bilang clue tentang “biru” kupikir itu “dia” ternyata tentang sebuah luka yang mem “biru”. Tapi aku yakin sih ngga hanya itu pasti masih ada plot twist plot twist yg akan datang, semakin penasaran.

    Like

  299. butuh kelanjutannya, tolongg😭

    Like

  300. nnbbllzn

    tulisanmuu indah uss

    Like

  301. Anonymous

    Tisnaaaaaa😭😭

    Like

  302. biru disore puasa pertamaku ah pausss😞

    Like

  303. iudeendaa

    Tisna😔😔 aku alhamdulillah gapernah ngalamin hal kek gini, mungkin hanya secara lisan tapi alina:(( dunia memang jahat sama kamu, jd kamu hrus buat duniamu sndiri, dunia dongeng buatanmu sndiri. Lari sejauh jauhnya dri hal yang buat kamu sakit alina:(. Pauss knp sih kata demi kata yang kamu tuliskan selalu bisa membuat aku seakan akan menjadi tokoh utama dicerita alina ini:( us AKU NANGISSSS TANGGUNG JAWABB GAA😡🤬

    Like

  304. pauss tidak pernah gagal bikin cerita keren 😭😭😭 makasih sudah ngasih temen ngabuburit buat puasa kali ini pauss, semangat terus nulisnya yaa 😍🌟✨

    Like

  305. paussss tulisanmu indah bangetttt, ga sabar kelanjutannyaa

    Like

  306. Dayana

    ibu baru saja menyuruhku untuk membelikan daun sop setalah aku selesai membaca prolog yang chantiqqq ini

    Like

  307. Ida Faridah

    prolognya agak laen, ini keren bgt tis … 😔🥺🥺

    Like

  308. Adelia

    Huuuaaaaa pauuusss 😭

    Like

  309. Anonymous

    huaaaaa, paussss!!

    Like

  310. dils

    tsan, cerita kali ini membuat pipiku basah. alina dan kehidupannya. aahhh alina, you deserve better. peluk jauh dariku untukmu <3

    Like

  311. Anonymous

    prolognya agak laen, ini keren bgt tis … 😔🥺🥺

    Like

  312. paus tidak pernah gagal buat bikin cerita keren 😭😭 sering-sering update paus kesayangan teriii ❤️✨

    Like

  313. peranika cahya

    paussss aaaa bagussss sukaaa prolognya asdgjkl

    Like

  314. rida

    baru prolog lo usss, gimana lanjutannya coba lebihh lebihh ni

    Like

  315. aku ga mau orang tauu

    awal kenal paus bener bener di 2018, dan ngerasa kaya….wha gilaa karya karya nya bikin gue ga mau baca karya penulis lain, kenapa tulisan nya bener bener nyangkut banget di diri gue, dan kaget banget tiba tiba ada ceritaa baru yang di tulis lagi, dan ini kayanya bakal lebih pecah lagii😣, GUE NUNGGU UPDATE AN TERBARU SECEPAT NYA USS, tapi minimal “pra” novelin dulu lah🙏

    Like

  316. Anonymous

    aaaa paussss, mewek nih akuu😭

    Like

  317. Anonymous

    SUMPAH AYO MAU BACA LAGI AH 😭

    Like

  318. shofii

    PAUSSS INI BAGUS BANGETT, PELUK UNTUK ALINA❤️❤️

    Like

  319. Anonymous

    aaaa prolognya ayavskwbslal tidak bisa ber word word

    Like

  320. Winiyull

    Prolog yg sangat indah, namun menyakitkan. Paus sangat bisa membuat pembacanya merasakan apa yg tokoh ceritanya rasakan:”’

    Like

  321. Jawa D Arggnaa

    Paus, masi sore ini Ya Allah (⁠╥⁠﹏⁠╥⁠)

    Like

  322. Dada

    Terlihat seperti kisahku? Ya, tpi bedanya warna biru yang cukup sadis itu selalu Ada ditubuhku bukan dibadan ibuku!. Dan berarti, ayahku menyukai perannya menjadi orang gila? Oh, kasian sekali dia, HAHA.

    Like

  323. Pauuusss, cinta bangett sama tulisan kamu😭❤️

    Like

  324. Dwi ayu

    🥺🥺🥺

    Like

  325. Frisca Meilinda

    Sad😢

    Like

  326. cempi

    aku suka, benget

    Like

  327. Anonymous

    Sending hugs for Alina 🤗
    Untung ajaa namanya bukan Alana uss:”)

    Like

  328. Anggi

    Sakit bayangin jadi Alina. Seakan semua di hidupnya gaada keadilan:”) bagaimana bisa dia dengan ayah yang suka main tangan dan ibu yang hanya menerima? Tidakkk itu sangatttt menyakitkan:”) jadi penasaran apa lelaki itu tau keadaan keluarganya? Mengapa masih meminta selesai??? Ahh berat kalii hidup Alina iniiiiiii

    Like

  329. kina

    🥹💖

    Like

  330. ia

    Aku bacanya gemeter karna hal yang alina alami terjadi di aku. Aku tetap sayang dan ga bisa benci sama bapak itu adalah fakta yang menyakitkan selama aku hidup. Dan dari situ aku tahu “ooh ini toh yang namanya hubungan toxic.”

    Like

  331. aaghhhh lanjuttt dongg mkinn penasaran

    Like

  332. Ayaa

    😭😭😭💕

    Like

  333. Sepia Jeni

    Waaaaaaw, paus selalu punya caranya sendiri untuk menyampaikan sebuah cerita, tidak pernah berlebihan tapi pesannya tetap sampai. Paling ga bisa baca novel atau apapun, tapi entah mengapa kalo rintik sedu pasti suka. Masyaallah, ga sabar tunggu lanjutannya Us.

    Like

  334. aru

    Terima kasih Paus sudah melahirkan seseorang yang baru 💐

    Like

  335. Ayu Sri Mulyani

    Baru segini aja udah bikin penasaran us, cepat dilanjuttt

    Like

  336. Laila

    Crying so hard tisna :)

    Like

  337. Andina fauziyah

    AAAAA GILAKKK!! superr gilaaa, us kenapa milih namanya alina? why alinaaaa???

    Like

  338. Anonymous

    baru prolog aja dah cakep bgt giniii😭🖤

    Like

  339. Malika

    AKU SUKA BANGETTTT OMGGGG TSANAAAA🥺🥺😢🥺🥺❤️❤️❤️❤️PELUK JAUH UNTUK ALINAAAA

    Like

  340. Anonymous

    kenapa tulisanmu selalu berhasil bikin teri ini pokus cuma ke tulisanmu, pauss😭🤧💙

    Like

  341. azizah alzahraa

    aaaa pauusss

    Like

  342. Hinata

    ga sabar nunggu lanjutanyaaaaaaaaaaaaaa

    Like

  343. Anonymous

    paaaauusss tanggung jawab aku mewekkk

    Like

Leave a comment